Pilpres 2019
Said Aqil Siradj Ungkap Peran Besar Jokowi yang Sulit Dilupakan Warga NU
Alasan itu menurut KH Said Aqil Siradj bukan semata-mata karena kehadiran tokoh NU KH Maruf Amin yang digandeng menjadi cawapres Jokowi
Penulis: Syaiful Syafar | Editor: Januar Alamijaya
"Santri itu militan. Kalau ada tokoh NU yang maju, masa tidak kita dukung," katanya.
Najwa Shihab sempat meragukan militansi dan kesolidan warga NU.
Sebab, kata Najwa, faktanya di kepengurusan PBNU saja tidak satu suara.
KH Said Aqil Siradj membenarkan hal itu. Namun, dia mengklaim hal itu tidak berpengaruh besar.
"Yang saya tahu satu orang, Kiai Hasym Wahab, lainnya nggak," kata Said Aqil.
"Berarti tidak signifikan itu artinya?" tanya Najwa.
"Bahkan tidak ada efek sama sekali," jawab Said Aqil.
Simak video wawancara lengkapnya:
Dilaporkan ke Polisi
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj dilaporkan ke polisi atas dugaan ujaran kebencian.
Ketum PBNU itu dilaporkan ke polisi atas dugaan ujaran kebencian oleh Aliansi Anak Bangsa (AAB) pada Kamis (21/3/2019).
Mengutip Kompas.com, laporan tersebut telah diterima pihak kepolisian dengan nomor LP/B/0309/III/2019/ BARESKRIM tertanggal Senin (18/3/2019).
Ketua AAB sekaligus pelapor, Damai Hari Lubis, menuturkan, mereka melaporkan pernyataan Said Aqil saat diwawancara Najwa Shihab.
"Dalam percakapan, eksplisit dia menyatakan bahwa di kelompok 02 dalam pilpres ini terdapat kelompok radikalis, ekstremis, dan teroris," ungkap Damai Hari Lubis saat dihubungi Kompas.com, Selasa (19/3/2019).

Saat melaporkan, mereka juga menyerahkan barang bukti berupa CD berisi video saat Said Aqil mengungkapkan pernyataan tersebut.