Jadi Andalan Wisata Bontang, Berkembang Wacana Retribusi Pulau Beras Basah, Ini Tanggapan Walikota

Jadi andalan Wisata Bontang, berkembang wacana retribusi Pulau Beras Basah, ini tanggapan Walikota.

TRIBUNKALTIM.CO/ ICHWAL SETIAWAN
Wisata Beras Basah Bontang 

Saat ini belum ada Perwali yang mengatur, namun wacana terkait hal tersebut sudah menjadi pembicaraan baik di eksekutif maupun legislatif Kota Bontang.

"Beras Basah harus dikelola lebih profesional. Soal penarikan retribusi? Nanti dirapatkan. Belum ada Perwalinya," tutur Neni Moerniaeni.

Lanjut Walikota, para penjaga pulau tersebut saat ini bisa dibilang masih swadaya alias kerja bakti menjaga keamanan, kebersihan dan pemeliharaan pulau.

"Wajar sekali (retribusi). Maintenance perawatan pulau itu sendiri. Sekarang, kan, mereka kerja bakti saja, kasihan.

Kalau ada itu menggantikan lelahnya mereka. Mungkin satu-satunya Wisata yang gak pungut retribusi di Bontang saja," selorohnya.

Kendati gratis namun tak bisa ditampik masih memberikan dampak ekonomi bagi warga, mulai dari penyedia kuliner, wahana atau hiburan hingga jasa penyedia transportasi dan akomodasi.

"Sebenarnya tak masalah asal mereka jaga lingkungan.

Sebenarnya ada multiplier effect- nya, bagi para penjual.

Tujuan pemerintah, bagaimana pariwisata mengurai kemiskinan, mengurangi pengangguran.

Tanpa ada retribusi, sudah ada multiplier effect. Kalau ada retribusi paling tidak menjaga kebersihan," ungkapnya.

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Rita
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved