Setelah Faldo Maldini, Giliran Mardani Ali Sera yang Prediksi Hasil Putusan MK 28 Juni Nanti

Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandi, Mardani Ali Sera juga punya prediksi soal hasil sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi. Sebelumnya Faldo Maldini

Editor: Rafan Arif Dwinanto
Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan
Mardani Ali Sera 

TRIBUNKALTIM.CO  - Mahkamah Konstitusi akan membacakan putusan sengketa Pilpres 2019, pada Jumat 28 Juni 2019.

Kini, kedua kubu yakni Prabowo-Sandi maupun Jokowi-Maruf, hanya bisa menunggu keputusan yang akan terbit, dan menentukan nasib bangsa 5 tahun ke depan, ini.

Sebelumnya, Mahkamah Konstitusi sudah menggelar 5 sidang dengan serangkaian agenda.

Diantaranya pembacaan tuntutan, pemeriksaan bukti dan keterangan saksi dari Prabowo-Sandi, keterangan saksi dan ahli dari KPU, TKN Jokowi-Maruf dan Bawaslu.

Bagaimana keyakinan BPN Prabowo-Sandi akan putusan 9 Hakim Mahkamah Konstitusi akan memenangkan gugatan mereka?

Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandi, Mardani Ali Sera menegaskan keyakinannya bahwa dalil mengenai kecurangan pemilu presiden yang mereka ajukan akan diterima Mahkamah Konstitusi.

"Kami yakin, kenegarawanan para hakim Mahkamah Konstitusi," ujar ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini kepada Tribunnews.com, Senin (24/6/2019).

Apalagi, kata wakil ketua Komisi II DPR RI ini, semua pihak sudah diberi kesempatan seimbang oleh Mahkamah Konstitusi untuk memaparkan kesaksian dan keteranganya.

Termasuk pemohon, kubu 02 sudah menghadirkan 14 saksi dan 2 ahli.

"Sebagai pihak Pemohon kami yakin dan berdoa mendapatkan apa yang dimohonkan," ucapnya.

BPN Prabowo-Sandi pun memastikan pihaknya akan menghormati apapun putusan yang akan diambil Mahkamah Konstitusi dalam  kasus Perselisihan Hasil Pemilu Pilpres 2019. 

"Keputusan MK bersifat final dan mengikat. Pemohon, Termohon dan Pihak Terkait mesti dimaati dan menghormati keputusan MK," tegas Mardani Ali Sera.

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera
Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera (Tribunnews.com/Reza Deni)

Pemilu Terburuk

Ditambahkan Ketua Tim Hukum BPN (Badan Pemenangan Nasional) Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto (BW), bahwa  Pemilu 2019 adalah Pemilu terburuk yang pernah digelar di Indonesia sejak era reformasi.

Ia berpatokan pada jumlah KPPS (kelompok panitia pemungutan suara), Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), dan aparat keamanan yang meninggal dunia dan sakit usai menyelenggarakan Pemilu 2019.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved