Pilkada Balikpapan
Daftar Bakal Calon yang Diusung PDIP di Pilkada Balikpapan, Safaruddin Mencari Pendamping?
Di luar Partai Golkar, Partai Demokrasi Indoensia Perjuangan (PDIP) juga menjadi salah satu partai yang juga siap mengusung calon sendiri.
Penulis: Januar Alamijaya |
TRIBUNKALTIM.CO - Pilkada Balikpapan akan bergulir pada 2020 mendatang.
Sejumlah partai politik sudah siap-siap menimang jagoannya dalam hajatan politik memilih pemimpin baru kota Balikpapan.
Partai Golkar menjadi, satu-satunya partai yang bisa mengusung calon sendiri.
Pasalnya partai berlambang pohon beringin ini mengantongi 11 kursi di DPRD Balikpapan, yang jumlahnya lebih dari cukup untuk mengusung calon.
Di luar Partai Golkar, Partai Demokrasi Indoensia Perjuangan (PDIP) juga menjadi salah satu partai yang juga siap mengusung calon sendiri.
Raihan 8 kursi di DPRD Balikapapan membuat PDIP hanya membutuhkan 1 kursi lagi untuk bisa mengusung calon.
Belakangan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang punya 1kursi menyatakan diri bergabuing dalam fraksi PDIP di DPRD Balikpapan, yang kemungkinan juga berlanjut di Pilkada 2020.
PDIP bahkan sejak Senin (2/9/2019) sudah membuka pendaftaran Bakal Calon Pilkada 2020.
Ketua Tim Penjaringan dan Pendaftaran Bacalon Kepala dan Wakil Kepala Daerah Pilkada 2020 Balikpapan, Muhammad Bahrul Nur mengatakan berdasarkan surat instruksi DPP PDIP nomor 356, pengurus daerah diminta untuk melakukan pemetaan daerah dan penjaringan bakal calon kepala daerah dalam Pilkada serentak 2020
"Makanya kami bentuk tim 7, untuk mengurus pendaftaran dan penjaringan bacalon PDIP," ujarnya kepada Tribunkaltim.co, Senin (2/9/2019) di Sekretariat DPC PDIP Balikpapan di kawasan Sepinggan Pratama.
• 2 Faktor Ini Bikin PDIP Percaya Diri Rebut Balikpapan 1 dan 2
• Ketua PDIP Balikpapan Daftar Bacalon Wakil Walikota, Thohari Azis: Kalau Walikota Kualat Saya
• Yaser Arafat Syahrir Positif Maju Pilkada Balikpapan, Daftar di PDIP Bawa Masyarakat Beragam
Untuk diketahui, pendaftaran bakal calon (bacalon) kepala daerah partai berlambang banteng ini resmi dibuka 2-8 September 2019.
Sementara untuk pengembalian formulir dilaksanakan pada 9 sampai 17 September mendatang.
Semenjak dibuka sejumlah tokoh baik berlatar belakang politisi, pengusaha maupun agamawan sudah mengambil formulir di kantor DPC PDIP Balikpapan.
Dari serjumlah tokoh yang mendaftar, nama Safaruddin paling banyak nendapatkan atensi.
Mantan Kapolda Kaltim itu digadang-gadang bakal menjadi pesaing kuat Rahmad Mas'ud yang sebelumnya dicalonkan oleh Partai Golkar.
Safaruddin menjadi kandidat paling kuat yang bakal disorong oleh PDIP sebagai calon Walikota di PDIP.
Selain kader internal, elelktabilitas Safaruddin juga cukup tinggi di Balikpapan.
Dalam 2 kali gelaran Pemilu, Safaruddin selalu menjadi pemenang di Balikpapan.
Pertama saat dirinya mencalonkan diri menjadi Calon Wakil Gubernur Kaltim pada 2017 silam.
Berpasangan dengan Rusmadi, raihan pasangan ini menjadi yang tertinggi di Balikpapan.
Kemudian saat Pileg 2014 silam, suara dari wilayah Balikpapan turut mengantarkan Safaruddin meraih posisi di DPR RI.
Dengan status sebgai kader internal dan Ketua PDIP Kaltim restu dari DPP PDIP dan "Teuku Umar" rasa-rasanya juga tak terlalu sulit diraih.
Apalagi Safaruddin juga sukses menjaga kemenangan Jokowi di Kaltim saat Pilpres kemarin.
Safaruddin juga membuktikan keseriusannya maju pada Pilkada 2020 dalam Pilkada Balikpapan.
Anggota DPR RI wakil Kalimantan Timur ini mengambil formulir bacalon walikota Pilkada 2020 dari PDIP, yang diberikan pengurus DPC PDIP Balikpapan, Minggu (8/9/2019)
Sosok Safaruddin dikenal sebagai mantan Kapolda Kaltim dan sudah sukses raih kursi DPR RI dalam Pileg 2019 lalu.
