BPJS Kesehatan Stop Kerjasama dengan 2 Rumah Sakit di Paser dan Balikpapan, Ini Alasannya

BPJS Kesehatan memutus (stop) kerjasama dengan dua rumah sakit di Kota Balikpapan per 1 Juli mendatang.

BPJS Kesehatan Stop Kerjasama dengan 2 Rumah Sakit di Paser dan Balikpapan, Ini Alasannya
Tribunkaltim.co, Siti Zubaidah
Kepala Cabang BPJS Kesehatan Balikpapan Sugiyanto 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - BPJS Kesehatan memutus (stop) kerjasama dengan dua rumah sakit di Kota Balikpapan per 1 Juli mendatang.

Sebelumnya, BPJS Kesehatan sempat memutus kerjasama dengan Rumah Sakit Umum Daerah Kanujoso Djatiwibowo lantaran masalah akreditas.

Dua rumah sakit di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Balikpapan yang stop kerjasama karena belum memiliki sertifikat akreditasi yaitu Rumah Sakit Lanud Dhomber Balikpapan dan Rumah Sakit Muhammadiyah Paser. Demikian dikemukakan Sugiyanto, Kepala BPJS Cabang Balikpapan Kesehatan, Jumat (28/6).

BPJS Kesehatan sebagai badan penyelenggara jaminan kesehatan pada Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) wajib memastikan terpenuhi aspek legal perjanjian kerja sama dengan Fasilitas Kesehatan yang menjadi mitra BPJS Kesehatan, salah satunya rumah sakit.

Pertemuan DPRD Balikpapan dengan BPJS Kesehatan Balikpapan membahas mengenai pengurangan layanan di RSKD Balikpapan, Minggu (12/5/2019)
Pertemuan DPRD Balikpapan dengan BPJS Kesehatan Balikpapan membahas mengenai pengurangan layanan di RSKD Balikpapan, Minggu (12/5/2019) (Foto HO :)

Ketentuan akreditasi rumah sakit seharusnya berlaku sejak 1 Januari 2019, namun dengan pertimbangan tertentu Menteri Kesehatan memberikan rekomendasi tetap bekerja sama dengan rumah sakit yang belum terakreditasi, termasuk di dalamnya kedua rumah sakit tersebut.

"Kedua rumah sakit tersebut sebelumnya telah mendapat rekomendasi Menteri Kesehatan untuk tetap berkerjasama dan berkomitmen memenuhi akreditasi paling lambat 30 Juni.

Namun, sampai dengan batas waktu tersebut dua rumah sakit itu belum juga terakreditasi (masih dalam proses pengurusan). Terpaksa perjanjian kerjasama dengan BPJS Kesehatan harus distop" ujar Sugiyanto.

Dia menyebutkan koordinasi antara rumah sakit, pemerintah kota/kabupaten dan BPJS Kesehatan telah dilakukan sebelumnya, guna mencari solusi terbaik atas permasalahan ini sehingga masyarakat , khususnya peserta JKN-KIS dapat tetap mendapatkan pelayanan kesehatan.

"Kami telah melakukan koordinasi dengan dinas kesehatan kota/kabupaten terkait. Peserta JKN-KIS dipastikan akan tetap mendapatkan pelayanan kesehatan, jadi tidak perlu khawatir," jelasnya.

Bupati Paser H Yusriansyah Syarkawie membuka tirai selubung plang Rumah Sakit Muhammadiyah Paser menandai Grand Opening rumah sakit di Kabupaten Paser ini, Jumat (8/9).
Bupati Paser H Yusriansyah Syarkawie membuka tirai selubung plang Rumah Sakit Muhammadiyah Paser menandai Grand Opening rumah sakit di Kabupaten Paser ini, Jumat (8/9). (Sarassani/ Tribun kaltim)

Terdapat 13 di Kota Balikpapan dan satu rumah sakit serta 2 klinik utama di Kabupaten Paser yang siap melayani peserta JKN-KIS.

Halaman
12
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved