Pengetab Kuras BBM di Permukiman Warga, Tim Pengawasnya Mana?
Di tanah lapang itu, berususun ratusan kendaraan roda dua, dengan merek yang sama, Suzuki Thunder yang dikenal memiliki kapasitas tangki BBM besar
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Masyarakat Berau tampaknya masih harus bersabar menghadapi para pengetab di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Pasalnya, hingga kini, mereka masih menguasai seluruh SPBU yang beroperasi di Kabupaten Berau.
Seperti yang tampak pada hari Kamis (25/7/2019) di sebuah lapangan yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari SPBU Rinding.
Di tanah lapang itu, berususun ratusan kendaraan roda dua, dengan merek yang sama, Suzuki Thunder yang dikenal memiliki kapasitas tangki Bahan Bakar Minyak (BBM) berukuran besar. Tidak aneh jika kendaraan ini menjadi andalan para pengetab BBM.
Pemandangan serupa juga terlihat tidak jauh dari SPBU Bujangga, para pengetab menunggu antrea di Gang Tarap, ada puluhan Suzuki Thunder parkir berjejer di pinggir jalan.
Warga juga mengeluhkan, sejumlah pengetab yang menggunakan kendaraan bak terbuka, kerap mondar-mandir di lingkungan mereka.
“Mereka sering bolak-balik lewat sini. Kami kira sedang apa, pas kami datangi, ternyata mereka menguras bensin dari tangki,” ujar Wahyu, seorang warga di Jalan Cemara, Kelurahan Rinding.
Warga mengaku khawatir melihat ulah para pengetab yang menguras tangki BBM di sekitar rumah mereka. “Kalau ada apa-apa, misalnya mobilnya terbakar bagaimana? Kan ini daerah permukiman,” katanya lagi.
Apalagi menurut warga tadi, di Kabupaten Berau sudah kerap terjadi, mobil terbakar saat tengah mengisi BBM.
Baca Juga:
Rencana Penambahan Sekolah di Balikpapan Dipastikan Sulit Terealisasi, Abdulloh: Bukan Perkara Mudah
KRISS HATTA Ditahan 20 Hari, Begini Kronologi Penganiayaan hingga Antony Hillenaar Babak Belur
“Kalau di SPBU kan ada alat pemadam kebakaranya, nah kalau di pemukiman warga bagaimana? Siapa yang tanggung jawab? Katanya Pemkab Berau bentuk tim pengawas BBM dan LPG, tim pengawasnya mana ini?” ujarnya.
Pemkab Berau memang berjanji akan menertibkan para pengetab, pengecer BBM dan LPG mulai awal bulan Juli 2019 lalu.
Namun hingga kini, belum ada tanda-tanda tim pengawas yang turun ke lapangan.

Menanggapi hal ini, Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Kabupaten (Setkab) Berau Kamaruddin, mengakui, proses pembentukan tim pengawasan tersebut mengalami keterlambatan.
Beberapa faktor hambatan di antaranya karena masalah administrasi, yaitu data petugas dari masing-masing instansi yang bergabung sebagai tim pengawas.
Tim pengawas ini, terdiri dari TNI/Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan instansi lainnya termasuk PT Pertamina.
“SK (Surat Keputusan) sudah kami berikan ke Bagian Hukum. Tinggal menunggu tanda tangan Pak Bupati. Nanti petugas yang masuk dalam tim itu akan dilantik dan diambil juga sumpahnya,” ungkap Kamaruddin.
Pihaknya juga menargetkan, tim ini akan mulai bekerja bulan Agustus 2019.

Selain persoalan administrasi, pihaknya juga mengaku belum memiliki anggaran untuk operasional.
“Kami sudah ajukan di ABT (Anggaran Belanja Tambahan) dan sudah ada dalam pembahasan KUA-PPAS (Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara),” kata Kamaruddin.
Sambil melengkapi administrasi dan membahas anggaran operasional, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya para pengecer BBM dan LPG. (*)
Subscribe YouTube newsvideo tribunkaltim:
Baca juga:
Teriakan Antusias Berubah Jadi Histeris Kala Tali Bungee Jumping Putus, Jatuh dari Ketinggian 100 M
Isu Keretakan Koalisi Indonesia Kerja Mencuat usai Makan Siang Megawati-Prabowo dan Paloh-Anies
Bermula dari Bisul, Dukun Cabul Ini Perkosa Pasiennya Hingga 15 Kali, Begini Modus Pelaku
Diduga Cabuli Mahasiswi, Oknum Dosen Ini Disidang di Pengadilan, Pengacara Soroti Teriakan Korban
8 Rekomendasi Drama Korea Romantis, Bikin Kamu Tertawa Sekaligus Gemas!