Jadi Pintu Penyelundupan Narkoba, BNNP Kaltara Berupaya Berantas Namun Terkendala Anggaran

BNNP Kalimantan Utara (Kaltara), terus berupaya untuk melakukan pencegahan peredaran narkotika khususnya sabu-sabu

Jadi Pintu Penyelundupan Narkoba, BNNP Kaltara Berupaya Berantas Namun Terkendala Anggaran
TribunKaltim.Co/Junisah
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltara bersama Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Tarakan, berhasil mengungkap penemuan sabu-sabu sebanyak 5 kilogram dari tangan tiga orang tersangka, masing-masing, AA, IL dan SG. 

TRIBUNKALTIM.CO-Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Utara (Kaltara), terus berupaya untuk melakukan pencegahan peredaran narkotika khususnya sabu-sabu. Karena selama ini Kaltara menjadi pintu masuk penyelundupan narkotika dari Malaysia.

Bahkan untuk tahun 2018 tercatat ada 388 kasus peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba dengan 105,8 kilogram narkoba jenis sabu  yang berhasil diamankan. Sementara di 2019, hingga saat ini tercatat 11 kasus dengan 73,3 kilogram sabu yang berhasil diamankan.

Untuk pengungkapan kasus terbanyak berada di wilayah hukum sejak tahun 2018, yakni untuk Polres Nunukan sebanyak 102 kasus, lalu Polres Malinau 80 kasus, disusul Polres Tarakan 79 kasus, Polres Bulungan 76 kasus, Polda Kalimantan Urara 21 kasus, dan BNNP Kalimantan Utara sebanyak 30 kasus.

Jajaran BNN Pusat, Polres Bulungan, Bea Cukai Tarakan memperlihatkan barang bukti sabu-sabu 38 kilogram yang diselundupkan dari Malaysia untuk diedarkan di Tanah Air, dalam konfrensi pers di Mapolres Bulungan, 21 JUli 2019.
Jajaran BNN Pusat, Polres Bulungan, Bea Cukai Tarakan memperlihatkan barang bukti sabu-sabu 38 kilogram yang diselundupkan dari Malaysia untuk diedarkan di Tanah Air, dalam konfrensi pers di Mapolres Bulungan, 21 JUli 2019. (Tribunkaltim.co, M Arfan)

Sementara kasus  menonjol tahun 2019 yang mencengangkan publik belum lama ini ialah pengungkapan sabu-sabu sebanyak 38 kilogram di Tanjung Selor.

Selain itu, ada pengungkapan sabu 6,7 kilogram di bandara Juwata Tarakan.Kemudian sabu-sabu 10 kilogram yang disembunyikan di speedboat di Kota Tarakan, serta sabu sebanyak 6,7 kilogram dalam tabung gas diungkap di Kabupaten Nunukan,

Ditambah sabu 5 kilogram diungkap oleh BNNP, dan sabu 3 kilogram oleh Polda Kalimantan Utara, 1,8 kilogram diungkap Polres Nunukan, 1,6 kilogram oleh Polres Bulungan, dan sabu 656 gram oleh BNNP Kalimantan Utara.

Barang bukti narkoba jenis sabu 38 kilogram diamankan di Satreskoba Polres Bulungan, Sabtu (20/7/2019).
Barang bukti narkoba jenis sabu 38 kilogram diamankan di Satreskoba Polres Bulungan, Sabtu (20/7/2019). (ISTIMEWA/Polres Bulungan)

Selain itu, Kabupaten Nunukan menjadi menjadi pintu masuk narkotika dari luar negeri

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Utara Brigjen Pol Herry Dahana menyebut Kalimantan Utara, masuk dalam zona merah peredaran narkotika akibat banyaknya penyelundupan sabu-sabu yang berhasil diungkap aparat.

Ditambah dengan wilayah darat Kabupaten Malinau, sehingga total perbatasan Kalimantan Utara dengan Malaysia sepanjang 1.038 kilometer menjadi jalur-jalur empuk penyelundup narkotika jaringan internasional.

"Secara nasional, di Kalimantan Utara ada 33 titik kawasan rawan narkoba. Ini yang perlu kita waspadai. Narkotika masuk dari Tawau, kemudian menyebar ke Kalimantan Utara melalui beberapa jalur tujuan

Halaman
1234
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved