Berita Eksklusif

Rutin Minum Rebusan Air Bajakah Dua Kali Sehari, Ini yang Terjadi Pada Tumor di Payudara Fitri

Fitri pengidap tumor di payudara rutin mengonsumsi rebusan air Bajakah dua hari sekali. Ini yang terjadi pada tumornya

Rutin Minum Rebusan Air Bajakah Dua Kali Sehari, Ini yang Terjadi Pada Tumor di Payudara Fitri
Dok Tribun Kaltim
Bajakah di Penajam Paser Utara 

Harganya pun variatif.

Patokan harga ditentukan masing-masing pedagang yang menjual.

Tampaknya, mereka memiliki pasar masing-masing.

Tribun pun mencoba menghubungi salah satu pedagang di media sosial yang mengiklankan akar Bajakah , baik dalam bentuk batang maupun sudah dikemas.

Pedagang mencantumkan kontak yang bisa dihubungi di sana.

"Saya jual Rp 150.000 per kilogram sudah dikupas dan dikeringkan," kata AS, pemilik akun Facebook, Rabu (18/9).

Akun lain dengan username inisial A, mematok harga lebih murah.

 Penjualan Bajakah Kini Marak dan Harganya Fantastis, Jangan Asal Konsumsi dan Bahaya Bila Salah

 Diserbu Ribuan Pertanyaan Soal Khasiat Bajakah untuk Kanker, Aiman Akhirnya Beri Penjelasan Penting

Lima belas batang akar Bajakah sepanjang 30 centimeter, ia badrol Rp 100.000 saja.

Ia juga menyertakan dokumentasi kemasan barang yang sudah dikirim ke sejumlah wilayah Indonesia.

"Murah saja, saya sudah kirim kemana-mana mulai Papua, Jawa Timur, Jogjakarta dan lainnya," ungkapnya kepada Tribun.

Pedagang lainnya juga mematok harga berbeda. Satu bungkus berisi setengah kilogram akar Bajakah kering siap konsumsi, dijual Rp 50.000, belum termasuk ongkos kirim.

"Jika membeli dua bungkus, bebas ongkos kirim," ucapnya melalui sambungan telepon.

Barang tersebut, dalam keadaan ready atau siap jual apabila sewaktu-waktu menerima pesanan.

Digratiskan

Berbeda dengan masyarakat yang memanfaatkan kayu Bajakah untuk kepentiangan komersial, ada salah seorang yang justru menggratiskan air rebusan Bajakah.

Ia adalah Ketua Adat Dayak Kabupaten Penajam Paser Utara Helana.

Helana yang saat ini menjabat Kepala Seksi Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik pada Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Penajam Paser Utara menjelaskan, bahwa akar Bajakah sudah lama ada di hutan Benuo Taka.

Setelah viral, muncul inisiatif darinya membantu orang yang membutuhkan.

 Khasiatnya untuk Kanker Payudara Mengemuka, Info Penjualan Kayu Bajakah dan Harga Mulai Beredar

 Nenek Penderita Kanker Payudara yang Sudah Tidak Ada Harapan Sembuh Berkat Rebusan Kayu Bajakah

"Terinspirasi dari keluarga kami, banyak yang meninggal karena kanker, termasuk ayah saya, ipar dan tante saya.

Berangkat dari kejadian di masa lalu, kami sekeluarga bersepakat membantu orang-orang yang membutuhkan, artinya orang yang terkena tumor dan kanker," katanya, Senin kemarin.

Akar Bajakah, ia peroleh dari hutan dan kebun keluarga besarnya.

Setiap harinya, Helena merebus dua galon air akar Bajakah.

Kepada warga yang meminta, ia memberi dengan takaran satu minggu konsumsi, yakni 4 botol, karena khawatir air tersebut akan basi jika terlalu banyak.

"Satu hari, air rebusan sebanyak dua galon itu selalu habis," imbuhnya.

Helena membagi dalam bentuk air rebusan tanpa alasan.

Bercermin dari pengalamannya yang memberikan akar Bajakah nyatanya tidak terlalu efektif.

Banyak masyarakat yang terlalu sibuk sehingga tidak sempat mengelolanya.

"Ketika saya tanya, sudah sejauh mana perkembangan untuk mengonsumsi akar Bajakah?

Ada yang mengaku tidak sempat menjemur, merebus dan sebagainya.

Sehingga saya siapkan dalam bentuk air siap minum.

Sehingga tidak ada alasan lagi mereka tidak konsumsi," tuturnya.

Penjualan Kayu Bajakah di Berau Makin Marak, BKSDA Khawatir Picu Kerusakan Ekosistem Hutan

Ada Kayu Bajakah di Hutan Penajam, Bupati Abdul Gafur Masud Ingatkan Tetap Jaga Kelestarian Alam

Beberapa minggu setelah ia menggratiskan air rebusan Bajakah, jumlah masyarakat Penajam Paser Utara yang menderita tumor dan kanker.

Namun tidak berobat secara medis, dan mengandalkan pengobatan tradisional cukup banyak.

Helena menyayangkan masyarakat yang mengambil akar tumbuhan Bajakah, selain di hutan dan kebun sendiri, lalu memperjualbelikan.

Ia berpendapat, akan lebih berkah jika akar tersebut dipergunakan untuk membantu orang yang membutuhkan tanpa iming-iming.

Ia khawatir, jika ada masyarakat yang membeli barang palsu dengan harga mahal.

Olehnya itu, Helena tidak keberatan memberi secara gratis.

Jika ada masyarakat yang membutuhkan.

Selagi stoknya masih ada.

Untuk masyarakat di luar Penajam Paser Utara, ia menyiapkan akar Bajakah kering.

"Dari Aceh, Sumatra, Jawa sampai Bali, saya kirimkan semua, meskipun saya tidak kenal.

Yang jelas melampirkan foto pasien dan KTP pasien.

Saya kirim gratis melalui ekspedisi dan menggunakan jasa kirim yang ongkirnya mereka yang bayar," tambahnya. 

Sedangkan warga Penajam Paser Utara, bisa langsung ke Kantor Kominfo Penajam Paser Utara atau di rumahnya di Perumahan Korpri, RT 07 Blok 2 J Nomor 6, Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam. (*)

 

Penulis: Heriani AM
Editor: Rafan Arif Dwinanto
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved