Virus Corona
Akhirnya 2 Mobil PCR Pergi dari Surabaya, Risma Hanya Ucap Ini dan Beri Sesuatu dari Dolly ke Crew
Akhirnya 2 mobil PCR pergi dari Surabaya, Risma hanya ucap ini dan beri sesuatu dari Dolly ke crew
TRIBUNKALTIM.CO - Akhirnya 2 mobil PCR pergi dari Surabaya, Risma hanya ucap ini dan beri sesuatu dari Dolly ke crew.
mobil PCR milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB akhirnya pergi dari Surabaya.
Diketahui, 2 unit mobil PCR ini sempat membuat polemik antara Walikota Surabaya Tri Rismaharini dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.
Risma, Tri Rismaharini akhirnya merelakan dua mobil PCR BNPB tersebut pergi dari Surabaya.
mobil PCR milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) yang selama beberapa pekan terakhir digunakan untuk melakukan tes swab di Surabaya harus berpamitan, Rabu (17/6/2020).
Hari ini, dua unit mobil laboratorium tersebut harus melanjutkan tugasnya berkeliling ke daerah lain di Indonesia untuk melakukan tes covid-19.
• Jusuf Kalla Via DMI Atur Shalat Jumat Dua Shift, Pakai Ganjil Genap Nomor Telepon, IniPenjelasannya
• Alasan Gubernur Sultra Melunak Izinkan 500 TKA China Masuk Terkuak, Singgung Bangkit dari covid-19
• Anak Buah Megawati di PDIP Skakmat PLN Soal Tagihan Listrik, Sindir Sekolah Libur dan Drama Korea
Sebelum meninggalkan Surabaya, para petugas mobil laboratorium PCR itu menemui Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang sedang berada di Dapur Umum Balai Kota Surabaya untuk berpamitan.
Kapten mobil laboratorium PCR BNPB Sandi Andika mengatakan, selama berada di Surabaya ini bakal menjadi pengalaman yang tidak terlupakan.
Apalagi, masyarakat di Kota Pahlawan orangnya ramah-ramah.
"Orangnya ramah dan menyenangkan.
Banyak cerita lucu dan menarik di sini," kata Sandi di Balai Kota Surabaya, Rabu.
Ia mengungkapkan, mobil laboratorium PCR dari BNPB ini fokus pada tes swab untuk masyarakat.
Sejak awal dioperasikan hingga Selasa (16/6/2020), mobil ini telah melakukan pemeriksaan swab sekitar 5.000 orang di Surabaya.
"Untuk kategori usianya beragam.
Ada yang anak kecil sampai usia lanjut," ujar dia.
Sandi menyebutkan, warga cukup antusias dalam mengikuti tes swab di sejumlah titik, salah satunya dilakukan di Gelora Pancasila dan Hotel Asrama Haji.
"Antusias warga Surabaya cukup tinggi angkanya. Hanya ada satu dua orang yang akhirnya tidak jadi swab setelah registrasi," kata dia.
Sandi menyebutkan, dalam satu mobil PCR itu terdapat enam orang yang mengendalikan. Enam orang tersebut masing-masing punya tugas dan fungsi masing-masing.
Mereka terdiri dari kapten, asisten kapten, swaber, ekstracen, analis, dan petugas maintenance.
• Kabar Terbaru Penelitian Oxford, Obat Alergi dan Radang di Indonesia Ini Ampuh Sembuhkan covid-19
"Jadi setelah dari swaber kan perlu diekstrak dulu setelah itu ada dari analis.
Analis itu yang berfungsi untuk memasukkan hasil dari spesimen ini ke dalam mesin dan dia menganalisis hasilnya," ujar dia.
Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengucapkan terima kasih kepada para petugas tersebut karena sudah membantu warga Kota Surabaya dalam menangani covid-19.
"Terima kasih mas-mas dan mbak-mbak, sudah melayani masyarakat Surabaya selama beberapa minggu ini.
Matur nuwun," kata Risma.
Selain itu, Risma juga menyampaikan permohonan maaf jika selama berada di Surabaya terdapat hal yang kurang berkenan.
Risma kemudian memberikan beragam kenang-kenangan cenderamata kepada mereka.
Mulai dari patung lampu hias ikon Surabaya hingga kain batik buatan UMKM Dolly.
"Kalian kalau pernah dengar Dolly, ya ini hasil karyanya sekarang," ujar Risma.
Risma Pingsan
Risma Pingsan saat tengah memimpin rapat dengan sejumlah komite sekolah.
Rapat itu sendiri terkait penerapan protokol kesehatan di sekolah saat pandemi virus Corona
Fuad Benardi, putra Risma mengungkapkan sendiri musibah yang menimpa sang bundanya saat sedang bertugas.
Disebutkan, Wali Kota Risma pingsan saat memimpin rapat penerapan protokol kesehatan bersama sejumlah komite sekolah menengah pertama (SMP) .
Fuad bernardi memastikan sang ibu pingsan karena kelelahan.
• Kasus Baru Virus Corona di Jakarta Meningkat saat PSBB Transisi, Anies Baswedan Beri Penjelasan
• Anak Buah Idham Azis Ultimatum Kasus Ambil Paksa Jenazah covid-19 dari Rumah Sakit di Jawa Timur
"Kecapean, kemarin habis webinar itu, karena kecapean," kata Fuad saat dihubungi TribunJatim.com, Senin (15/6/2020).
Dalam agendanya kemarin, Risma memang melakukan video conference dengan kalangan komite sekolah sebagai bentuk sosialisasi perihal protokol kesehatan di lingkungan pendidikan.
Disela agenda itulah, Risma dikabarkan sempat pingsan.
Namun, Fuad memastikan kondisi ibunya itu tidak parah.
Sebab, Risma langsung dibawa ke kediaman atau rumah dinasnya di Jalan Sedap Malam Surabaya dan langsung istirahat.
Dokter yang datang hanya sekedar memberikan vitamin, sebab kondisi Risma memang hanya kelelahan dari padatnya aktivitas sebagai orang nomor satu di Surabaya.
"Dikasih vitamin, sore sudah siuman sudah makan juga. udah enakan," ungkap Fuad.
Jika dilihat dari aktivitas kedinasan selama sepekan terakhir, Risma memang tengah melakukan sosialisasi maraton terkait dengan protokol kesehatan di masa new normal di Surabaya.
Hampir setiap hari Risma selalu melakukan komunikasi dan pembahasan dengan berbagai pihak di semua sektor.
Apalagi, sebelumnya telah mengeluarkan Perwali nomor 28 tahun 2020. Protokol kesehatan tengah digencarkan oleh Risma. Fuad mengatakan, pikiran ibundanya memang tengah berfokus penuh pada penanganan pandemi ini.
"Jadi karena kelelahan itu, tapi istirahat di kediaman aja kok," ungkap Fuad.
• Pria yang Dulu Siap Cium Sepatu Petugas Demi Jasad Istri Akan Gugat Gugus Tugas, Swab Mengejutkan!
• 5 Aturan Menggelar Pernikahan di Era New Normal, Jumlah Tamu hingga Cara Kasih Uang tak Pakai Amplop
Saat ini, Fuad memastikan kondisi Risma sudah baik. Aktivitasnya pun sudah kembali normal.
Hal itu juga dibenarkan di lingkungan Pemkot.
Risma sudah kembali beraktifitas sebagai Wali Kota sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 Surabaya.
(*)