Breaking News:

Kabar Artis

Roy Kiyoshi Stres Berat, Tak Bisa Tidur & Beradaptasi di Penjara dan Berkali-kali Tanya Kapan Bebas

Setiap ditemui sang pengacara Henry Indraguna, Roy Kiyoshi selalu menanyakan kapan dirinya bisa keluar dari penjara..

Editor: Rita Noor Shobah
Instagram @roykiyoshi
Roy Kiyoshi Stres Berat, Tak Bisa Tidur Beradaptasi di Penjara dan Berkali-kali Tanya Kapan Bebas 

Hanya saja, Henry menegaskan kalau penyidik tidak menanggapinya dengan baik dan menganggap hal itu hanya guyonan saja.

"Penyidik cuman ketawa aja. Karena mereka enggak memahami kondisi Roy dengan kelebihannya. Makanya kami berharap aseamen Roy dikabulkan agar bisa di rehabilitasi," ujar Henry Indraguna.

Jalani Assessment

Assesment dilakukan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jakarta, Rabu (13/5/2020) di Mapolres Metro Jakarta Selatan.

Kuasa hukum Roy Kiyoshi Henri Indraguna mengatakan assessment dilakukan di Markas Polres Metro Jakarta Selatan. Pasalnya, Roy sedang sakit.

"Jadi diasesment tapi dilakukanya di Polres Metro Jakarta Selatan, karena Roy kurang sehat badan," ujar Henri di Jakarta.

Hasil assessment akan keluar dalam kurun waktu dua sampai tiga hari. Hasil tersebut akan menentukan apakah Roy layak menjalani rehabilitasi atau tidak.

"Sekarang ini assessment Roy masih berlangsung, ada di dalam Polres bersama Tim BNNP," terang dia.

Roy Kiyoshi ditetapkan sebagai tersangka penyalahgunaan obat-obatan yang masuk dalam golongan psikotropika.

Roy ditangkap di kediamannya di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (6/5/2020) sore.

Saat penangkapan, polisi menyita barang bukti 21 pil psikotropika. Saat dilakukan tes urine, Roy Kiyoshi pun dinyatakan positif benzodizaepine.

Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Vivick Tjangkung mengatakan, Roy Kiyoshi awalnya mengonsumsi obat-obatan jenis psikotropika dengan resep dokter.

Kemudian, dia berhenti konsultasi dengan dokter terkait penggunaan psikotropika dan membelinya secara online tanpa resep dokter.

Berdasarkan pengakuan sementara, Roy mengonsumsi psikotropika itu untuk mengatasi masalah gangguan tidur yang dihadapinya.

"Sebenarnya dia tiga tahun lalu sudah konsumsi. Sejak tahun 2019 dia berhenti konsultasi, lalu dia beli online.

(Alasan konsumsi) cuma kelelahan saja, susah tidur saja," kata Vivick saat dikonfirmasi, Minggu (10/5/2020).

Menurut Vivick, polisi selanjutnya akan memeriksa dokter yang diduga memberikan resep penggunaan psikotropika kepada Roy Kiyoshi.

Di Tahanan Roy Kiyoshi Mengaku Diganggu Makhluk tak Kasat Mata hingga Sulit Tidur, Penyidik Tertawa

Pengakuan Roy Kiyoshi dari dalam Penjara hingga Tertekan Akibat Hal Ini, Terungkap Reaksi Polisi

Fakta Lain Kasusnya Dibeber, Roy Kiyoshi Titip Surat dari Dalam Penjara: Kalian Tahu Aku Seperti Apa

Aura Nikita Mirzani Berantakan, Roy Kiyoshi Sebut Ada Hubungannya dengan Cinta dan Singgung Guna-guna

Roy sebelumnya mengajukan permintaan rehabilitasi kepada Polres Metro Jakarta Selatan. Penyidik akan memutuskan berdasarkan hasil assessment.

Henri mengatakan, Roy hanya mengonsumsi Dumolid (obat untuk mengatasi insomnia berat).

Menurut Henri, Roy mengonsumsi obat Dumolid karena susah tidur terutama selama pemberlakuan work from home.

"Permasalahannya Roy itu sejak kejadian WFH ini kan enggak bisa tidur. Karena tidak bisa tidur maka mengonsumsi obat tidur itu," tambah dia.

IKUTI >> UPDATE KABAR ARTIS

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnewsmaker, https://newsmaker.tribunnews.com/amp/2020/05/14/ditahan-karena-kasus-narkoba-kondisi-roy-kiyoshi-kini-memprihatinkan-stres-berat-ingin-bebas?page=all

Sumber: TribunNewsmaker
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved