Jumat, 1 Mei 2026

Isu Pemekaran Daerah Samarinda Seberang Ditanggapi Wagub Kaltim Hadi Mulyadi

Isu pemekaran daerah wilayah Samarinda Seberang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur atau biasa disebut Daerah Otonomi Baru (DOB) kembali berembus

Tayang:
Penulis: Jino Prayudi Kartono | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO
Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi saat menghadiri deklarasi Tekad Damai Masyarakat Kaltim untuk NKRI di hotel Bumi Senyiur, Selasa (20/10/2020). Isu pemekaran daerah wilayah Samarinda Seberang Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur, atau biasa disebut Daerah Otonomi Baru (DOB) kembali berhembus. TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO 

Bahkan dari kedelapan indikator itu masyarakat boleh memasukkan tema yang diuji kepada para pasangan calon.

Firman Hidayat mengatakan, saat ini baru satu tema yang diminta masyarakat untuk dimasukkan ke dalam materi debat nanti.

Materi tersebut merupakan tema terkait tentang pemekaran daerah otonomi baru (DOB) Samarinda Seberang.

"Sampai hari ini yang masuk pemekaran DOB Samarinda Seberang. Materi tersebut masuk ke dalam Sekretariat dan diteruskan ke tim perumus. Kemudian materi bisa dimasukkan ke materi debat paslon Walikota Samarinda," ucap Firman Hidayat.

Sekadar informasi DOB Samarinda Seberang menjadi isu yang cukup hangat digaungkan masyarakat khususnya masyarakat Samarinda Seberang.

Masyarakat meminta agar Samarinda dimekarkan menjadi Kota/Kabupaten baru di wilayah Samarinda Seberang.

Kecamatan yang diperkirakan masuk ke wilayah DOB itu antara lain Kecamatan Palaran, Samarinda Seberang, dan Loa Janan Ilir.

Sebab masyarakat mengklaim daerah tersebut masih kurang dijamah Pemerintah Kota Samarinda.

Bahkan pembangunan di kawasan tersebut tidak merata jika dibandingkan dengan wilayah Samarinda Kota dan sekitarnya.

Baca Juga: Jadwal Debat Kandidat Pilkada Samarinda, Ketua KPU Firman Hidayat: Cawali tak Boleh Bawa Pendukung

Baca Juga: Bukan Debat Kandidat, Calon Tunggal di Pilkada Kukar Bakal Jalani Pendalaman Visi dan Misi

Baca Juga: Penanganan Covid Salah Satu Materi Debat Calon Walikota-Wawali Samarinda, Minggu 18 Oktober

Organisasi masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Bersatu Pejuang Pejuang Daerah Otonomi Baru (GRBPDOB) Kabupaten Samarinda sempat melakukan aksi unjuk rasa di bawah Jembatan Mahakam IV, Kamis (24/9/2020).

Mereka menuntut kembali agar pemerintah khususnya Pemerintah Kota Samarinda segera melepaskan wilayah Kecamatan Palaran, Samarinda Seberang, Loa Janan Ilir menjadi sebuah kawasan otonomi baru.

Masyarakat meminta walikota terpilih untuk mendengarkan permintaan tersebut sehingga pembangunan di kawasan Samarinda Seberang merata.

(TribunKaltim.co/Jino Prayudi Kartono)

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved