Koalisi Masyarakat Sipil Kaltim akan Rapat Dengar Pendapat Bersama DPRD, Berikut Permintaannya

Sejumlah aktivis yang tergabung dari Koalisi Masyarakat Sipil Kaltim ( Kalimantan Timur ) atau KSMKT rencananya mendatangi gedung DPRD Kaltim

Penulis: Jino Prayudi Kartono | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/JINO KARTONO
Koalisi Masyarakat Sipil Kalimantan Timur yang juga dinamisator Jatam Kaltim Pradarma Rupang mengajak beberapa aktifis lainnya dalam rapat dengar pendapat Di gedung DPRD Kaltim, Kamis (17/9/2020) pagi. Mereka meminta agar Raperda RZWP3K itu dihentikan dengan alasan dapat mengganggu sistem perekonomian warga pesisir. 

Berita sebelumnya di TribunKaltim.co

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kalimantan Timur ( DPRD Kaltim ) gelar rapat paripurna ke-26, Selasa (15/9/2020). Rapat Paripurna ini membahas tentang masa kerja tiga pansus.

Ketiga Pansus tersebut antara lain pansus Rancangan Zonasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil ( RZWP3K ).

Ada juga Oleochemical Maloy, dan Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Pemukiman (RP3KP) Kalimantan Timur.

Tiap-tiap perwakilan pansus memberikan laporannya terkait perkembangan Pansus raperda tersebut.

Baca Juga: UPDATE Virus Corona di Berau, Pasien Covid-19 Kembali Bertambah 8, Didominasi Klaster Pertanahan

Baca Juga: Bangun Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur Ditunda, Garap Masterplan dan Infrastruktur Dasar Saja

Dari ketiga pansus itu mereka meminta ke ketua DPRD Kaltim Makmur HAPK untuk memperpanjang masa kerja Pansus.

Perpanjangan diterima oleh Makmur HAPK. "Perpanjang satu bulan," ucapnya usai rapat paripurna. Menurutnya, kinerja Pansus sudah baik dan maksimal.

Baca Juga: Percobaan Vaksin Covid-19 Sinovac, Diklaim Aman Digunakan oleh Kalangan Lansia

Baca Juga: 16 Kasus Baru Covid-19 di Yogyakarta, Berasal dari Klaster Warung Solo Sudah Meluas

Hanya saja yang menjadi kendala adalah pandemi covid-19. Sehingga saat melakukan kunjungan atau bertemu dengan masyarakat membuat kerja para anggota Pansus tersendat.

"Peraturan daerah ini produk kita tidak boleh dilupakan seperti pulau kecil Di Berau tidak dapat kita kunjungi Karena covid-19 Karena belum melengkapi. Pada dasarnya sudah final," ucap Makmur HAPK.

Pentingnya Kajian Lingkungan Hidup Strategis

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved