Begini Cara Pemerintah Pulihkan Situasi Sosial serta Ekonomi Bontang di Tengah Pandemi

Pemerintah kota atau Pemkot Bontang punya cara sendiri menyalurkan BLT (Bantuan Langsung Tunai) bagi warga terdampak Covid-19.

TribunKaltim.Co/HO
Walikota Bontang Neni Moerniaeni saat melakukan pemeriksaan menggunakan rapid test 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Pemerintah kota atau Pemkot Bontang punya cara sendiri menyalurkan BLT (Bantuan Langsung Tunai) bagi warga terdampak Covid-19.

Walikota Bontang, Neni Moerniaeni mengatakan pemulihan sosial masyarakat lewat bantuan sosial ( bansos ) dibarengi dengan pemulihan ekonomi di Kota Bontang. Bagaimana maksudnya?

BLT yang berupa sembako tersebut dihimpun dari pemberdayaan masyarakat Bontang. Pelaku ekonomi UMKM diberdayakan untuk pemenuhan bansos sembako.

"Saya sudah instruksikan, jangan kita yang belanja. Arahkan para penjual sembako yang berada di sekitar RT kita berdayakan, pemerintah tinggal bayar mereka," katanya.

Baca juga; Pastikan Makanan Aman Saat Pandemi Virus Corona, BPOM Keluarkan Panduan, Bisa Diunduh Gratis

Baca juga; Proyek Industri Metanol Bakal Hadir di Kutim, Kadisnakertrans Harapkan Perusahaan Serap Tenaga Lokal

Dalam program BLT pemerintah kota Bontang, Neni menyebut tak menggunakan jasa distributor untuk pemenuhan kebutuhan barang bantuan.

"Itu manfaatnya luar biasa kepada pelaku ekonomi di sekitar RT. Kita tak langsung ke distributor. Kita untuk pemulihan masyarakat yang terdampak. Itu mereka senang sekali," ungkapnya.

Lanjut, Neni, kebijakan tersebut tak lepas dari kacamata Kejaksaan, Kepolisian dan lembaga pengawasan lainnya. Dinas Sosial tetap melakukan verifikasi warga penerima bantuan sosial didampingi Kejaksaan dan Kepolisian.

Baca juga; Seorang Pengedar Sabu Lintas Provinsi Masih Buron, Sempat Sewa Rumah di Balikpapan

Baca juga; Pengetap yang Diamankan Polres Bulungan Kaltara Terancam Pidana Penjara 4 Tahun

"Harus aman. Kita kasihan, mereka kerja luar biasa, jangan sampai di belakang hari ada apa-apa. Saya ingin didampingi, dinilai," ujarnya.

"BPNT itu hanya dapat 200 ribu (awalnya), sementara dia juga orang terdampak, yang miskin Rp500 ribu, kok dia Rp200 ribu. Kita konsultasi ke kejaksaan, boleh 300 ribu (berupa sembako)," tambahnya.

Ditegaskan Neni, tujuan bansos pemerintah menjamin kesejahteraan masyarakat di tengah pandemi Covid-19 juga untuk pemulihan ekonomi.

Untuk diketahui, ada 15,994 warga Bontang menerima bantuan sosial pemerintah ( BLT ) Tahap II pada Juni 2020. (Tribunkaltim.co/Fachri)

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved