5 Fakta Demo Mahasiswa di Kendari Memakan Jiwa, dari Kronologi Hingga Tanggapan Istana

Bentrokan massa mahasiswa dengan aparat kepolisian memakan korban jiwa. Randi (21), mahasiswa Universitas Halu Oleo tewas diduga tertembak

Ada yang berupaya masuk ke dalam Gedung DPRD.

"Ada sebagian elemem mahsiswa yang memaksakan kehendaknya untuk masuk ke gedung DPRD. Ada sebagian elemen yang bersedia audensi," ujar Harry.

Kericuhan mulai terjadi, sekitar pukul 15.30 dari kerumunan massa, diketahui ada mahasiswa yang terluka.

Mahasiswa itu dibawa ke Rumah Sakit Korem yang paling dekat denga DPRD Sultra untuk mendapat perawatan.

"Pada saat dibawa dan sudah berada di korem dan dilakukan tindakan medis dokter korem, (mahasiswa ) sudah meninggal," ujar Harry.

Harry mengatakan belum mengetahui pasti penyebab luka di dada korban.

Saat ini jenazah dibawa dari RS Korem ke RS Kendari untuk dilakukan otopsi.

TOLAK REVISI UU KPK — Demonstran dari Aliansi Mahasiswa September Berdarah (AMPERA) menggelar aksi unjuk rasa di Halaman Kantor Sekretariat DPRD Bontang, Kamis (26/9/201).
TOLAK REVISI UU KPK — Demonstran dari Aliansi Mahasiswa September Berdarah (AMPERA) menggelar aksi unjuk rasa di Halaman Kantor Sekretariat DPRD Bontang, Kamis (26/9/201). (TribunKaltim.Co/Ikhwal Setiawan)

2. Dilarikan ke RS dalam Keadaan Kritis

Sersan Mayor Salam SR, salah satu tim medis RS Ismoyo menjelaskan, Randi dibawa ke Unit Gawat Darurat sekitar pukul 15.00 Wita.

Setibanya di rumah sakit, Randi sudah dalam keadaan kritis.

Halaman
1234
Editor: ade mayasanto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved