Upah Tak Kunjung Dibayar, Buruh Pabrik Plywood di Samarinda Geruduk Kantor Perusahaan
Upah Tak Kunjung Dibayar, Buruh Pabrik Plywood di Samarinda Geruduk Kantor Perusahaan
Penulis: Christoper Desmawangga | Editor: Rita Noor Shobah
"Aktivitas terhenti, sepekan kedepan mungkin bisa normal lagi," tuturnya.
Sementara itu, Florida (52) salah satu buruh mengaku, dirinya butuh uang bukan janji-janji.
Pasalnya, wanita empat anak itu butuh untuk membayar sewa rumah dan biaya kuliah anaknya.
"Kami butuh duit, mau bayar rumah, kuliah anak dan makan.
Tolong dibantu, kami ini hanya buruh kecil. Kalau tidak terealisasi hari ini,
kami tidak percaya lagi sama Gubernur," ucapnya yang telah bekerja selama 16 tahun di perusahaan produksi plywood tersebut.
Selain upah yang tidak kunjung dibayarkan,
dirinya juga mempertanyakan kemana uang hasil pemotongan gaji mereka yang harusnya dibayarkan untuk BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan.
BACA JUGA
Tunggu Pembeli di Pinggir Jalan Daerah Samarinda, Buruh Ini Diamankan Beserta Ribuan Pil Double L
Video Viral di Facebook, Wanita Mabuk Buka Baju di Jalan dan Pukul Lelaki, di Samarinda Juga Ada
Daftar Harga Eceran & Grosir Komoditi Pangan di Pasar Tradisional Samarinda Hari Senin (28/10/2019)
"BPJS dan JHT juga tidak dibayarkan, kemana uang kami yang selalu dipotong perusahaan.
Keluarga kami mau berobat kesulitan, bahkan ada yang tidak bisa pulang karena tidak ada biaya," tuturnya.
Massa aksi hingga saat ini masih berada di sekitar kantor utama PT RRL, menunggu pembayaran upah para buruh. (*)