Pemkot Samarinda Gelar Lomba Sekolah Sehat, Mendidik Siswa Hidup Sehat

Pemerintah Kota Samarinda mengadakan Lomba Sekolah Sehat (LSS) Tingkat Provinsi Kaltim, yang diselenggarakan selama 2 hari

Pemkot Samarinda Gelar Lomba Sekolah Sehat,  Mendidik Siswa Hidup Sehat
TribunKaltim.Co/Cahyo Wicaksono Putro
Pemerintah Kota Samarinda mengadakan Lomba Sekolah Sehat (LSS) Tingkat Provinsi Kaltim, yang diselenggarakan selama 2 hari, yaitu sejak Selasa (13/8/2019) kemarin sampai dengan Rabu (14/8/2019) hari ini. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA -  Pemerintah Kota Samarinda mengadakan Lomba Sekolah Sehat (LSS) Tingkat Provinsi Kaltim, yang diselenggarakan selama 2 hari, yakni sejak Selasa (13/8/2019) kemarin sampai dengan Rabu (14/8/2019) hari ini. 

Pada hari ini tim penilaian mulai mengunjungi sekolah-sekolah yang menjadi duta LSS asal Samarinda.

Adapun sekolah yang menjadi duta Samarinda, pada LSS Tingkat Kaltim tahun 2019 saat ini, yakni TK Negeri 2 yang berada di Jl Jakarta Loa Bakung, sementara untuk tingkat SD, ialah SDN 021, ada tingkat SMP,  jatuh pada MTS Negeri Model. Sedangkan di tingkat SMA ada SMAN 1.

Walikota Samarinda Syaharie Jaang melalui Asisten I Setda Kota Samarinda Tejo Sutarnoto, menyampaikan terima kasih atas kedatangan tim penilai, dan berharap agar penyelenggaraan LSS tahun ini mampu memberikan nilai yang terbaik.

"Semoga ajang lomba ini, menjadi kebaikan dan membangun sekolah  yang akan dinilai, agar dapat menjadi sekolah yang unggul," ucap Tejo, Rabu (14/8/2019).

Ia mengatakan, lomba sekolah sehat ini bertujuan, untuk mendidik anak agar dapat hidup sehat dan berperilaku sehat, yang dimana kelak ketika beranjak dewasa, sudah terbiasa dengan hidup sehat.

Sementara Ketua TP PKK Kota Samarinda, Puji Setyowati yang juga hadir dalam penilaian tersebut menjelaskan, di lingkungan Kota Samarinda sendiri ada 4 sekolah yang mengikuti lomba sekolah sehat ini, yang dimaksudkan sebagai sarana dan prasarana pembelajaran bagi anak didik di Samarinda.

"Jadi ajang lomba sekolah sehat ini adalah sebagai sarana prasarana pembelajaran bagi anak-anak didik kita. Karena apa yang mereka lihat, apa yang mereka kerjakan dan apa yang dirasakan, akan menjadi sebuah suplemen bagi anak-anak.

Di lain sisi ini juga bermaksud untuk bagaimana anak didik dapat menemukan jati diri dan karakter mereka. Sehingga nanti mereka akan tumbuh besar, dan memiliki jiwa empati terhadap diri sendiri, lingkungan dan terhadap apa yang mereka lihat," ungkapnya.

"Oleh karena itu, lomba sekolah sehat tidak hanya dinilai dari lingkungan yang bersih, lingkungan yang nyaman, lingkungan yang asri, tapi bagaimana anak didik kita mengerti dan memahami bagaimana menjadi salah satu subyek untuk mewujudkan lingkungan yang sehat," tutur Puji (*)

Baca Juga

8 Mahasiswa Dianiaya Satpol PP, Pemkot Samarinda Minta Maaf Kepada Mahasiswa

Buat Skenario Pencurian dengan Kerugian Rp 800 Juta, Kapolresta Samarinda Sebut Laporan Palsu

Ditanya Soal Teguran Mendagri, Gubernur Kaltim Isran Noor: Surat Apa Itu, Teguran Apa Itu!

Cegah Longsor di Daerah Perbukitan, Pemkot Bontang Tanam Pohon Penyangga

Senin Depan, Berkas Rusdiana Tersangka Korupsi RPU Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Samarinda

Penulis: Cahyo Wicaksono Putro
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved