Jumat, 1 Mei 2026

Ramadhan

Pasar Ramadhan Ditiadakan, Pedagang Musiman di Kukar Cari Alternatif Tempat Jualan

Wabah virus Corona yang terjadi hingga memasuki bulan Ramadhan berdampak terhadap warga, terutama sejumlah pedagang musiman.

Tayang:
Penulis: Christoper Desmawangga | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/GEAFRY NECOLSEN
ILUSTRASI Pasar Ramadhan di Kalimantan Timur. Pemerintah Kutai Kartanegara ( Kukar ) Provinsi Kalimantan Timur tidak memfasilitasi tempat, serta tidak memperbolehkan pedagang menggelar pasar Ramadhan karena dinilai dapat meningkatkan resiko penularan virus Corona. 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Wabah virus Corona yang terjadi hingga memasuki bulan Ramadhan berdampak terhadap warga, terutama sejumlah pedagang musiman.

Pedagang musiman yang terdampak yakni warga yang kerap memanfaatkan moment bulan Ramadhan dengan berjualan aneka makanan, kue, dan minuman di pasar Ramadhan.

Namun, tahun ini Pemerintah Kutai Kartanegara ( Kukar ) Provinsi Kalimantan Timur tidak memfasilitasi tempat, serta tidak memperbolehkan pedagang menggelar pasar Ramadhan karena dinilai dapat meningkatkan resiko penularan virus Corona.

Terkait dengan hal itu, Lena (58), salah satu pedagang yang kerap berjualan di pasar Ramadhan mengaku hanya bisa pasrah dengan kondisi seperti ini.

BACA JUGA:

 Pengetatan Sosial Diterapkan, Kualitas Udara di Balikpapan Nomor 1 Terbaik dari 39 Kota di Indonesia

 Pasien Pertama Positif Corona di Berau Kondisi Membaik, Tiga Masih Mengalami Keluhan

 Kursi Tamu Diberi Jarak, Bupati Kukar Gelar MoU, Berikut Nilai Pagu Anggaran Penanganan Covid-19

Namun, walaupun tidak dapat berjualan di pasar Ramadhan lagi, tetapi dirinya tetap berjualan di pinggir jalan.

"Kalau saya nyewa jualan di sini. Saya jualan aneka masakan, jualan sayur jadi," tuturnya, Kamis (30/4/2020).

Lanjut dirinya menjelaskan, akibat tidak ada lagi pasar Ramadhan, banyak rekan-rekan seprofesinya yang terpaksa tidak berjualan lagi.

Namun demikian, tetap ada saja yang masih berjualan seperti dirinya, walaupun harus berjualan di depan rumah masing-masing.

"Banyak yang tidak jualan lagi tahun ini. Kalau yang tetap jualan, mereka buka lapak di depan rumah sendiri-sendiri, ada juga yang nitip dagangannya ke pedagang lain," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara ( Kukar ) meniadakan pasar Ramadhan tahun ini dampak dari pademi virus Corona.

"Terkait dengan pasar Ramadhan, kami tetap mengacu pada surat edaran Bupati Kukar tanggal 16 Maret 2020 yang isinya membatasi berkumpulnya massa disatu titik," ucap Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kukar, Sunggono.

Dirinya menegaskan, Pemkab Kukar tidak memfasilitasi dan tidak memperbolehkan tempat-tempat untuk pasar Ramadhan.

"Yang jelas kami tidak memfasilitasi, dan tidak memperbolehkan tempat untuk dijadikan pasar Ramadhan, pedagang yang sering jualan di pasar Ramadhan sudah kita hubungin juga," urainya.

Pihaknya menyarankan agar pedagang berjualan di rumah saja dengan memanfaatkan sistem penjualan online. Bahkan, pihaknya akan membantu memfasilitasi pedagang untuk berjualan secara online.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved