Darurat Kabut Asap

Kapolres Berau: Aturan Bakar Lahan Jangan Sampai Jadi Tameng Oknum Tak Bertanggung Jawab

Menanggapi usulan Pemkab Berau untuk menyusun Perbup tentang tata cara membakar lahan, Kapolres Berau AKBP Pramuja Sigit Wahono mengaku dilematis.

Kapolres Berau: Aturan Bakar Lahan Jangan Sampai Jadi Tameng Oknum Tak Bertanggung Jawab
TRIBUN KALTIM/ GEAFRY NECOLSEN
Jajaran Polres Berau dan TNI sejak bulan Agustus 2019 lalu berjibaku dengan api yang melahap ratusan hektare hutan dan lahan yang menyebabkan bencana kabut asap. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Menanggapi usulan Pemkab Berau untuk menyusun Peraturan Bupati tentang tata cara membakar lahan, Kapolres Berau AKBP Pramuja Sigit Wahono mengaku menghadapi situasi yang dilematis.

Pasalnya, menurut Kapolres Berau, ada dua aturan yang saling bertolak belakang. “Memang ada perbedaan hukum dalam kasus ini (membuka lahan pertanian dengan cara dibakar).

Undang-undang perkebunan diperbolehkan, sementara undang-undang lingkungan hidup melarang,” kata Kapolres Berau, AKP Pramuja Sigit Wahono.

Wakil Bupati Berau Usulkan Perbup Tentang Tata Cara Bakar Lahan untuk Pertanian, Ini Alasannya

Kisah Kapolres Berau Hadapi Kabut Asap Karhutla, Setiap Malam Dapat Peringatan dari Polda Kaltim

Hujan Turun, Kabut Asap Berkurang, Warga Kabupaten Berau Suka Cita Ikut Car Free Day

Hujan Turun, Kabut Asap Berkurang, Warga Kabupaten Berau Suka Cita Ikut Car Free Day

Pramuja Sigit Wahono pun menolak rencana Pemkab Berau tentang rencana menyusun peraturan bupati tentang pembakaran lahan untuk pertanian ini.

Alasannya, kepolisian tidak ingin, aturan ini disalahgunakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. “Jangan sampai aturan ini dijadikan tameng oleh para pelaku pembakaran lahan yang menyebabkan kebakaran hutan dan lahan,” tegas Kapolres.

Apalagi, menurutnya, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dan Polda Kalimantan Timur memberikan diskresi (kebijakan) kepada jajarannya, untuk semaksimal mungkin mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang akhir-akhir ini menimbulkan bencana kabut asap di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Kabupaten Berau sendiri.

Seperti diketahui, selama dua pekan, aktivitas penerbangan di Bandara Kalimarau, Kabupaten Berau nyaris lumpuh total karena bencana kabut asap. Bencana ini memberikan efek domino yang sangat siginifikan.

Mulai dari penurunan jumlah kunjungan wisatawan, penurunan okupansi hotel, hingga Pemkab Berau sempat meliburkan kegiatan belajar mengajar.

Dampak yang negatif yang masif dari aktivitas pembakaran lahan ini, yang menurut Kapolres Berau AKBP Pramuja Sigit Wahono yang harus dihindari.

Karena itu, kata Pramuja Sigit Wahono, dalam kasus-kasus kebakaran hutan dan lahan ini, pihaknya melakukan tindakan represif. Mereka yang kedapatan membakar lahan langsung diamankan dan ditetapkan dari tersangka.

Tak Hanya Ganggu Penerbangan, Kabut Asap Juga Berdampak pada Aktivitas Pelayaran di Berau

Bupati dan Ribuan Warga Sudah Salat Istisqa, BMKG Berau Prediksi Bakal Turun Hujan Besok

Polres Berau Tetapkan 9 Tersangka Karhutla, Baru 7 Pelaku yang Ditangkap, Ini Barang Buktinya

Ketua PMI Berau: Tidak Ada Setetes Darah pun yang Kami Beli dan Jual, Kami Bekerja Demi Kemanusiaan

Sejauh ini, Polres Berau telah menetapkan 9 orang tersangka dalam sejumlah kasus pembakaran hutan dan lahan. 8 tersangka dari kasus pembakaran lahan di Kecamatan Tabalar 1 orang dari kasus pembakaran lahan di Kecamatan Kelay.

Polres Berau, kata Pramuja Sigit Wahono, akan menindak tegas siapapun pelaku pembakaran lahan yang menyebabkan kebakaran hutan dan merugikan kepentingan umum.

Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau menyebutkan, sudah 450 hektare hutan dan lahan yang habis dilalap api.

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Rita
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved