Pupuk Kaltim

NPK Pelangi Pupuk Kaltim, Pilihan Terbaik untuk Hasil Panen Melimpah

Peningkatan hasil produksi juga terjadi pada komoditas tomat jenis Servo F1, yang dibudidaya Kelompok Tani Agro Lestari Kelurahan Bontang Lestari

NPK Pelangi Pupuk Kaltim, Pilihan Terbaik untuk Hasil Panen Melimpah
HO - Humas PKT 
Pupuk Kaltim hadirkan beragam produk berkualitas dalam mendorong produktivitas untuk meningkatkan hasil pertanian masyarakat.  

TRIBUNKALTIM.CO - Dukung program ketahanan pangan Nasional melalui pemenuhan pupuk di 2/3 wilayah Indonesia, Pupuk Kaltim hadirkan beragam produk berkualitas dalam mendorong produktivitas untuk meningkatkan hasil pertanian masyarakat.

Salah satunya NPK Pelangi, yang teruji mampu meningkatkan produktivitas lahan dan kapasitas produksi hasil pertanian. 

Hal itu diakui petani di berbagai wilayah distribusi Pupuk Kaltim, melalui ujicoba pada program Demonstration Plot (Demplot) berbagai komoditas yang dilaksanakan secara berkesinambungan, diantaranya komoditas padi Kelompok Tani Makmur di Kabupaten Jember Jawa Timur, yang mengalami peningkatan hasil panen mencapai 30% per hektare, hasil ujicoba demplot pada dua varietas, yakni Sertani 9 mencapai 9,5 ton per hektare dan Logawa sebesar 10,6 ton per hektare. 

Bangun Sinergi dan Kekompakan dengan Mitra Kerja, Pupuk Kaltim Buka Bahari CUP 2019

Dukung Pemerintah Berantas DBD, Pupuk Kaltim Kerahkan 9 Alat Fogging Asapi 4 Kelurahan Bontang

Pupuk Kaltim Serahkan Teknologi Pemilah Sampah, Dorong Pemanfaatan Limbah Bernilai Ekonomis

Ada pula komoditas Bawang Merah di Desa Ambalawi Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, hasil panen meningkat hingga 30% per hektare dengan masa tanam 50 hari,

dari sebelumnya produktivitas bawang merah setempat hanya mampu 15 ton per hektare, berkat pemupukan seimbang NPK Pelangi hasil panen tembus 20 ton per hektare.

“Umbi bawang juga lebih besar dari biasanya. Itu baru 50 hari, kalau menyesuaikan masa tanam 70 hari saya yakin panennya juga jauh lebih tinggi,” ucap Damrus, salah satu petani bawang merah Desa Ambalawi. 

Peningkatan hasil produksi juga terjadi pada komoditas tomat jenis Servo F1, yang dibudidaya Kelompok Tani Agro Lestari Kelurahan Bontang Lestari Kota Bontang, di atas lahan seluas 3/4 haktare.

Komposisi NPK Pelangi yakni 20-10-10 dan 16-16-16 yang dianjurkan untuk tanaman pangan dan hortikultura, seperti padi, jagung, cabai, tomat, kubis dan berbagai jenis tanaman sayur.
Komposisi NPK Pelangi yakni 20-10-10 dan 16-16-16 yang dianjurkan untuk tanaman pangan dan hortikultura, seperti padi, jagung, cabai, tomat, kubis dan berbagai jenis tanaman sayur. (HO - Humas PKT )

Memasuki panen ke-5 mampu mencapai 1 ton tomat, dengan rata-rata 1,2 Kilogram (Kg) per batang. Jumlah tersebut di luar hasil 2,1 ton pada empat kali panen sebelumnya.

“Ada perbedaan hasil sekitar 40% lebih tinggi dari sebelum menggunakan NPK Pelangi. Meski harga lebih tinggi dari pupuk subsidi, tapi pemakaian jauh lebih hemat dan hasil pun meningkat drastis,” papar Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Bontang Bambang Tridaryono, saat ditemui pada panen raya tomat beberapa waktu lalu. 

Superintendent Komunikasi Produk Departemen Pelayanan dan Komunikasi Produk (Yankomduk) Pupuk Kaltim Ludvi Widodo, menyebut program demplot NPK Pelangi digencarkan Perusahaan untuk mengedukasi para petani melalui pola pemupukan berimbang, sekaligus membuktikan langsung keunggulan produk Non Subsidi dari Pupuk Kaltim dengan peningkatan hasil produksi.

Komposisi NPK Pelangi 12-12-17-2, 15-15-6-4 dan 12-6-27-4 untuk jenis tanaman perkebunan seperti kelapa sawit, kakao, karet dan sebagainya.
Komposisi NPK Pelangi 12-12-17-2, 15-15-6-4 dan 12-6-27-4 untuk jenis tanaman perkebunan seperti kelapa sawit, kakao, karet dan sebagainya. (HO - Humas PKT )
Halaman
123
Editor: Ardian Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved