Sering Dibanding-bandingkan, Ini Kata Budiman Sudjatmiko soal Gerakan Mahasiswa Dulu dan Sekarang

Tokoh aktivis pergerakan 1998 Budiman Sudjatmiko bicara blak-blakan soal gerakan mahasiswa dulu dan sekarang.

Sering Dibanding-bandingkan, Ini Kata Budiman Sudjatmiko soal Gerakan Mahasiswa Dulu dan Sekarang
Kolase Tribunnews.com & Kompas.com
Tokoh aktivis pergerakan 1998 Budiman Sudjatmiko bicara blak-blakan soal gerakan mahasiswa dulu dan sekarang. 

Mengetahui nasihat itu, Faldo lantas menyampaikan terima kasihnya.

"Terimakasih nasehatnya Bang Bud. Saya bantu mention Pak @jokowi yang juga tidak pernah berdarah dan diculik untuk demokrasi," balas Faldo.

Budiman lalu memberi peringatan supaya tidak bermain-main dengan isu 'people power'.

Sebab jika nantinya isu berkembang memiliki konsekuensi yang besar.

"Berpolitik boleh oleh siapa saja. Yg kuingatkan jgn main2 dgn isu Prople Power padahal konsekuensinya besar," tegas Budiman.

Kicauan Budiman Sudjatmiko membalas Faldo Maldini, Jumat (5/4/2019).
Kicauan Budiman Sudjatmiko membalas Faldo Maldini, Jumat (5/4/2019). (Twitter/@budimansudjatmiko)

Selain itu, Budiman menjelaskan bahwa pernyataan Faldo dalam acara Mata Najwa bisa memancing konflik.

Untuk itu dirinya lantas memberi peringatan kepada Faldo.

"Ya kan ini memancing konflik horizontal.

Memangnya yg punya people dan yg punya power cuma oposisi? Ini yg kuingatkan pd @FaldoMaldini.

Buruk dan berlarut2 dampaknya," ungkap Budiman.

Menanggapi itu, Faldo mengungkapkan soal 'people power' sudah dibahas saat menjadi narasumber acara Mata Najwa sebelumnya.

Menurutnya, Budiman masih membahas 'people power' di Twitter lantaran masih penasaran.

"Kan itu udah kita bahas di @matanajwa kemaren.

Ni Bang Budi masih penasaran ni kayaknya.

Kemaren abis saya jawab, abang senyum2 aja.

Skrg curhat d sosmed.

Sbg urang Sumando, Abang harusnya paham rumah sudah tokok babunyi," balas Faldo.

Kicauan Faldo Maldini balas Budiman Sudjatmiko, Jumat (5/4/2019).
Kicauan Faldo Maldini balas Budiman Sudjatmiko, Jumat (5/4/2019). (Twitter/@FaldoMaldini)

Debat Panas di Mata Najwa

Diberitakan sebelumnya, Budiman sempat terlibat debat panas dengan Faldo saat membahas people power yang sempat dilontarkan oleh Anggota Dewan BPN, Amien Rais.

Diketahui, ancaman people power oleh Amien Rais merupakan aksi untuk menggerakan massa bila terjadi kecurangan dalam Pemilu 2019.

Menanggapi pernyataan itu, Faldo menilai bahwa people power sah dalam demokrasi.

Kemudian Faldo menegaskan apa yang disampaikan Amien Rais merupakan revolusi tanpa darah.

Sehingga people power yang disampaikan termasuk instrumen perubahan sosial.

"Itu adalah instrumen perubahan sosial, Bang Budiman waktu itu dipenjara kalau enggak ada people power, enggak keluar 2009," papar Faldo dengan menunjuk Budiman.

"Itu kalau udah berkuasa kayak gini," sambung Faldo dengan nada tinggi.

Pernyataan itu lantas ditanggapi dengan tegas oleh Budiman.

"Amien Rais 2019 bukanlan Amien Rais 1998," ungkap Budiman.

"Amien Rais 2019 adalah Amien Rais yang ingin survive dalam politik."

"Faldo bilang people power soalnya itu persoalan bahasa, dia punya konotasi politik," sambungnya.

Budiman Sudjatmiko menunjuk-nunjuk Faldo Maldini dalam acara Mata Najwa, Rabu (3/4/2019).
Budiman Sudjatmiko menunjuk-nunjuk Faldo Maldini dalam acara Mata Najwa, Rabu (3/4/2019). (Capture YouTube Najwa Shihab)

Tampak saat Budiman mengungkapkan hal itu, Faldo ingin menyela argumennya.

Namun, terlihat Budiman melanjutkan argumennya yang belum selesai disampaikan.

Budiman menjelaskan bahwa istilah people power saat ini berbeda dengan tahun 1998.

Pada tahun 1998, istilah people power digunakan untuk rezim otoriter.

"Artinya apa, kalau Anda mengatakan people power dengan cara itu adalah sebuah bentuk makar terhadap demokrasi, Anda akan membuat perpecahan, akan membuat konflik horisontal," ungkap Budiman.

"Anda siap, kami siap," tegasnya sambil menunjuk Faldo.

Simak videonya dari menit 9.00:

Like Fanpage Facebook:

Follow Instagram:

Subscribe Channel YouTube:

(TribunKaltim.co/Syaiful Syafar)

Penulis: Syaiful Syafar
Editor: Januar Alamijaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved