Penyelundupan 10 Gading Gajah Via Tunon Taka Nunukan Terbongkar, Pelaku Sebut tuk Mahar Pernikahan

10 potong gading gajah itu dengan lilitan potongan ban dalam dan terpal berwarna oranye serta dimasukkan dalam drum berwarna biru.

Penyelundupan 10 Gading Gajah Via Tunon Taka Nunukan Terbongkar, Pelaku Sebut tuk Mahar Pernikahan
Tribunkaltim.co/Nalendro Priambodo
Barang bukti 10 potong gading gajah selundupan dari Malaysia ke Indonesia untuk mahar pernikahan. Petugas Bea Cukai Nunukan dan Balai Penegakkan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kalimantan pada Selasa (16/7/2019) sore. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Petugas Bea Cukai Nunukan dan Balai Penegakkan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kalimantan (Gakkum LHK) berhasil menggagalkan penyelundupan 10 potong gading gajah.

Ini dibawa dari Malaysia melewati Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan.

Bagian tubuh satwa dilindungi ini, masih jadi incaran karena berfungsi sebagai mahar pernikahan.

Guna menyamarkan barang selundupan itu, pelaku berinisial DP (54), warga negara Indonesia yang bekerja di Lahad Datu, Malaysia ini, membungkus 10 potong gading gajah itu dengan lilitan potongan ban dalam dan terpal berwarna oranye serta dimasukkan dalam drum berwarna biru.

Sesampainya di Pelabuhan Tunon Taka, seorang agen travel yang berinisial H (40) membantu DP membawakan barang itu untuk diperiksa ke mesin pindai sinar x di pelabuhan.

Petugas yang curiga lantas meminta H dan DP membuka drum itu. H, yang tak tahu apa-apa terkejut karena baru mengetahui barang itu adalah gading gajah yang dilarang diperdagangkan.

Petugas Bea Cukai lantas berkoordinasi dengan penyidik Balai Gakkum KLHK Kalimantan dan Polres Nunukan.

Keduanya, lantas dimintai keterangan oleh petugas. H, dilepaskan dan jadi saksi karena tak terkait dengan kasus ini.

Sementara DP ditetapkan tersangka setelah seharian menjalani pemeriksaan intensif, Rabu (10/7/2019) lalu.

Chicco Jerikho mengunjungi gajah berbelalai buntung bernama Erin di Taman Nasional Waykambas Lampung.
Chicco Jerikho mengunjungi gajah berbelalai buntung bernama Erin di Taman Nasional Waykambas Lampung. (Dok.PRIBADI/INSTAGRAM)

Kepada penyidik, DP mengakui, 10 potong gading itu, adalah pesanan kerabatnya di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Halaman
1234
Penulis: Nalendro Priambodo
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved