Kejati Sudah Kantongi Data Persoalan Pertambangan di Kaltim, Bentuk Tim Satgas Penindakan Hukum

Kejati Sudah Kantongi Data Persoalan Pertambangan di Kaltim, Bentuk Tim Satgas Penindakan Hukum

Editor: Samir Paturusi
Tribunkaltim.Co/Ichwal Setiawan
KOMITMEN -- Kajati Kaltim, Chaerul Amir (tengah) bersama perwakilan Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Helmi membangun komitmen penegakan hukum dari kasus-kasus pertambangan di Kaltim. 

IKN di Kaltim, Pertumbuhan Penduduk Dikhawatirkan Tak Terkendali, Jokowi: Ini Tugas Provinsi & Kota

Novotel-ibis Balikpapan Sambut Presiden Jokowi di Peresmian Tol Balikpapan-Samarinda

3 Alasan Presiden Jokowi Optimis Pembangunan Ibu Kota Negara Baru di Kaltim, Sebut Nama Balikpapan

"Kita akan klarifikasi ke pihak terkait untuk melakukan pembinaan hukum, kalaupun ada indikasi pelanggaran hukum tentunya akan dilakukan tindakan lebih lanjut," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Agenda pemindahan Ibu Kota Negara ( IKN ) disebut bakal menghapus 'dosa' para pemilik lahan konsesi.

JATAM menelusuri ada 94 lubang galian tambang batu bara yang tersebar di kawasan IKN.

Ada 5 perusahaan yang memiliki lubang eks tambang terbanyak, di antaranya PT Singlurus Pratama (22 lubang tambang),

PT Perdana Maju Utama (16 lubang tambang), CV Hardiyatul Isyal (10 lubang tambang), PT Palawan Investama (9 lubang) dan CV Amindo (8 lubang tambang).

Dinamisator Jatam Kaltim, Pradarma Rupang dan Direktur Eksekutif Daerah Walhi Kaltim menyebut pemidahan IKN menjadi alat cuci 'dosa' atau pemutihan kewajiban perusahaan tambang batu bara
Dinamisator Jatam Kaltim, Pradarma Rupang dan Direktur Eksekutif Daerah Walhi Kaltim menyebut pemidahan IKN menjadi alat cuci 'dosa' atau pemutihan kewajiban perusahaan tambang batu bara (TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO.)

BACA JUGA

12 Calon Panwascam Tarakan Lakukan Tes Narkoba, Positif Pemakai akan Digugurkan

Implementasikan Gerakan Nasional Revolusi Mental, Kaltara Raih 3 Kategori Nominasi

Bertemu Para Senator, Gubernur Minta DPD RI Dukung Percepatan Program Prioritas di Kaltara

Jatuh Saat Curi Sepatu Gunung di Asrama Mahasiswa Tarakan, Pemuda di Samarinda Bonyok Dihajar Massa

Bahkan, salah satu lubang tambang tersebut milik PT Singlurus Pratama telah memakan korban.

Pada Agustus 2019 lalu, Hendrik Kristiawan (25) tenggelam di lubang tambang.

"Sampai sekarang tidak asa kejelasan hukum dari kolam maut telah menelan korban tenggelam di lubang tambang," ujar Dinamisator Jatam Kaltim, Pradarma Rupang di sela-sela diskusi dengan Tema "Ibu Kota Baru Buat Siapa?" di kedai kopi, Samarinda, Selasa (17/12/2019). (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved