Rusuh di Papua, Ridwan Kamil Beberkan Desain Arsitekturnya untuk Alun-alun Sorong, Karena Kita NKRI
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersimpati atas peristiwa kerusuhan di Papua, beber pernah buat arsitektur untuk alun-alun Kabupaten Sorong
Penulis: Rafan Arif Dwinanto | Editor: Samir Paturusi
Ridwan Kamil menuturkan, dirinya menerapkan konsep khusus untuk menjaga perdamaian antar suku di Jawa Barat.
Konsep tersebut dinamakan silih asah, silih asih, dan silih asuh.
Artinya, dijabarkan pada peringatan Kemerdekaan kemarin, 17 Agustus di mana warga Papua ikut berpartisipasi.
Yakni dengan menampilkan tari sajojo selain kesenian asal sunda sisingaan dan lain-lain.
"Saya juga tari sajojo, saya pribadi ikuti," katanya.
Emil berharap, situasi di Jabar ini bisa meresonansi ke seluruh Indonesia.
"Bahwa semuanya harus kita duduk bersama, kita komunikasi jangan dengan kekerasan," katanya.
• Jika Papua Maju, Kelompok Bersenjata dan Politik Ini Tak Punya Jualan Lagi ke Luar Negeri
• Kondisi Papua Dikabarkan Sudah Kondusif, Tapi Polri Justru Tambah 1.200 Brimob, Ini Alasannya
• Tak Cukup Infrastruktur dan Undang-undang, Gubernur Papua Minta Perjanjian Khusus dengan Jokowi
• YLBHI Beber Puluhan Kasus Pelanggaran HAM yang Dialami Mahasiswa Papua di Perantauan
Perintah Presiden Jokowi
Presiden Jokowi mengaku terus memantau perkembangan kondisi Papua.
Tingkat pengamanan di Papua pun kini sudah diturunkan.
Jokowi juga memerintahkan Kapolri menindak secara tegas segala bentuk diskriminasi ras, etnis, dan rasis, secara tegas.
Pekan depan, Presiden Jokowi akan mengundang sejumlah tokoh masyarakat Papua untuk berdialog.
Berikut unggahan Presiden di akun Instagrammnya.
Selamat pagi. Sampai saat ini, saya terus mengikuti perkembangan di Tanah Papua, dan Alhamdulillah situasi di sana sudah kembali berjalan normal. Tingkat pengamanan di Papua pun kini sudah diturunkan.
Permintaan maaf sudah dilakukan, dan ini menunjukkan kebesaran hati kita bersama untuk saling menghormati, untuk saling menghargai sebagai saudara sebangsa dan setanah air.
Saya juga telah memerintahkan kepada Kapolri untuk menindak secara hukum tindakan diskriminasi ras dan etnis, yang rasis, secara tegas.
Minggu depan, jika tak ada halangan, saya akan mengundang para tokoh dari Papua dan Papua Barat, baik tokoh adat, tokoh masyarakat, juga tokoh agama, untuk berbicara masalah percepatan kesejahteraan di Tanah Papua.
(*)
(TribunKaltim.co/Rafan A Dwinanto)