Tinjau Gua Tsunami Purba, Kepala BNPB Imbau Masyarakat Waspada, Bencana Bisa Datang Kapan Saja

Menurut Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo, tsunami bisa terjadi kapan pun, hanya saja tidak ada yang bisa memprediksi kapan waktunya.

Tinjau Gua Tsunami Purba, Kepala BNPB Imbau Masyarakat Waspada, Bencana Bisa Datang Kapan Saja
SERAMBINEWS.COM/SUBUR DANI
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat, Letjen Doni Monardo mendengar penjelasan Nazli Ismail, Peneliti Geofisikia Kebumian Unsyiah, di Guha (gua) Ek Luntie di Desa Meunasah Lhok, Kecamatan Lhong, Aceh Besar, Rabu (6/8/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO - Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo mengingatkan masyarakat di Aceh, terutama yang tinggal di daerah pesisir agar selalu waspada terhadap gempa yang disusul tsunami.

Menurut Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo, tsunami bisa terjadi kapan pun, hanya saja tidak ada yang bisa memprediksi kapan waktunya.

Hal itu disampaikan Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo setelah melihat langsung keberadaan gua tsunami purba atau dikenal dengan Guha Ek Luntie di Desa Meunasah Lhok, Kecamatan Lhong, Aceh Besar, Rabu (7/8/2019) pagi.

“Tadi Pak Nazli (peneliti geofisika kebumian Unsyiah) sudah menjelaskan bahwa di dalam gua ada sendimen yang terkumpul.

Sedimennya ada sekitar empat lapis, usianya berbeda-beda, ada yang 7.500 tahun, 5.400 tahun, 3.300 tahun, 2.800 tahun, dan yang terakhir ada sendimen yang dibawa tsunami pada tahun 2004 silam,” kata Doni.

Artinya, kata Doni, sendimen yang terkumpul di dalam gua ini menunjukkan, peristiwa gempa yang diikuti tsunami telah terjadi berulang kali di wilayah tersebut.

“Ini menunjukkan, persitiwa gempa yang diikuti tsunami di sini bukan pertama pada tahun 2004, tetapi telah terjadi beberapa kali sebelumnya.

Kita semakin yakin, bahwa persitiwa gempa dan tsunami telah terjadi berulang kali,” katanya.

Keberadaan gua tersebut, kata Doni, setidaknya mengingatkan masyarakat Aceh, khususnya yang berada di sekitar pesisir untuk terus waspada.

Karena musibah tsunami bisa saja terjadi kembali, sesuai dengan fakta sejarah dari bukti sendimen yang terkumpul dalam gua tersebut.

Halaman
123
Editor: Doan Pardede
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved