Jadi Pintu Penyelundupan Narkoba, BNNP Kaltara Berupaya Berantas Namun Terkendala Anggaran

BNNP Kalimantan Utara (Kaltara), terus berupaya untuk melakukan pencegahan peredaran narkotika khususnya sabu-sabu

Editor: Samir Paturusi
TribunKaltim.Co/Junisah
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltara bersama Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Tarakan, berhasil mengungkap penemuan sabu-sabu sebanyak 5 kilogram dari tangan tiga orang tersangka, masing-masing, AA, IL dan SG. 

Seperti ke Sebatik, Pulau Nunukan, Bunyu, Tarakan, bisa melalui Sebuku, Seimanggaris," ujar Kepala BNNKP Kalimantan Utara Brigjen Pol Herry Dahana kepada Tribunkaltim.co, di Kantor Gubernur Kalimantan Utara.

Secara umum, narkotika dari luar negeri khususnya dari Malaysia, sangat rentan keluar masuk melalui 188 wilayah pesisir, 13 pelabuhan, 5 bandara, 16 pegunungan, 4 sungai, 1.400 jalur tikus, dan 2 lapas.

Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie bersama jajaran petinggi TNI dan Polri di Kaltara melakukan pelarutan BB narkotika jenis sabu, Rabu (26/6/2019).
Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie bersama jajaran petinggi TNI dan Polri di Kaltara melakukan pelarutan BB narkotika jenis sabu, Rabu (26/6/2019). (HUMASPROV KALTARA)

"Untuk itu, kita berkoordinasi dengan semua pihak untuk meminimalisir ruang gerak peredaran narkotika ini utamanya narkotika dari luar negeri yang akan diedarkan di wilayah di Tanah Air.

Dengan wilayah yang cukup luas, kita meminta dukungan semua lapisan masyarakat untuk ikut serta melaporkan hal-hal mencurigakan terkait peredaran narkotika di Kalimantan Utara," ujar Kepala BNNKP Kalimantan Utara Brigjen Pol Herry Dahana.

Selain itu, Herry Dahana mengapresiasi upaya besar Pemprov Kaltara selama ini.

“Didalam substansi Inpres No. 6/2018, rohnya melibatkan semua komponen. Mulai lembaga atau instansi pemerintah di tingkat pusat hingga ke daerah, untuk bersama-sama peduli dan bertanggung jawab terhadap masalah ini,” urai Herry.

Kepala Bankesbangpol Kaltara Basiran dan Kepala BNNP Kaltara Herry Dahara saat menghadiri evaluasi dan pelaksanaan Inpres No. 6/2008, Kamis (15/8/2019).
Kepala Bankesbangpol Kaltara Basiran dan Kepala BNNP Kaltara Herry Dahara saat menghadiri evaluasi dan pelaksanaan Inpres No. 6/2008, Kamis (15/8/2019). (HUMASPROV KALTARA)

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (bertekad untuk menyatukan kekuatan guna memerangi peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) yang semakin meresahkan.

Salah satu upaya menjaring kekuatan itu, melalui evaluasi dan pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2018, tentang Rencana Nasional Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltara.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bankesbangpol) Provinsi Kaltara Basiran, saat membuka kegiatan evaluasi dan pelaksanaan Inpres No. 6/2008 di ruang pertemuan Kantor Gubernur Kaltara, Kamis (15/8/2019).

Dia berharap, eksistensi Inpres tersebut mampu mendorong seluruh institusi pemerintahan untuk mengedukasikan bahaya dan pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved