Putri Bos Hotel Balikpapan Tewas

Kepolisian Sebut Anak Bos Hotel GTM Balikpapan Jatuh Dari Lantai 8, Diduga Bukan Sebab Terpeleset

Kepolisian ungkap bisa saja si perempuan tersebut saat di lantai 8 Hotel GTM Balikpapan melakukan aksi meloncat secara sengaja & meninggal dunia.

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kasus tewasnya perempuan muda yang jatuh dari ketinggian gedung Hotel GTM Balikpapan, di Gunung Pasir, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur terus jadi sorotan.

Kabar perempuan jatuh dari lantai 8 Hotel GTM Balikpapan sempat membuat keramaian, orang-orang yang tinggal di sekitaran Hotel GTM Balikpapan pun kaget, langsung melihat kejadian jatuhnya wanita dari atas Hotel GTM Balikpapan.

Kali ini pihak Kepolisian terus berupaya untuk mengungkap, misteri perempuan yang jatuh dari Hotel GTM Balikpapan.

Nah, Kepolisian ingin mencari jawaban, apakah si perempuan tersebut jatuh dari atas Hotel GTM Balikpapan karena sengaja atau tidak sengaja.

Saat bersua dengan Tribunkaltim.co, Kepolisian Polres Balikpapan, menjelaskan, soal dugaan penyebab kematian perempuan muda yang jatuh dari Hotel GTM Balikpapan pada Selasa (25/6/2019).

Melalui Kasat Reskrim AKP Makhfud Hidayat, Kepolisian berkesimpulan dari hasil olah kejadian perkara, bahwa perempuan yang meninggal dunia karena jatuh dari Hotel GTM Balikpapan kemungkinan besar bukan karena terpeleset akibat kelalaian sendiri.

Logikanya tidak masuk jika perempuan tersebut terpeleset karena lantai licin atau hal tertentu. Sebab dikejadian perkara, titik sumber jatuhnya perempuan di Hotel GTM Balikpapan, kondisinya ideal.

Sebab kondisi pagar yang menjadi pengamanan atau pelindung di ketinggian Hotel GTM Balikpapan masuk kategori ideal, buat ukuran dewasa masih sangat aman terlindungi.

Saat itu Kepolisian melihat di lokasi kejadian, di lantai 8 Hotel GTM Balikpapan, ada pagar pengaman yang maksimal.

Dan Kepolisian pun mengambil rekaman foto yang sempat merekam situasi lantai 8 Hotel GTM Balikpapan, kondisi pagar masih sangat layak dan bagus.

Semua lantai 8 Hotel GTM Balikpapan dikellingi pagar pengaman yang terbuat dari dinding beton, bukan dari batang kayu atau pagar dari plastik.

Jelas saja, situasi pagar di lantai 8 Hotel GTM Balikpapan tidak ada kejanggalan.

Pagar tidak berlubang, jebol lowong atau rusak parah, semua pagar dalam kondisi bagus.

Salah satu karyawan Hotel menunjukkan kepada polisi tempat yang diduga korban FR (30) beraktivitas sebelum jatuh ke bawah, lalu meninggal dunia.
Salah satu karyawan Hotel menunjukkan kepada polisi tempat yang diduga korban FR (30) beraktivitas sebelum jatuh ke bawah, lalu meninggal dunia. (Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani)

"Ketinggian pagar Hotel GTM Balikpapan di lantai 8 ini sekitar ukuran dada orang dewasa, aman lah. Agak sulit kita mengatakan si korban terpeleset atau jatuh lantaran unsur kelalaian sendiri," ujarnya.

Situasi kondisi tersebut, Kepolisian pun menebak, ada dua kemungkinan yang terjadi pada perempuan yang jatuh dari lantai 8 Hotel GTM Balikpapan dan kemudian meninggal dunia.

Kemungkinan pertama, si perempuan yang jatuh dari atas Hotel GTM Balikpapan karena sebab ada dorongan dari pihak lain, si perempuan sengaja didorong oleh orang lain atau terdorong secara tidak sengaja oleh pihak tertentu.

