Breaking News:

Virus Corona

Keanehan Banjir Besar Wuhan Terkuak, Terjadi Saat Tim WHO Investigasi, Upaya Hilangkan Bukti Corona?

Banjir di Wuhan bertepatan dengan kedatangan tim pakar WHO ke Wuhan untuk menyelidiki asal usul virus Corona yang kini menjadi pandemi.

Facebook
Petugas kota Wuhan memasang tali sebagai batas aman dilalui saat banjir menggenangi Wuhan 6 Juli 2020 

Vinayak menduga membuka pintu air begitu cepat adalah "agar semua bukti terhapus sebelum perwakilan WHO mengunjungi rumah sakit dan laboratorium Wuhan."

WHO Bungkam

Tim pendahulu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berada di ibu kota China Beijing akhir pekan lalu untuk meletakkan dasar penyelidikan asal-usul pandemi virus corona.

WHO mengatakan pekan lalu bahwa dua ahli - seorang spesialis kesehatan hewan dan seorang ahli epidemiologi - mulai bekerja Sabtu (11/7/2020) tetapi pada hari Minggu malam masih belum ada informasi mengenai nama spesialis yang diterjunkan, jadwal perjalanan, dan agenda mereka.

Pihak berwenang China juga tidak membuat pernyataan tentang kedatangan tim WHO tersebut.

Bahkan media China tidak memberitakan kedatangan pakar WHO ini.

Dan tidak ada lembaga China, termasuk Chinese Centre for Disease Control and Prevention, yang mengkonfirmasi bahwa mereka akan bertemu atau berunding dengan para ahli WHO.

Sebelumnya Associated Press melaporkan bahwa kedua pakar itu berada di Beijing pada hari Sabtu dan Minggu.

Misi mereka adalah bekerja dengan pejabat kesehatan dan ilmuwan China untuk mempersiapkan satuan tugas internasional yang dipimpin oleh WHO pada tanggal yang tidak disebutkan.

Kedatangan tim WHO tersebut secara luas dipandang sebagai cara untuk membawa lebih banyak transparansi dan kerja sama dalam pencarian asal-usul hewan dari virus, pertama kali diidentifikasi di Wuhan di China tengah akhir tahun lalu.

Beberapa anggota senior pemerintah AS menyalahkan China atas pandemi ini, termasuk membuat klaim virus tersebut dapat muncul di laboratorium Wuhan.

WHO juga mendapat kecaman, dengan Amerika Serikat - penyandang dana terbesar badan tersebut - pada hari Senin (6/7/2020) resmi mundur dari badan kesehatan PBB.

David Fidler, seorang sarjana hukum dan pakar kesehatan global, yang telah memberi nasihat kepada WHO, mengatakan keputusan AS mundur dari WHO, membuat WHO lebih sulit untuk menegosiasikan ketentuan-ketentuan misi internasional di China.

“Tanpa Amerika Serikat di WHO, WHO tidak memiliki pengaruh di sini. Ini dalam situasi yang sulit tentang seberapa banyak ia menari mengikuti irama yang diinginkan oleh pemerintah Tiongkok dan Partai Komunis, ” kata Fidler, yang merupakan asisten senior di Council on Foreign Relations, New York.

Namun, Wang Yiwei, direktur Institute of International Affairs and Centre for European Studies di Universitas Renmin, mengatakan penarikan Washington mungkin mendorong kerja sama China.

"Lebih banyak yang diharapkan dari China setelah AS menarik diri - tentang penyelidikan sumber, inovasi vaksin, dan kolaborasi untuk menangani dan memerangi ... virus," kata Wang.

Investigasi asal usul virus Corona, merupakan resolusi dengan suara bulat di Majelis Kesehatan Dunia, badan pembuat keputusan WHO, yang juga didukung China.

Yanzhong Huang, peneliti senior dalam tata kelola kesehatan global, juga di Council on Foreign Relations, mengatakan penyelidikan transparan oleh WHO dapat menjadi kesempatan bagi organisasi untuk "membangun kembali reputasinya dan menunjukkan WHO adalah badan netral yang berwenang dalam tata kelola kesehatan global. ”

Tetapi "komposisi delegasi [internasional masa depan], di mana mereka akan mengunjungi, apa rencana penyelidikan, ini semua harus dinegosiasikan," katanya, menambahkan bahwa bahkan komentar WHO pekan lalu bahwa Wuhan akan menjadi titik awal untuk penyelidikan "dapat dinegosiasikan atau harus diputuskan oleh pihak China".

Media pemerintah China baru memberitakan kedatangan tim WHO ke Beijing Senin (13/7/2020).

Melansir global times, Hua Chunying, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, pada briefing Senin mengatakan kedua pakar WHO tiba di China dengan izin pemerintah Tiongkok dan mengadakan diskusi dengan para ahli China tentang pekerjaan penelusuran virus.

Hua berkata, "Kami telah mencapai konsensus dengan WHO bahwa pelacakan virus adalah masalah sains, sehingga diperlukan para ilmuwan di seluruh dunia untuk bekerja sama dan melakukan penelitian di seluruh dunia."

Dia mengatakan WHO juga percaya bahwa pelacakan virus dapat melibatkan banyak negara dan wilayah, dan WHO akan melakukan penyelidikan serupa di bagian lain dunia.

Sebanyak 433 sungai di seluruh China telah dibanjiri sejak Juni, dengan 141 orang tewas atau hilang ketika hujan lebat menyebabkan banjir parah di tengah dan hilir Sungai Yangtze. (india today/global times/taiwan news/scmp)

IKUTI >>> Update virus Corona

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Pakar WHO di China saat Wuhan Banjir Besar, Sengaja Dibikin Banjir untuk Hilangkan Bukti covid-19?

Editor: Doan Pardede
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved