Breaking News:

Ancam Bunuh Mantan Istri Lewat SMS, Pelaku Diamankan Satreskrim Polsekta Samarinda Kota

Unit Satuan Reskrim Polsekta Samarinda Kota mengungkap perkara tindak pidana pemerasan dan pengancaman.

TRIBUNKALTIM.CO/ CAHYO WICAKSONO
Pelaku Dedy Irawan (mantan suami), warga Jl. Jelawat, Gg. Buntu, Rt.07 Kel. Sidodamai, Kota Samarinda, yang diamankan oleh jajaran Sat. Polsekta Samarinda Kota. 

TRIBUNKALTIM.CO SAMARINDA - Ancam Bunuh Mantan Istri Lewat SMS, Pelaku Diamankan Satreskrim Polsekta Samarinda Kota

Unit Satuan Reskrim Polsekta Samarinda Kota mengungkap perkara tindak pidana pemerasan dan pengancaman.

Pelaku sebagaimana dimaksud, dijerat dalam pasal 368 ayat (1) KUH Pidana, dengan pidana penjara paling lama 9 tahun.

Profil Violis Muda Samarinda, Anastasya Leoni, Konser di Aula Rumjab Walikota Sabtu (12/10/2019)

Bentuk Kampung Pencegahan Dini Kebakaran, Disdamkar Samarinda Gelar Edukasi Alat Pemadam Api Ringan

Daftar Susukan Alat Kelengkapan DPRD Samarinda, Periode 2019-2024, Siswadi: Sesuai Prosedur

Disdamkar Samarinda Rangkul Mitra Kerja, Membentuk Kampung Pencegahan Dini Kebakaran

Pengungkapan tersebut dilaksanakan, saat Sat Reskrim Polsekta Samarinda Kota.

Yuliana (38), warga Jalan Sei Kapih Rt.05 Kel. Sei Kapih Kec. Sambutan Kota Samarinda,

yang melaporkan bahwa dirinya mendapat sejumlah pesan melalui (Short Message Service) SMS,

dengan nada ancaman dari pelaku Dedy Irawan (mantan suami),

warga Jl. Jelawat, Gg. Buntu, Rt.07 Kel. Sidodamai, Kota Samarinda, yang meminta sejumlah uang kepadanya.

"Benar pada hari Sabtu tanggal 21 September 2019, pukul 12.20 wita telah terjadi perkara pemerasan dan pengancaman di tempat kejadian perkara (TKP), di Jl. Bhayangkara, tepatnya di SD 002, Kelurahan Bugis Samarinda," ucap Ipda Abdillah Dalimunthe, Kanit Reskrim Polsekta Samarinda Kota, Jumat (11/10/2019).

Dalimunthe menceritakan, awal mula kejadian tersebut, terjadi saat antara korban dan pelaku yang sempat berstatus sebagai pasangan suami istri ini resmi bercerai.

Hal itulah yang hubungan antara keduanya tidak harmonis,

hingga pelaku beberapa kali mengirimkan pesan, yang berisi ancaman pembunuhan, bila korban tak memberikan uang sebesar Rp. 9 jt.

"Awal mula kejadian bahwa antara korban dan pelaku yang mana sudah secara resmi bercerai.

Kemudian pelaku sudah beberapa kali melalui media handpone dengan mengirim sms dengan nada ancaman dan akhirnya pelaku mendatangi korban

dan meminta uang dengan alasan untuk membayar hutangnya dan apabila korban tidak memberi maka diancam akan dibunuh.

Akhirnya korban memberikan uang dengan total sebesar  Rp. 9.000.000 (sembilan juta rupiah)," paparnya.

Dengan adanya kejadian tersebut, Dhalimunthe mengatakan, bahwa korban merasa dirugikan dan keberatan kemudian melaporkan ke Polsek Samarinda Kota.

"Karena merasa keberatan dengan pesan bernada ancaman tersebut, maka korban melaporkan ke kami,

dan langsung kami tindaklanjuti, dan mengamankan pelaku pada hari Sabtu (21/9/2019) lalu, sekira pukul 12.20 wita, di Jalan Bhayangkara tepatnya di SD.002 Kel. Bugis Kota Samarinda," ungkapnya.

Dari pengungkapan tersebut dijelaskan, jajaran Sat. Resta Polsekta Samarinda dengan memiliki bukti berupa 1 (satu) lembar hasil cetak percakapan melalalui media sms,

antara pelaku kepada korban yang bernada ancaman, yang sesuai dalam pasal 368 ayat (1) KUH Pidana, dengan pidana penjara paling lama 9 tahun. 

Terungkap Ada 10 Titik Kawasan Kumuh di Kota Samarinda, Ini Lokasinya

Informasi Daftar Harga Rata-rata Eceran dan Grosir Komoditi Pangan di Pasar Tradisional Samarinda

Tim Penjaringan DPC PDIP Gelar Silaturahmi, Undang 12 Kandidat Bakal Cawali dan Cawawali Samarinda

Pelajar SMP Fastabiqul Khairat Samarinda Merasa Sukar Bercampur Senang Membuat Cangkang Ketupat

Penulis: Cahyo Wicaksono Putro
Editor: Rita Noor Shobah
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved