Pemkot Samarida Siap Bayar Uang Kerohiman ke Warga Karang Mumus, Nilainya Rp 15 Juta

Hingga saat ini, pengerukan SKM segmen Gang Nibung-Jembatan Perniagaan hingga Rabu (28/8/2019), progresnya telah mencapai 96 persen.

Pemkot Samarida Siap Bayar Uang Kerohiman ke Warga Karang Mumus, Nilainya Rp 15 Juta
Tribunkaltim.co, Purnomo Susanto
Anggota TNI AD dari Korem 091/ASN Kodam VI Mulawarman saat melaksanakan pekerjaan pengerukan SKM di Gang Nibung, Jalan Dr Soetomo. 

TRIBUNKALTIM.CO SAMARINDA - Rapat Penanganan Normalisasi Sungai Karang Mumus (SKM), kembali dilangsungkan Pemerintah Kota Samarinda, di Ruang Rapat Wawali Lt. II Balaikota Samarinda, pada Rabu (28/8/2019).

Rapat ini membahas tentang tindak lanjut penanganan SKM untuk RT. 26, RT. 27, dan RT. 28 Kelurahan Sidodadi Kecamatan Samarinda Ulu.

Wakil Wali Kota Samarinda, Muhammad Barkati mengatakan,  proses perhitungan ini terus dilakukan.

Hingga saat ini, pengerukan Sungai Karang Mumus (SKM) segmen Gang Nibung-Jembatan Perniagaan hingga Rabu (28/8/2019), progresnya telah mencapai 96 persen.

Meski begitu, proses relokasi warga belum dilakukan, hal itu karena belum tuntasnya proses perhitungan uang kerohiman oleh tim appraisal.

"Hingga saat ini masih belum pasti berapa uang kerohiman yang akan diberikan, tapi kisarannya Rp 10-15 juta perbagunan," terang Barkati, saat ditemui usai Rapat tersebut di Balai Kota, Rabu (28/8/2019).

Ia menerangkan, uang kerohiman ini hanya dapat diberikan kepada warga yang memiliki bangunan dan menetap di daerah tersebut.

Dalam rapat tersebut, juga dihadiri Asisten II, Kepala Bappeda, Kepala BPKAD, Kepala PUPR, Kadis Pertanahan, Kadis Perkim, Kabag Pembangunan, Kabag Infrastruktur, Camat Samarinda Ulu, Lurah Sidodadi.

Kemudian Assisten II Sekkot Samarinda, Endang Liansyah menyebut, selama proses pengerukan, 8.800 kubik sedimen telah diangkat dari SKM sepanjang 250 meter.

Dia mengatakan, untuk melakukan percepatan proses relokasi ini, pihaknya berencana melakukan pembayaran uang kerohiman, yang akan didahulukan untuk tiga Rukun Tetangga (RT) di Kelurahan Sidodadi, yaitu RT 26, 27, dan 28. 

"Karena kalau kita tunggu tim appraisal selesai mendata semua bangunan, bisa sampai 2 bulan baru selesai. Kalau begitu kapan orang gali," tegasnya.

Meski hingga saat ini proses perhitungan jumlah anggaran yang harus dikeluarkan untuk membayar uang kerohiman masih belum diketok jumlahnya,

mantan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Samarinda ini memperkirakan, bantuan provinsi sebesar Rp. 5 miliar tidak cukup untuk membayar uang kerohiman warga. (*)

Baca Juga

Dinas Perhubungan Akan Tempat Personel Atur Truk Pengangkut Galian SKM

Lancarkan Pengerukan SKM, MJ Malik Berharap Warga di Bantaran SKM Segera Direlokasi

Lahan yang Sudah Dibebaskan di SKM Akan Segera Dibongkar Pemkot Samarinda

Perlu Dibangun Daratan Baru di SKM, Begini Penjelasan Kepala Bappeda Kaltim

Lebar SKM Tinggal Semeter, Hero : Ikam Tahu Sendiri Kalo Sulitnya Kayak Apa

Penulis: Cahyo Wicaksono Putro
Editor: Samir Paturusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved