UPDATE Virus Corona di Samarinda, Sabilal Rasyad: Awak Kapal MT Harapan Baru tak Terjangkit Covid-19
Kapal Multi Tanker (MT) Harapan Baru yang sudah lebih dari sepakan berada di perairan Sungai Mahakam, di sekitaran Jalan Pelabuhan Pulau Atas RT 1.
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kapal Multi Tanker (MT) Harapan Baru yang sudah lebih dari sepakan berada di perairan Sungai Mahakam, di sekitaran Jalan Pelabuhan Pulau Atas RT 1 Kelurahan Pulau Atas Kecamatan Sambutan Kota Samarinda Kalimantan Timur, hingga Rabu (25/3/2020).
Kapal yang sempat ke Singapura yang dimana merupakan area terjangkit covid-19 atau virus corona itu rencana akan dipindahkan ke Muara Berau.
Namun, hingga Rabu (25/3/2020) kapal dengan 17 awak itu tampak belum bergeser dari lokasi tambat sebelumnya.
Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Samarinda, Capt Dwi Yanto mengatakan, pihaknya masih melakukan koordinasi dengan agen kapal, yakni PT Eka Ivana Jasa.
Pemanggilan agen kapal telah dilakukan oleh pihak KSOP.
BACA JUGA:
• UPDATE Virus Corona di Indonesia, 24 Maret Melonjak 686 Kasus, Pertama di NTB dan Sumatera Selatan
• Keliling Pasar, Dandim Bersama Kapolres Berau Sosialisasi Bahaya Corona ke Pedagang dan Pembeli
Namun untuk memindahkan kapal yang sebelumnya dari Parepare, Sulawesi Selatan itu, telah dikoordinasikan kembali antara agen kapal dan pemilik kapal.
"Sudah kami panggil (agen kapal) dan kami informasikan untuk digeser, tapi agen kapal masih koordinasi lagi dengan pemilik MT Harapan Baru," terangnya melalui sambungan telepon.
Disinggung soal ada tidaknya tenggang waktu yang diberikan, Dwi mengaku tidak memberikan batasan waktu. Untuk pemindahan kapal, sepenuhnya akan diserahkan ke pihak kapal.
"Kami serahkan sepenuhnya ke mereka (pihak kapal)," ungkapnya.
"Untuk memindahkan kapal, harus koordinasi dengan pandu dan pemilik dahulu juga," sambungnya
Ditanya soal bongkar muat, dirinya menegaskan, kapal bermuatan aspal curah itu belum melakukan pembongkaran barang bawaan.
"Belum bongkar, izinnya juga tidak kami keluarkan," tegasnya.
Kapal yang masih bertambat sebenarnya masih menimbulkan keresahan masyarakat setempat.
Rabu (25/3/2020) TribunKaltim.co menghubungi salah seorang warga pelabuhan pulau atas yang tak ingin disebutkan namanya melalui sambungan telepon.
Dirinya mengatakan, agar kapal bisa dipindahkan secepatnya.
BACA JUGA:
• Amerika Serikat Berpotensi Jadi Pusat Penyebaran Wabah Virus Corona, Kasus Baru Berasal dari Eropa
• Pesan Rektor ITK Balikpapan, Seluruh Civitas Akademika tak Aktivitas di Luar Rumah & Pusat Keramaian
"Bagusnya dipindahkan secepatnya, kami masih takut," singkatnya.
Terpisah, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Samarinda, Sabilal Rasyad memastikan bahwa para awak kapal tidak terjangkit Covid-19.
"Kami sudah periksa di atas kapal, dari sisi kesehatannya sudah clear, sehat semua kok," tegasnya.
Bertambatnya kapal dengan waktu lama tersebut, lanjut Sabilal, dikarenakan mengurus proses perizinan.

Jika ada salah satu awak kapal yang terjangkit, maka proses isolasi akan langsung dilakukan.
"Sebelumnya di Parepare juga bongkar aspal, sudah diperiksa juga sama KKP di sana (Parepare), hasilnya juga tidak ada masalah," jelasnya.
"Jadi masyarakat nggak usah khawatir, jika ada bermasalah dengan kesehatan pasti nggak di situ (Pulau Atas) untuk karantinanya pasti di luar," pungkasnya.
IKUTI >> Update virus Corona
(Tribunkaltim.co/Budi Dwi)