Pemkab Kutim Teken Kerja Sama dengan PLN, Akhir 2019, 13 Desa di Kutai Timur Segera Nikmati Listrik
Pemkab Kutim Teken Kerja Sama dengan PLN, Akhir 2019, 13 Desa di Kutai Timur Segera Nikmati Listrik
Rahmadin mengatakan PLN berharap seluruh desa di Kutai Timur, secara bertahap dapat menikmati listrik PLN. Tahun 2019 ini, ada 13 desa yang mendapatkan penerangan dari PLN.
“Penyalaan seluruh desa terutang dalam roadmap yang sudah disusun sampai 2023.
Dengan harapan pada tahun itu, semua desa sudah menyala. Tahun ini, di Kutim awalnya ada 12 desa, tapi karena ada penambahan ditambah lagi, jadi 13 desa,” ungkap Rahmadin.
BACA JUGA
Pemkab Kutim Bahas APBD 2020, Gaji PNS Kutai Timur Langsung Dianggarkan untuk 14 Bulan
BOS & BKSDA Kaltim Lepasliarkan 3 Orangutan, Genap 118 Orangutan Menghuni Hutan Kehje Sewen Kutim
Sebesar Inilah Persyaratan Minimal Dukungan Calon Perseorangan dalam Pilkada Kutim Kalimantan Timur
Duo Kutim Ikut Ajang International Model United Nation di Singapura, Ini yang Akan Mereka Dilakukan
Ke-13 desa tersebut, terbagi di beberapa kecamatan. Kecamatan Kaubun, ada tiga desa, Bumi Rapak, Bumi Etam dan Bumi Jaya. Kecamatan Sangkulirang, Desa Maloy, di Bengalon ada dua desa, yakni Tepian Baru dan Tepian Indah.
Di Kecamatan Kaliorang, ada di Desa Selangkau, di Kecamatan Telen, ada dua di Desa Juk Ayak dan Muara Pantun, di Kecamatan Long Mesangat, ada di Segoi Makmur dan tambahan Sikka Makmur serta Mukti Utama, di Busang ada Long Lees.
“Dari 13 desa yang sedang dikerjakan tahun ini, delapan desa sudah selesai secara fisik.
Tinggal lima desa lagi masih on progres. Targetnya di akhir 2019 semua sudah selesai dan bisa dinikmati masyarakat,” ujar Rahmadin.
Pada 2020 mendatang, menurut Rahmadin, ada delapan desa lagi yang mendapat penerangan PLN, 2021 ada 14 desa, di 2022 ada 25 desa dan di 2023 ada 10 desa.
Meski demikian, Rahmadin mengungkapkan beberapa permasalahan yang kerap timbul dan menjadi penghambat percepatan penyambungan listrik.
Yakni masalah ganti rugi tanam tumbuh di sekitar jaringan listrik PLN. Satu di antaranya di Desa Tepian Baru dan Tepian Indah.
“Pekerjaan PLN tidak hanya sampai pada pembangunan jaringan dan listrik menyala. Tapi ada pemeliharaan. Ketika ada tanam tumbuh yang mengenai jaringan, itu harus dibersihkan,” kata Rahmadin. (*)
Langganan berita pilihan tribunkaltim.co di WhatsApp klik di sini >> https://bit.ly/2OrEkMy