"Seriuslah, masa main-main," tutur Safaruddin usai mengambil formulir kepada Tribunkaltim.co
Ia juga menegaskan bahwa bakal mundur dari DPR RI, bila partai memberikan mandat kepadanya untuk memenangkan Pilkada 2020 di Balikpapan.
"Oh, iya. Nanti kalau mendaftar KPU, kalau persyaratan mundur, ya mundur. Kenapa gak mau mundur? Kok sayang, dimana-mana sama. DPR mengabdi, kalau pun jadi (Walikota Balikpapan) mengabdi juga," ungkapnya.
Saaat disinggung apakah niat maju lantaran melihat momentum Ibu Kota Negara (IKN) pindah ke Kalimantan Timur, sehingga Balikpapan sebagai pintu gerbang Kaltim jadi wilayah yang potensial dipimpin.
"Sebelum itu Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur juga saya bilang mau. Bukan karena itu. Mau mengabdi. Kalau masyarakat Balikpapan mengizinkan. Berbuat sesuatu agar masyarakat Balikpapan mendapatkan kebaikan. Yang dulu susah sekolah, jadi gampang. Kesehatan terjamin. Penghasilan dan lapangan kerja terbuka lebar," ungkapnya.
Jika Safaruddin disorong menjadi Calon Walikota dari PDIP, yang menarik ditunggu adalah siapa sosok yang akan mendampinginya.
Sejauh PDIP punya 2 pilihan, yakni mengusung calon internal atau dari luar partai.
Untuk kader internal ada 2 sosok yang patut diperhitungkan, yakni Thohari Azis dan Eddy Sunardi Darmawan atau Eddy Tarmo.
Thohari Azis sendiri sudah mengambil formulir pendaftaran di PDIP.
Secara tegas ia mendeklarasikan diri mendaftar bukan sebagai bacalon walikota, melainkan wakil walikota pada Pilkada 2020 atau Pilkada Balikpapan di penjaringan PDIP.
"Rekan-rekan yang saya banggakan, hari ini memberikan formulir pendaftaran kepada saya. Saya akan patuh kepada Ketua dan pimpinan. Saya akan mengisi sebagai wakil walikota, kalau walikota kualat saya," kelakarnya, Minggu (8/9/2019) saat memberi sambutan di hadapan Tim 7 dan pengurus DPC PDIP Balikpapan, Kalimantan Timur.
Kader PDIP lainnya yang juga menjaid calon kuat mendampingi Safaruddin adalah Eddy Tarmo.
Kamis (5/9/2019) mengenakan jaket sporty merah dengan tulisan PDI Perjuangan di lengan Eddy Tarmo mengambil formulir pedaftaran di sekretariat PDIP Balikpapan, Kalimantan Timur.
Kedatangannnya disambut pengurus DPC PDIP Balikpapan, Kalimantan Timur.
Kepada Tribunkaltim.co, Eddy mengaku sebagai kader militan ingin membuktikan bahwa kader PDIP bisa berkiprah di Balikpapan dalam Pilkada 2020.
Lantaran selama ini partai berlambang banteng di setiap putaran Pilkada selalu mengusung bacalon di Pilkada Balikpapan.
"Saya berharap ini saatnya PDIP jadi kepala daerah atau wakil kepala daerah, karena selama ini kita hanya bisa mengusung. Salah satu dari kader PDIP, ada Pak Safaruddin, Mas Thohari dan saya punya kesempatan yang sama dalam Pilkada ini," ungkapnya.
Modal sekitar 15,3 ribu suara di Balikpapan yang menghantarkan Eddy duduk di parlemen Kaltim, jadi modal penting menyongsong niat berlaga di Pilkada 2020 Balikpapan.
"15.300 jadi salah satu modal ke depan. Tapi ini semua ujung-ujungnya, jadi kontestasi masyarkat juga. Selama masyarakat Balikpapan membantu saya, saya akan emban amanah itu," katanya.
Ditambahkan Eddy, dirinya sudah mendapat restu penting dari keluarga untuk mendukung niatnya maju di kontestasi politik 2020 di Balikpapan.
"Sebelum saya ke sini, saya tadi malam Samarinda-Balikpapan, saya ambil formulir, saya ketemu ibu saya minta restu dan keluarga, istri dan anak saya. Apapun (kontestasi) politik, mau Pileg kemarin restu keluarga. Terutama ibunda istri dan anak-anak," bebernya.
Selain kader internal, PDIP juga patut mempertimbangkan sosok di luar partai yang juga mendfatar di partai berlambang banteng tersebut.
Ada beberapa kandidat yang masuk dalam bursa kuat calon pendamping Safaruddin sebagai Wakil Walikota.
Misalnya saja Yaser Arafat yang juga telah mengambil formulir pendaftaran.
Pengusaha muda yang juga Ketua Kadin Balikpapan ini merasa terpanggil mendaftar di PDIP.
"Saya mewakil teman-teman terpanggil dan dipanggil sekaligus mendaoat undangan dari partai terbesar di Indonesia. Itu sebuah kehormatan mewakili teman seluruh unsur bisa hadir dan turut mendaftar," katanya, usai mengambil formulir pendaftaran, Jumat (6/9/2019).
Lebih lanjut, terkait hasil dirinya menyerahkan sepenuhnya kepada internal PDIP, soal menentukan yang bacalon terbaik.
"Apapun keputusannya saya terima secara legowo, ikhlas dan tulus. Keputusan terakhir, saya serahkan kepada Alloh SW. Intinya mengalir saja," ungkapnya.
Ditanya mengapa baru mendaftar hari ini, Yaser mennyebut hari Jumat sebagai rajanya hari bagi keyakinannya.
"Karena hari ini hari yang terbaik, yang mulia, hari jumat. Kedua bulan juga baik, yakni muharam. Saya kira ini waktu yang terbaik," ucapnya.
Disinggung apakah bakal mendaftar di penjaringan partai lain, Ketua Kadin Balikpapan ini mengatakan kemungkinan bisa saja terjadi.
Ia menyebut kedatangannya mendaftar PDIP tak lepas dari undangan partai belambang banteng tersebut.
Ditambah lagi, pernah bertemu dan diminta Ketua DPD PDIP Kalimantan Timur Irjen Pol (purn) Safaruddin untuk ikut dalak penjaringan bacalon kepala daerah melalui PDIP.
Saosok lainnya yang juga patut dilirik jika PDIP ingin menambah koalisi saat pencalonan nanti adalah Sabaruddin Panrecalle.
Islahnya PDIP dan Gerindra di pusat juga berimbas ke daerah.
Sabaruddin Panrecalle juga sudah mengambil formulir pendaftaran bakal calon (bacalon) kepala daerah Pilkada 2020 yang dibuka PDIP Balikpapan sejak Senin (2/9/2019) lalu.
Kepada Tribunkaltim.co, Sabaruddin yang diproyeksikan Gerindra sebagai bacalon kepala daerah di Pilkada 2020 Balikpapan, mengatakan pihaknya mengikuti jejak DPP Gerindra yang telah melakukan silaturahmi politik pasca Pilpres 2019.
"Kita melihat DPP telah membuka silaturahmi, kenapa di daerah tak memulai.
Hampir 10 kabupaten/kota di Kaltim, Balikpapan yang pertama mengikuti jejak DPP.
Kalau DPP mengatakan pertemuan nasi goreng. Kalau kita pertemuan nasi kuning," ungkap Sabaruddin.
Satu sosok lagi dari kalangan eksternal PDIP yang juga layak dipertimbangkan adalah Ahmad Basir.
Nama pengusaha ini juga mencuat dalam bebrapa waktu terakhir.
Selain sebagai pengusaha, Ahmad Basir juga dikenal sebagai kader Partai Nasdem.
Kedua partai ini juga dikenal sebagai "teman dekat" koalisi di tingkat nasional.
Ahmad Basir atau AHB, politisi NasDem jadi yang pertama mendaftar ke PDI Perjuangan untuk bertarung di Pilkada Balikpapan, disambut Thohari Aziz
Ahmad Basir (AHB), politisi asal NasDem, mendaftar ke PDI Perjuangan Balikpapan, Rabu (4/2019).
Ia memang merencanakan sejak awal untuk mendaftar paling pertama, untuk membuktikan komitmen dan kesungguhan maju di Pilkada Balikpapan, 2020 mendatang.
"Ditelpon media.Saya kalau bisa yang pertama.Yang baik disegerakan. Semoga PDIP berkenan menerima jadi salah satu calon yang mendaftar di PDIP perjuangan. Perpaduan PDI Perjuangan dan NasDem ideal menurut saya. Teman PDI Perjuangan dan saya tak asing lagi," ungkapnya.
(*)
• Eddy Tarmo Kader Pertama Daftar Bacalon di Penjaringan PDIP, Beber Modalnya Maju Pilkada Balikpapan
• Rudi Masud dan Adi Darma Mendaftar ke PDIP tuk Pilkada Bontang, Ketua DPC Target Usung 4 Kandidat
• Pilkada Balikpapan Safaruddin Bakal Daftar Belakangan, Didorong Maju Kader PDIP Seluruh Kaltim
• PDIP Resmi Buka Pendaftaran Bacalon Pilkada 2020, Berminat jadi Walikota? Catat 15 Persyaratannya
• Menuju Pilkada 2020, PDIP Kaltim: Pendaftaran Bakal Calon Dibuka hingga 19 September 2019
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/safaruddin-maju-pilkada.jpg)