Lalu kemungkinan kedua, bisa saja si perempuan tersebut saat berada di lantai 8 Hotel GTM Balikpapan melakukan aksi meloncat secara sengaja.

Tindakan meloncat dilakukan secara sendiri oleh si perempuan, melompati pagar di lantai 8 Hotel GTM Balikpapan lalu meloncat terjun ke bawah lantai dasar Hotel GTM Balikpapan.

"Dugaan terpeleset masih kecil kemungkinan. Hanya ada 2 kemungkinan, memang sengaja loncat atau ada dorongan dari orang lain yang sengaja mencelakakan korban. Sementara masih kita lakukan pendalaman," tutur Kasat Reskrim AKP Makhfud Hidayat.

Sejauh ini, Kepolisian mengaku, upaya membongkar kasus jatuhnya perempuan dari lantai 8 Hotel GTM Balikpapan mengalami kesulitan. Mendalami dan mempelajari di lokasi kejadian sangat sulit dilakukan.

Alasan Kepolisian, pihak keluarga saat ada jatuhnya perempuan di lantai 8 Hotel GTM Balikpapan, langsung dievakuasi.

Semestinya, saat ada kejadian perempuan jatuh dan meninggal dunia tidak langsung dilakukan evakuasi ke rumah sakit.

Saat itu, ketika ada laporan perempuan jatuh dari lantai 8 Hotel GTM Balikpapan, pihak Kepolisian datang, lokasi kejadian sudah bersih, si korban sudah keburu dibawa oleh pihak keluarga ke rumah sakit.

Berdasarkan Standar Operasional Prosedur penyelidikan Kepolisian, seharusnya tempat kejadian perkara tidak boleh dimasuki siapa pun sebelum datang petugas.

Sebagai contoh, bila kasus pembunuhan jangan sampai mayat dipindah apalagi langsung dilarikan ke rumah sakit.

"Tujuannya tak lain untuk cari petunjuk TKP, entah itu barang, dokumen maupun bekas yang ditinggalkan pelaku atau korban. Sehingga bisa membuat kesimpulan," kata Kasat Reskrim AKP Makhfud Hidayat.

Begitu Kepolisian tiba di lokasi, jasad korban sudah keburu dievakuasi pihak Hotel GTM Balikpapan.

Ia pun berharap ini jadi pelajaran bagi warga masyarkat lainnya, bila sewaktu-waktu ada kejadian yang serupa atau kasus lainnya, sebaiknya cepat segera panggil Kepolisian.

"Hal yang paling pertama dilakukan. Cukup menghubungi kepolisian terdekat, nanti polisi akan mengamankan TKP dengan police line," katanya.

Sampai tim identifikasi melakukan olah TKP, kemudian keluar petunjuk.

"Barulah mengizinkan korban dibawa ke rumah sakit, pihak keluarga tak boleh memindahkan. Faktanya keluarga langsung bawa di rumah sakit," tutur Kasat Reskrim AKP Makhfud Hidayat.

Dia menambahkan, semestinya, di lokasi tewasnya perempuan tersebut di Hotel GTM Balikpapan, bersih dari orang-orang yang berseliweran demi mengakurasi barang bukti dan memastikan bisa melacak jejak-jejak yang bisa dijadikan alat bukti yang kuat.

"Seharusnya dengan TKP yang bersih, bisa mendapatkan petunjuk-petunjuk yang mengarah jadi penyebab kematian korban," kata Kasat Reskrim AKP Makhfud Hidayat.

Dirinya menyatakan, banyaknya orang yang berseliweran saat kejadian sebelum datang pihak Kepolisian.

Sementara Kepolisian mendapat laporan pasca korban sudah dievakuasi ke rumah sakit.

"TKP sudah rusak, kami kesulitan melakukan olah TKP mencari jejak-jejak penyebab kematian korban," ujar Kasat Reskrim AKP Makhfud Hidayat.

5 Fakta Tewasnya Anak Bos Hotel GTM Balikpapan

Pagi itu, masyarakat di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur dikagetkan dengan seseorang yang tidak lagi bernyawa di sebuah luar bangunan gedung Hotel GTM Balikpapan pada Senin (24/6/2019). 

Kala itu, orang tersebut berjenis kelamin perempuan yang masih berusia muda sekitar umur 28 tahun.

Usut punya usut, ternyata wanita yang meninggal dunia ditemukan di luar gedung Hotel GTM Balikpapan ini sebelum meninggal dunia ada berada di lantai atas gedung Hotel GTM Balikpapan, yang berada di daerah Gunung Pasir, Kecamatan Balikpapan Kota.

Kabar duka. Ditemukannya wanita itu dalam kondisi meninggal dunia lantaran ada yang bilang terjatuh dari tempat ketinggian dari Hotel GTM Balikpapan ini.

Saat kejadian yang menyedihkan itu, pihak kerabat dan rekan-rekan yang mengenal korban meninggal dunia tersebut datang melihat.

Si korban sudah dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Balikpapan, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur sudah dalam kondisi meninggal dunia, tak lagi bernyawa.

Waktu itu,Berikut ini ada rangkuman soal tewasnya wanita tersebut di area Hotel GTM Balikpapan, kesimpulan dari hasil reportase tim Wanita tersebut bernama tersebut bernama Fr, usianya masih muda 28 tahun. Mendapat kabar adanya wanita meninggal dunia di lokasi Hotel GTM Balikpapan, tim Kepolisian pun langsung ke lokasi, melakukan olah tempat kejadian perkara.

Berdasarkan pemeriksaan beberapa saksi, terungkap oleh Kepolisian, Fr tersebut tidak ada mengalami luka lebam akibat aksi tindakan kekerasan sesorang, tidak ada perbuatan kekerasan yang melukui si Fr.

Karena itu, kata Kanit Jatanras Polres Balikpapan Iptu Musjaya, kemungkinan Fr terjatuh dari lantai atas gedung Hotel GTM Balikpapan, bukan karena dijatuhkan sengaja oleh seseorang atau dibunuh.

"Dugaan sementara korban terjatuh dari lantai 8 saat melakukan bersih-bersih Vihara," ungkapnya.

Kanit Jatanras Polres Balikpapan, Iptu Musjaya memberikan keterangan kepada para awak media terkait insiden yang menimpa wanita muda di Hotel GTM Balikpapan, Senin (24/6/2019).
Ditambahkan oleh SW, saudara kandung korban, yang menyatakan, dugaan sementara korban terjatuh dari lantai 8 Hotel GTM Balikpapan.

Namun terkait keamanan lantai di 8, SW pun mengakui sudah seusia prosedur tata bangunan yang aman, dianggap tidak rawan kecelakaan jatuh ke bawah.

'Kalau kondisi Wihara sejauh ini baik-baik saja. Ya tidak ada masalah. Terkait jatuh atau bagaimana, kita belum tahu, entah terpeleset?," tuturnya.

Siapa sebenarnya Fr tersebut? Terungkap dari olah kejadian perkara, beberapa saksi mata yang mengenal Fr, ternyata sosok Fr ini yang meninggal dunia di Hotel GTM Balikpapan merupakan putri dari atau anak dari bos Hotel GTM Balikpapan.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun dari warga yang tinggal di sekitar kawasan Hotel GTM Balikpapan, wanita berinisial Fr disebut-sebut merupakan salah satu putri pihak Hotel GTM Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur. 

"Kurang tau jelasnya gimana, tadi saya di belakang hotel ini tiba-tiba saya dengan bunyi bruk begitu. Dan saya lihat orang sudah ramai," ujar Rinto, satu di antara warga yang kediamannya berada di belakang bangunan Hotel GTM Balikpapan kepadaTidak hanya Rinto, ternyata juga dibenarkan oleh saksi mata lainnya yang kebetulan kenal dengan sosok Fr, sang putri dari pemilih Hotel GTM Balikpapan.

Sebut saja Jeri, warga yang tinggal di sekitaran Hotel GTM Balikpapan sebutkan, kejadian jatuhnya Fr dari atas Hotel GTM Balikpapan berlangsung sekitar pukul 11.00 Wita.

"Tadi kira-kira jam 11.00 Wita, ada orang yang sudah ramai disini. Iya, itu salah satu putrinya pemilik Hotel GTM Balikpapan," ungkapnya.

Selain itu, berdasarkan informasi dari pihak keluarga disebutkan, Fr merupakan anak ke empat dari tujuh bersaudara dari pemilik Hotel GTM Balikpapan.

Sehari-harinya Fr memang berada dan beraktivitas di Balikpapan, bekerja sebagai tenaga keuangan atau akunting di Hotel GTM Balikpapan.

Kejadian Fr sebelum ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di area Hotel GTM Balikpapan, disebutkan, sebelum jatuh, Fr sempatkan diri untuk bersih-bersih tempat ibadah Vihara.

Hal ini diungkapkan oleh SW yang merupakan saudara kandung korban, bahwa Fr sempat makan bersama keluarga.

Usai sarapan bersama, keluarga Fr yang juga bekerja di Hotel GTM Balikpapan tersebut melakukan kebiasaannya.

Yaitu membersihkan Vihara yang terletak di lantai 8 Hotel GTM Balikpapan.

Keluarga dan kerabat berkumpul di dekat mobil jenazah di parkiran Hotel GTM Balikpapan, Senin (24/6/2019) pagi. Seorang wanita ditemukan tewas, diduga jatuh dari lantai 8 Hotel GTM Balikpapan.
Sang ibu saat itu baru datang dari luar kota, juga kebetulan sedang berada di Hotel GTM Balikpapan.

Saat itu ibunya pun sempat minta tolong kepada si Fr sebagai korban, untuk minta dipijat.

Korban pun kala itu merasa sangup mau memijat ibunya tapi janji belum bisa diwujudkan.

Ternyata, Fr sudah ditemukan meninggal dunia, diduga jatuh dari atas Hotel GTM Balikpapan.

Saat Fr diminta untuk memijat ibunya, Fr meminta diberi waktu untuk membersihakn Vihara dahulu.

Sebelum ditemukan meninggal dunia, Fr dikenal sebagai pribadi yang gembira, periang, tak pernah murung atau sedih meratapi persoalan kehidupan.

Pihak keluarga melihat Fr hanya jadi pribadi yang tidak pernah bermasalah dalam persoalan pribadi, seolah tidak ada beban kehidupan.

Ini disampaikan saudara kandung Fr, yang ungkapkan, Fr dikenal periang.

"Masih makan bersama dan ngobrol bersama keluarga," ujarnya. 

Korban ditemukan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) sekitar pukul 11.30 Wita.

Saat itu juga korban dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Balikpapan, Kalimantan Timur untuk dilakukan visum luar.

Demikianlah, beberapa hal mengenai kejadian Fr yang ditemukan meninggal dunia di area Hotel GTM Balikpapan, yang juga sempat kagetkan banyak pihak warga di sekitaran Hotel GTM Balikpapan.

(Tribunkaltim.co/BudiSusilo)

 

Subscribe Official YouTube Channel:

Baca juga:

SEJARAH HARI INI: 26 Juni Hari Anti Narkotika Internasional atau HANI, Begini Asal Mulanya

Sikap Tegas Wapres Jusuf Kalla Soal Rencana Unjuk Rasa Berbalut Halal Bihalal Depan Gedung MK

PPDB Sistem Zonasi Banyak Dikeluhkan, Ini Pembelaan Mendikbud, Sebut Ada Keuntungannya

Cerita Dibalik Tiket Murah Air Asia, Pesawat Satu Tipe hingga Soal Suku Cadang

Ini Simulasi Cara Mengetahui Lolos/Tidak SBMPTN 2019, Pastikan Tanggal Pengumuman Resmi Sudah Benar

Penulis: Budi Susilo
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved