Penertiban PKL Balikpapan
PKL Pasar Pandansari Balikpapan Ditertibkan, Diyakini bisa Kurangi Angka Kriminalitas
Pedagang Kaki Lima (PKL) Pasar Pandansari Balikpapan ditertibkan, diyakini bisa mengurangi angka kriminalitas
Penulis: Siti Zubaidah | Editor: Samir Paturusi
Dari informasi sebelumnya, sebanyak 400 pedagang kaki lima ditertipkan oleh petugas.
Penertipan berlangsung aman dan para pedagang pun harus menerima dengan lapan dada lapaknya dibersihkan oleh petugas.
Sebelumnya, tanpa perlawanan para pedagang kaki lima ( PKL ) di Pasar Pandansari Kota Balikpapan, Kalimantan Timur ditertibkan petugas Satpol PP dan jajaran Pemkot Balikpapan, Kamis (13/2/2020).
Camat Balikpapan Barat Arif Fadillah mengatakan.
Penertiban Lasar Pandansari, dan kawasan lainnya untuk jalan dan kebersihannya. Melibatkan Satpol PP, TNI, Polri, Mahasiswa, masyarakat Kelurahan Margasari, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.
Dari data yang ada sekitar 400 lebih PKL yang ditertipkan, baik PKL yang di luar dan di dalam Pasar Pandansari.
"Proses penertiban PKL yang berada disekitar Pasar Pandansari, penertiban itu dilaksanakan untuk pedagang yang berada di bahu jalan," ujarnya.
Melibatkan alat berat, dari Dinas Pekerjaan Umum Kota Balikpapan.
Baca Juga:
• Sesumbar Gubernur Kaltim Isran Noor Bakal Stop Pembangunan Ibu Kota Negara Jika Ini yang Terjadi
• Gubernur Isran Noor Stop Proyek IKN Jika Rusak Hutan, Luas Ibu Kota Baru Vs Perkebunan Sawit Kaltim
• Isran Noor Berani Ancam Proyek Ibu Kota Baru jika Hutan Rusak, Inilah Profil Gubernur Kaltim
• Kalimantan Timur jadi Ibu Kota Negara, Permintaan Properti Ternyata Belum Signifikan
"Semua intansi terlibat," kata Arif Fadillah.
Untuk menjaga konsistensi pertipan ini terus dilakukan, nantinya ada pengawasan khusus, dan dilakukan secara terpadu, mulai dari semua Dinas.
Sementara itu, Wakil Walikota Balikpapan Rahmad Masud mengatakan, pada penertiban ini para pedagang dan pembeli antusias.
Tidak ada terjadi keributan, semua berjalan dengan lancar.
"Asal kita konsisten memberikan pengarahan dan meninjau ke lapangan mereka memahami. Pemerintah harus hadir, jangan di kantor duduk, tetapi sering ke lapangan, mereka ini perlu komunikasi, dalam hal ini Pemerintah memahami," kata Rahmad Masud.
Menurut, para pedagang pun perlu ada pemahama. Mungkin mindset selama ini puluhan tahun tidak ditegur, jadi menggangap itu tidak apa, dan kembali lagi untuk berjualan. Sehingga menjadi hal yang biasa.