Selasa, 5 Mei 2026

SMPN 1 Tanah Grogot Berduka, 2 Siswanya Ditemukan Tewas di Danau Biru Long Ikis

Dua siswanya, yakni M Rizky Setiawan (14) dan M Ariyo Putra Satria (14), meninggal dunia di Objek Wisata Danau Biru Desa Krayan Makmur

Tayang:
Editor: Budi Susilo
HO/BPBD PASER
Tim gabungan BPBD Paser, Polsek Long Ikis, Koramil Long Ikis, warga setempat, rekawan i-Care serta keluarga korban saat melakukan pencarian dan mengevakuasi korban tenggelam, Minggu (6/9/2020). 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Tanah Grogot berduka.

Dua siswanya, yakni M Rizky Setiawan (14) dan M Ariyo Putra Satria (14), meninggal dunia di Objek Wisata Danau Biru Desa Krayan Makmur, Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.

Seperti disampaikan Kepala SMPN 1 Tanah Grogot Nurwinanto, Senin (7/9/2020).

“Benar, keluarga besar SMPN 1 Tanah Grogot saat ini berduka, dua siswa kami yang duduk di kelas 9 meninggal dunia disana,” kata Nurwinanto.

Selama pandemi covid-19, lanjut Nurwinanto, SMPN 1 melaksanakan Belajar dari Rumah (BDR).

Untuk itu diperlukan kerjasama wali murid untuk bersama-sama membimbing peserta didik, terlebih lagi dalam hal pengawasan, selama BDR sekolah tak bisa secara langsung melakukan pengawasan.

Jadwal Rapid Test Massal di Bawaslu Samarinda, Meminimalisir Penyebaran Covid-19

Bawaslu Samarinda Semakin Perketat Protokol Kesehatan Cegah Penyebaran Covid-19

34 Tenaga Medis Puskesmas Long Ikis Positif Corona, DPRD Paser Usul Mereka Dibawa Saja ke Grogot

Baliho Kampanye Kotak Kosong dalam Pilkada Bermunculan di Balikpapan, KPU Jelaskan Aturan Main

Sebenarnya baik dalam pandemi maupun normal, kerjasama orangtua diperlukan sekolah.

Begitu pula pengawasan terhadap perkembangan anak-anak, selama BDR anak-anak menghabiskan seluruh waktunya di rumah.

"Kita hanya bisa melaksanakan pengawasan secara tidak langsung,” ucapnya.

Oleh karena itu, Nurwinanto berharap orangtua murid lebih meningkatkan pengawasan pada anak-anaknya.

Biasakan anak-anak meminta izin apabila mau keluar rumah, apalagi lokasi yang dituju cukup jauh, sebaiknya jangan diizinkan untuk meminimalisir resiko bahaya.

Berdasarkan informasi BPBD Paser, Setiawan dan Ariyo (korban) bersama dua rekannya berangkat ke Danau Biru pukul 11.30 Wita, Minggu (6/9/2020).

Cegah Penyebaran Covid-19, PT ITCIKU di PPU Gelar Rapid Test Bagi Karyawan dan Keluarga

Disdikpora PPU Akan Berlakukan Kurikulum Darurat Covid-19, Ini Alasannya

Jumlah Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Sampai Sekarang Total Kasus Positif di Kukar 656 Orang

Pesan Mendalam Lionel Messi Seusai Pastikan Bertahan di Barcelona, Singgung Soal Korban Covid-19

Selepas waktu salat Zuhur, M Hijrafi Islam dan M Riski Sulaiman menyusul keempat rekannya. Sampai di Danau Biru sekitar pukul 15.00 Wita.

Untuk diketahui, Setiawan mengajak tiga rekannya rekreasi di Danau Biru dan berangkat pukul 11.30 WITA, Minggu (6/9/2020).

Lepas salat Zuhur, M Hijrafi Islam Dan M Riski Sulaiman menyusul keempat rekannya.

Sesampainya di Danau Biru sekitar pukul 15.00. M Ilham, Setiawan dan Sulaiman mengajak temannya mengambil rakit yang di berada di tengah danau untuk di bawa ke pinggir.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved