Virus Corona

China Bantah Tuduhan FBI Soal Pencurian Dokumen Vaksin Virus Corona, Beber Aib Negeri Donald Trump

China bantah tuduhan FBI soal pencurian dokumen vaksin Virus Corona, dan beber aib negeri Donald Trump

Kolase TribunKaltim.co / freepik.com
Kabar buruk covid-19 China, selain Wuhan, gelombang kedua Virus Corona terjadi di kota ini, Kamis (14/5/2020) 

TRIBUNKALTIM.CO - China bantah tuduhan FBI soal pencurian dokumen vaksin Virus Corona, dan beber aib negeri Donald Trump

China tak tinggal diam menerima berbagai tuduhan yang dialamatkan Amerika Serikat padanya.

Termasuk soal tuduhan FBI soal pencurian dokumen vaksin Virus Corona atau covid-19 oleh hacker China.

Justru, kata China, negeri yang dipimpin Presiden Donald Trump punya aib sejarah pencurian.

China langsung merespons dengan menyebut Amerika Serikat melakukan penodaan setelah dituding hendak mencuri data mengenai vaksin Virus Corona.

Tudingan itu menjadi babak baru dalam ketegangan dua negara adidaya, yang dalam sebulan terakhir perang komentar mengenai asal usul virus itu.

Iuran BPJS Kesehatan Naik, Jokowi Tuai Kritik, Ali Ngabalin Bereaksi, Singgung Penderitaan Warga

 Kasus Virus Corona di Bawah Wilayah Anies Baswedan, Khofifah Pertimbangkan Opsi Ekstrem di Jatim

 CIA Beber Tuduhan Serius ke Xi Jinping, Intelejen Donald Trump Temukan Bukti Baru Kecurangan China

Pada Rabu (13/5/2020), otoritas AS menuduh ada hacker dari dari China yang hendak mencuri data pengembangan mengenai vaksin Virus Corona.

Otoritas Negeri "Uncle Sam" kemudian melontarkan peringatan bahwa upaya itu dilakukan oleh kelompok yang berafiliasi dengan Beijing.

Badan Penyelidik Federal ( FBI) dan Badan Keamanan Infrastruktur menyatakan, Beijing memperlihatkan "ancaman signifikan" dalam upaya mereka memrangi covid-19.

Dalam konferesi pers seperti diwartakan AFP Kamis (14/5/2020), juru bicara kementerian luar negeriZhao Lijian langsung membantahnya.

"China menyuarakan ketidakpuasan yang amat sangat dalam dan menentang adanya penodaan ini," ujar Zhao kepada awak media di Beijing.

"Merujuk kepada masa lalu, justru AS-lah yang sudah menggelar operasi pencurian siber terbesar yang terjadi di seluruh dunia," lanjutnya.

Zhao menekankan, Negeri "Panda" sudah mendapatkan hasil yang begitu signifikan dalam upaya mereka mencegah wabah Virus Corona.

Dia mengklaim, justru Beijing yang terdepan dalam pengembangan vaksin covid-19.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved