Aksi Tolak Revisi UU KPK di DPRD Kaltim Berakhir Ricuh, Dosen Unmul: Over Acting

Para dosen Universitas Mulawarman menyayangkan aksi tolak revisi UU KPK yang berlangsung di DPRD Kaltim berakhir ricuh

Aksi Tolak Revisi UU KPK di DPRD Kaltim Berakhir Ricuh, Dosen Unmul: Over Acting
TRIBUN KALTIM / CHRISTOPER D
TOLAK REVISI UU KPK - Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Kaltim Bersatu menggelar aksi tolak RUU KPK di depan DPRD Kaltim, Senin (23/9/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Aksi tolak revisi UU KPK, Senin (23/9/19) di depan gedung DPRD Kaltim, berakhir ricuh.

Bentrok antara aparat dan mahasiswa ini menuai tanggapan beberapa pihak.

Termasuk para dosen Universitas Mulawarman.

Unjukrasa Ricuh, Puluhan Pasang Sepatu Mahasiswa Tertinggal di DPRD Kaltim, Dipakai Lempar Aparat

Update, Data PMI 7 Mahasiswa Alami Luka-luka usai Kericuhan Tolak RUU KPK di Depan DPRD Kaltim

Pasca Kericuhan Tolak RUU KPK, Sejumlah Kerusakan Terjadi di Sisi Depan DPRD Kaltim

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik atau Fisipol, Universitas Mulawarman, Sonny Sudiar turut dalam aksi menolak revisi UU KPK, bersama ratusan mahasiswanya.

Sonny Sudiar pun menyatakan kekecewaannya terkait aksi yang berujung ricuh tersebut.

"Dari pengamatan saya indikasi-indikasi ricuh sudah terlihat sejak awal aksi.

Yang saya kecewakan itu upaya aktualisasi diri mereka (mahasiswa) mengarahkan dan memanfaatkan massa mereka yang besar itu untuk merangsek masuk.

Padahal sebelumnya beberapa anggota DPRD Kaltim yang saya temui seperti Pak Rusman Yaqub, Pak Sabarudin, Pak Martinus, Pak Jahidin, Pak Sigit, termasuk Pak Masykur Sarmian sudah bersedia menemui.

Tapi kan tidak mungkin semuanya bisa masuk dan bertemu" ucapnya.

"Saya lihatnya ya over acting.

Halaman
1234
Penulis: Faris Dzulfiqar Fasya
Editor: Rafan Arif Dwinanto
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved