Virus Corona

Achmad Yurianto Muncul Lagi, Jelaskan Beda Mendasar Vaksin Covid-19 dan Imunisasi, Cegah Euforia

Achmad Yurianto muncul lagi, jelaskan beda mendasar vaksin covid-19 dan imunisasi, cegah euforia

(Dok. BNPB)
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (27/5/2020). 

TRIBUNKALTIM.CO - Achmad Yurianto muncul lagi, jelaskan beda mendasar vaksin covid-19 dan imunisasi, cegah euforia.

Jumlah total kasus Virus Corona di Indonesia terus  mengalami peningkatan bahkan mendekati angka 200 ribu kasus.

Eks Jubir Gugus Tugas covid-19 Achmad Yurianto pun muncul lagi dan berpesan agar Pemerintah mencegah euforia masyarakat.

Euforia yang dimaksud Achmad Yurianto adalah masyarakat kembali tak menerapkan protokol kesehatan lantaran merasa vaksin Virus Corona akan tersedia tak lama lagi.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Achmad Yurianto mengatakan, vaksin covid-19 bertujuan untuk memutus rantai penularan penyakit tersebut.

Menurut Yuri, yang perlu dipahami masyarakat adalah pemberian vaksin covid-19 berbeda dengan vaksin untuk program imunisasi.

Sanksi Tak Main-Main, Bupati Gowa Ancam PNS yang Tak Bisa Baca Al Quran, Diberi Waktu Setengah Tahun

 Bocoran Baru MAKI, Bongkar Sosok Lain Layak Tersangka di Kasus Djoko Tjandra Terkait Jaksa Pinangki

 BLT Cair Pekan Ini, 1,7 Juta Karyawan Belum Kirim Data, Cara Cek Rekening Terdaftar di BPJamsostek

 Edo Kondologit Ngamuk, Iparnya Tewas di Kantor Polisi, Ada 2 Luka Tembak dan Lebam, Kasusnya Banyak

"Kita harus melihat bahwa vaksin covid-19 jangan disikapi sesebagai vaksin program ( imunisasi).

Ini (vaksin covid-19) outbreak respons ya," ujar Achmad Yurianto dalam talkshow daring bersama Satgas Penanganan covid-19 yang ditayangkan di saluran YouTube BNPB, Senin (31/8/2020).

"Tujuan dari vaksin covid-19 memang untuk secepatnya memutus mata rantai penularan.

Ini beda dengan vaksin program," lanjut dia.

Masyarakat harus memahami perbedaan mendasar itu.

Selain itu, kata Achmad Yurianto, pemberian vaksin covid-19 nantinya sangat dipengaruhi oleh kondisi epidemiologi covid-19 itu sendiri.

"Ini yang harus kita pahami sehingga masyarakat mestinya dari awal sudah mulai kita beri info sebanyak-banyaknya soal ini," tambah Yuri.

Sebelumnya, ahli epidemiologi dari Universitas North Carolina, Amerika Serikat, Juhaeri Muchtar mengatakan, masyarakat dan pemerintah berharap vaksin covid-19 bisa diproduksi akhir tahun 2020 atau awal tahun 2021.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved