Di Depan Jokowi & Media, Mahfud MD Sebut Pernyataan Berbeda Soal Perppu KPK, Ini Kata Eks Staff JK

Di depan Jokowi & Media, Mahfud MD sebut pernyataan berbeda soal Perppu KPK, Ini kata eks staff Jusuf Kalla

Di Depan Jokowi & Media, Mahfud MD Sebut Pernyataan Berbeda Soal Perppu KPK, Ini Kata Eks Staff JK
Tribunnews
Di Depan Jokowi & Media, Mahfud MD Sebut Pernyataan Berbeda Soal Perppu KPK, Ini Kata Eks Staff JK 

TRIBUNKALTIM.CO - Di depan Jokowi & Media, Mahfud MD sebut pernyataan berbeda soal Perppu KPK, Ini kata eks staff Jusuf Kalla.

Sosok Mahfud MD kembali menjadi sorotan usai memberikan pernyataan terkait Perppu KPK.

Terungkap pernyataan yang dilayangkan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan ( Menkopolhukam ) Mahfud MD terkait tuntutan Penerbitan Perppu KPK di depan Presiden Jokowi dan media beberapa waktu lalu, berbeda.

Ahok dan Antasari Kembali Menguat Calon Dewan Pengawas KPK, Begini Kata Jokowi Soal Pilihannya

Diungkap Mantan Wapres JK, Keterangan Mahfud MD Soal Perppu KPK di Media Berbeda saat Depan Jokowi

Pratikno Bocorkan Kriteria Dewan Pengawas KPK, Antasari Azhar Menguat, Peluang Ahok Ada di Jokowi

Hal ini disampaikan mantan Staf Khusus Wakil Presiden Jusuf Kalla, Azyumardi Azra di channel YouTube Realita TV.

Azyumardi Azra menuturkan ucapan yang dilayangkan Menkopolhukam, Mahfud MD di depan Presiden Jokowi dan media berbeda.

Hal ini terjadi saat Azyumardi Azra, Mahfud MD bersama rombongan lainnya menemui Jokowi di istana.

Pertemuan itu guna membahas langkah yang harus diambil berkaitan dengan tuntutan Penerbitan Peraturan Pengganti Undang-Undang KPK ( Perppu KPK ).

Melansir TribunPapua dari channel YouTube Realita TV pada Minggu (4/11/2019) via TribunWow.com, Azyumardi Azra menuturkan kala itu Mahfud MD yang belum menjabat menjadi Menkopolhukam memberi banyak masukan kepada Jokowi.

Mahfud MD dan tokoh lain yang memiliki kesempatan berbicara menyetujui perppu yang bisa menyelamatkan KPK.

"Revisi itu melemahkan KPK dalam berbagai seginya sehingga kemudian dengan pelemahan KPK itu maka kemudian pemberantasan korupsi, penciptaan pemerintahan yang bersih dari KKN itu tidak akan tercapai," jelas Azra.

Halaman
1234
Editor: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved