Diancam Dibunuh, Tiga ABG di Kongbeng Kutai Timur Pasrah Dirudapaksa Pekerja Sawit
Tiga ABG, satu berusia 13 tahun, satu berusia 12 tahun dan satu berusia 9 tahun, menjadi korban rudapaksa seorang pekerja kebun sawit,
TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA – Kasus kekerasan terhadap anak kembali terjadi di kawasan perkebunan kelapa sawit di Desa Miau Baru Kecamatan Kongbeng, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.
Tak tanggung-tanggung, tiga ABG, satu berusia 13 tahun, satu berusia 12 tahun dan satu berusia 9 tahun, menjadi korban rudapaksa seorang pekerja kebun.
Berbekal badan besar dan ancaman akan membunuh para bocah, LD (49), pekerja perkebunan kelapa sawit di PT KPAS SWE, berhasil merusak masa depan ketiga bocah ingusan tersebut.
Baca juga: Lima Pria Merudapaksa Seorang Wanita Dalam Kondisi Pingsan, Akhirnya Meninggal di Pinggir Sungai
Baca juga: Foto Viral, Gadis Remaja Terkapar di Tengah Hutan Nyaris Tanpa Busana, Dirudapaksa Usai Minum Miras
Baca juga: Tergiur Kemolekan Tubuh Korban, Oknum Polisi di Pontianak Cabuli Gadis ABG, Dibawa ke Hotel
“Iya, kejadiannya pada bulan Juni dan Juli lalu," ujar Kapolres Kutai Timur AKBP Indras Budi Purnomo didampingi Kapolsek Kongbeng Hari Supranoto, Minggu (27/9/2020).
"Kami baru mendapat laporan dari guru para korban. Mereka (korban) mengaku dipaksa dengan ancaman akan dibunuh bila melaporkan apa yang dilakukan tersangka pada masing-masing bocah tersebut," ungkap Kapolres.
Ketiga bocah tersebut, menurut Hari, melapor ke guru mereka setelah saling bercerita tentang apa yang dialami.
“Nanti saya dan teman-teman lainnya, datang ke rumah ibu untuk menceritakan kejadiannya. Begitu salah satu korban mengatakan pada sang guru yang sempat mendengar adanya peristiwa pelecehan seksual pada anak muridnya,” ungkap Hari.
Begitu bertemu dengan tiga muridnya, terkuaklah cerita yang didengarnya.
Anak-anak itu, mengadu telah dirudapaksa oleh LD. Ada yang satu kali ada yang dua kali.
Baca juga: Kronologi Bocah 9 Tahun Tenggelam di Kolam Universitas Mulawarman Samarinda, Sempat Ditegur Security
Baca juga: Perumahan di Samarinda Berlakukan Lockdown, Setelah Ada Warganya Positif Covid-19
Baca juga: Saking Paniknya Seorang Pria Meninggalkan Celana Saat Akan Merudapaksa Korban, Begini Kejadiannya