Virus Corona di Kutim

Terapkan Sidang Online, Upaya Pengadilan Negeri Sangatta Kutim Cegah Virus Corona

Penerapan Sidang Online tersebut adalah merupakan langkah dari upaya pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 19 ( virus Covid-19 ) di Kutim.

TribunKaltim.co/Dian Mulia Sari
Penerapan Sidang Online tersebut adalah merupakan langkah dari upaya pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 19 ( virus Covid-19 ) di Kabupaten Kutai Timur ( Kutim ), Kamis (2/4/2020). 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Pengadilan Negeri (PN) Sangatta Kelas II mulai menerapkan persidangan secara online Senin (30/3/2020) kemarin.

Penerapan Sidang Online tersebut adalah merupakan langkah dari upaya pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 19 ( virus Covid-19 ) di Kabupaten Kutai Timur ( Kutim ) Provinsi Kalimantan Timur

Humas Pengadilan Negeri Sangatta Andreas Pungky Maradona mengatakan, sidang online ini sendiri terkait surat edaran dari Mahkama Agung RI, surat itu berisi memorandum nomer 72/DJU/PS.00/3/2020 tangal 26 Maret 2020 yang berisi "selama masa darurat bencana wabah akibat penyakit virus corona", persidangan perkara pidana dapat dilakukan secara jarak jauh atau teleconference.

Menanggapi hal tersebut, Pungky selaku Hakim di PN sangatta mengungkapkan jika Sudsh menerapkan persidangan secara online sejak Senin (30/3/2020).

"Kami melaksanakan Sidang Online sejak senin kemarin, tanggal 30 maret," kata Andreas Pungky Maradona saat ditemui Tribunkaltim.co di PN Samgatta Kelas II pada Kamis (2/4/2020).

BACA JUGA:

 Warga Banjarmasin Lewati Balikpapan, Usai Ikuti Ijtima Jamaah Tabliq di Gowa, Positif Virus Covid-19

 Masjid Al Ikhlas Balikpapan, Mulai 29 Maret Hentikan Ibadah Berjamaah Salat Lima Waktu dan Jumat

Ia juga menjelaskan jika mekanisme pengadilan secara online dilaksanakan di tempat yang berbeda-beda dengan menggunakan salah satu aplikasi online sebagai alat komunikasi tatap muka. Mereka akan terhubung melalui teleconference.

"Kami ada 3 tempat itu, ya seperti biasa kami 3 org majelis, jaksanya di kantornnya dia, jaksa dan saksi diruang terpisah jadi biar si saksi itu tidak terpengaruh," ujarnya.

Kendati demikan, terdapat bebrapa kendala yang terjadi saat melaksanakan sidang online. Pungky mengungkapkan jika kendala utama adalah pada jaringan itu sendiri.

BACA JUGA:

 BREAKING NEWS Satu Pasien Positif Covid-19 di Kota Balikpapan Meninggal Dunia, Ini Identitasnya

 Satu Pasien Positif Virus Covid-19 di Kota Balikpapan Meninggal Dunia, Begini Kronologinya

"Kendalanya itu cuman signal, karena kita kan di tempat yang berbeda, putus-putus, tapi misalkan putus-putus itu kita ulangilah dengar apa engga, kita selalu mengulangi begitu," pungkasnya.

Adapun persidangan yang telah dilaksanakan secara online sejak senin lalu mencapai 40 perkara semuanya adalah perkara pidana.

IKUTI >> Update Virus Corona

IKUTI >> Update Virus Corona di Kutim

(Tribunkaltim.co)

Penulis: Dian Mulia Sari
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved