Sering Dibanding-bandingkan, Ini Kata Budiman Sudjatmiko soal Gerakan Mahasiswa Dulu dan Sekarang

Tokoh aktivis pergerakan 1998 Budiman Sudjatmiko bicara blak-blakan soal gerakan mahasiswa dulu dan sekarang.

Sering Dibanding-bandingkan, Ini Kata Budiman Sudjatmiko soal Gerakan Mahasiswa Dulu dan Sekarang
Kolase Tribunnews.com & Kompas.com
Tokoh aktivis pergerakan 1998 Budiman Sudjatmiko bicara blak-blakan soal gerakan mahasiswa dulu dan sekarang. 

Meski begitu, dia tidak ingin generasi milenial sekarang merasakan hal yang sama. Karena menurutnya zaman sudah berubah.

"Zaman berubah dan teknologi sudah memungkinkan menyelesaikan soal berat tanpa menguas energi sebesar dulu. Dulu kami cukup demo, bukan perang, untuk menggulingkan Orde Baru. Nah, sekarang kalau sebagian besar persoalan bisa diselesaikan dengan teknologi, kenapa harus memaksakan diri agar tampak berkeringat?," tuturnya.

Politisi PDIP itu menceritakan pengalaman lain ketika dirinya mengadvokasi kasus tanah di Cilacap beberapa tahun silam.

Puluhan tahun kasus itu tak kunjung selesai. Bahkan Budiman sempat ditangkap polisi pada tahun 1993.

Tapi begitu dirinya terpilih dan duduk di DPR RI, kasus tanah itu pun selesai.

"Tidak seromantis yang lama tapi cara ini lebih efektif. Bahwa pertama, kekuasaan bisa membuat masalah bisa diselesaikan secara lebih efektif. Kedua, teknologi juga menawarkan metode penyelesaian masalah yang lebih efisien, satu hal (persoalan) bisa (disuarakan) dengan hashtag yang banyak," 

"Jadi, kalau dituntut pada generasi sekarang, bukan soal apa yang dilakukan tapi apakah menjadi hasil? Saya gak akan tanyakan pada generasi sekarang 'kamu kok gak demo lagi?', tapi saya tanya 'apps apa yang sudah kamu buat?'," jelas Budiman.

Civitas Universitas Trisakti melakukan napak tilas di tugu 12 Mei 1998 dalam rangka memperingati 18 tahun Tragedi Trisakti, Kamis (12/5/2016).
Civitas Universitas Trisakti melakukan napak tilas di tugu 12 Mei 1998 dalam rangka memperingati 18 tahun Tragedi Trisakti, Kamis (12/5/2016). (Kompas.com/Nursita Sari)

Teknologi, lanjut Budiman, memungkinkan generasi sekarang untuk melakukan sesuatu yang lebih besar.

"Kami dulu menyelesaikan kasus tanah bertahun-tahun di luar. Sekarang mungkin bisa melakukan pendataan tanah dalam hitungan jam. Ada data kependudukan, kemiskinan di sebuah daerah misalnya,"

"Salah kalau mengatakan orang harus meniru apa yang dilakukan, tapi apa yang dihasilkan," ungkap alumni Universitas Gadjah Mada itu.

Halaman
1234
Penulis: Syaiful Syafar
Editor: Januar Alamijaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved