Pengungkapan SIM dan STNK Palsu di Samarinda, Berawal dari Curanmor dan Lakalantas

Polsek Samarinda Seberang, Kota Samarinda berhasil mengungkap pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM), STNK sampai KTP palsu.

Pengungkapan SIM dan STNK Palsu di Samarinda, Berawal dari Curanmor dan Lakalantas
ISTIMEWA/finansialku
Ilustrasi - SIM 

TRIBUNKALTIM.CO - Polsek Samarinda Seberang, Kota Samarinda berhasil mengungkap pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM), STNK sampai KTP palsu. Pelaku adalah seorang pengusaha pencetakan, Adi Irsandi (41) warga  Jalan Proklamasi II, RT 55, Sungai Pinang. Ia ditangkap pada Selasa (20/8)  sekitar pukul 05.00 Wita.

Penangkapan tersangka ini berawal saat pengungkapan kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) yang ditangani Unit Reskrim Polsek Samarinda Seberang.

Dari pelaku Curanmor tersebut, polisi memperoleh keterangan bila ia mendapatkan STNK palsu dari seorang pengusaha percetakan.

Adi Irsandi (44) saat  ditangkap sedang  mempersiapkan peralatan percetakannya untuk memulai membuat kartu palsu sesuai dengan pesanan pelanggannya.

Selama menjalankan usaha pembuatan SIM, STNK dan KTP palsu, pelaku menggunakan garasi rumahnya yang dibuat seperti tempat kerja.

PEMALSUAN - Unit Reskrim Polsek Samarinda Seberang membeber barang bukti serta pelaku kasus pemalsuan SIM, STNK dan KTP, Rabu (21/8/2019). T
PEMALSUAN - Unit Reskrim Polsek Samarinda Seberang membeber barang bukti serta pelaku kasus pemalsuan SIM, STNK dan KTP, Rabu (21/8/2019). T (TribunKaltim.Co/Christoper Desmawangga)

Aktivitas pembuatan SIM, STNK dan KTP palsu itu telah dilakukannya sejak 2018. Sehari-harinya, pelaku merupakan seorang pengusaha percetakan kecil-kecilan.

Bahkan untuk membuat SIM, STNK dan KTP palsu, pelaku tidak pernah mematok tarif dari jasanya itu, hanya saja  memperoleh bayaran Rp 100 Ribu - Rp 200 Ribu.

Berbekal keahliannya menguasai aplikasi Corel Draw, serta sejumlah alat kelengkapan seperti komputer, printer, scanner, kaca pembesar, cutter dan penggaris besi, pelaku dapat membuat SIM, STNK dan KTP menyerupai aslinya.

Setiap orang yang mau dibuatkan SIM, STNK maupun KTP palsu, pelaku selalu meminta pelanggannya untuk membawa SIM dan KTP asli yang sudah tidak terpakai.

SIM dan KTP yang sudah tidak terpakai itu nanti  diamplas data-datanya, lalu diganti dengan data yang baru sesuai dengan data diri yang diberikan pelanggannya.

PEMALSUAN - Unit Reskrim Polsek Samarinda Seberang membeber barang bukti serta pelaku kasus pemalsuan SIM, STNK dan KTP, Rabu (21/8/2019).
PEMALSUAN - Unit Reskrim Polsek Samarinda Seberang membeber barang bukti serta pelaku kasus pemalsuan SIM, STNK dan KTP, Rabu (21/8/2019). (TribunKaltim.Co/Christoper Desmawangga)
Halaman
1234
Penulis: Samir Paturusi
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved