Virus Corona di Kutim

Pembelajaran Tatap Muka di Kutim Digelar Tahun 2021, Disdik Akui Banyak Pihak yang Menginginkan

Proses belajar tatap muka semester genap 2020/2021 akan dilaksanakan pertengahan Januari 2021.

Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/DINI SUMANTRI
Ilham, Kepala Seksi Kurikulum dan Evaluasi, Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai timur pada Rabu (25/11/2020). 

TRIBUNKALTIM.CO,SANGATTA - Sistem pembelajaran tatap muka akan dilaksanakan Januari 2021.

Hal itu diungkapkan oleh Ilham, Kepala Seksi Kurikulum dan Evaluasi, Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai timur pada Rabu (25/11/2020).

"Proses belajar tatap muka semester genap 2020/2021 akan dilaksanakan pertengahan Januari 2021," ungkapnya kepada TribunKaltim.co.

Proses pembelajaran tatap muka sudah diinginkan di Kabupaten Kutai Timur.

Kutai Timur sangat menginginkan belajar tatap muka itu karena diyakini proses belajar paling baik adalah tatap muka, baik dari sisi sistem maupun psikologis anak.

Baca Juga: Sidang Dugaan Suap Bupati Kutim Ismunandar, Simak Kesaksian 2 Orang yang Dihadirkan

Baca Juga: 3 Toko di Samboja Kukar Ludes Terbakar, Dugaan Penyebab Ada Satu Rumah Korsleting Listrik

"Karena sangat berbeda antara belajar daring dengan bertemu langsung dengan gurunya, kalau daring interaksinya kurang," ucap Ilham.

Adanya belajar tatap muka juga karena kita atau pemerintah khawatir dengan kondisi psikologis anak atau lost learning.

"Hilangnya proses pembelajaran seperti karakter, tata krama dan sopan santun, juga psikologis anak," katanya.

Baca Juga: Berikut 3 Pesan Ustaz Abdul Somad Saat Safari Dakwah di Balikpapan

Baca Juga: Berikut Calon Penerima Vaksin Covid-19, Menkes Terawan Beberkan Kriteria yang Mendapatkan

Ia juga menyampaikan bahwa banyak pihak yang menginginkan proses belajar tatap muka ini.

"Yang menginginkan ini bukan hanya pihak pemerintah tetapi juga orangtua, karena mereka juga sudah stres di rumah," ujarnya.

Sudah harus bekerja dan dilain sisi harus mendampingi anaknya untuk belajar.

"Karena kalau tidak didampingin repot, terkadang anak bisa mematikan video daring misalnya," ungkap Ilham.

Ilham mengatakan bahwa protokol kesehatan sangat penting dalam belajar tatap muka ini.

Boleh melangsungkan proses pemberlajaran tatap muka dengan prokes yang harus diperhatikan.

Baca Juga: Dini Hari, Jasad Pria yang Menghilang di Sungai Mahakam Ditemukan, 100 Meter dari Lokasi Kejadian

Baca Juga: Kronologi Pria Hilang di Sungai Mahakam Samarinda karena Diduga Didorong Orang tak Dikenal

Baca Juga: BREAKING NEWS Ada Pria Menghilang di Perairan Sungai Mahakam Samarinda, Saksi Mengaku Didorong

Harus ada daftar isian tatap muka mengenai sanitasi cuci tangannya, handsinitizer, koordinasi dengan faskes terdekat dengan sekolah.

"Fasilitas-fasilitas ini yang harus disiapkan untuk belajar tatap muka," ujarnya.

Ia berharap setiap intansi terkait dapat berkoordinasi dengan baik agar proses belajar tatap muka dapat berjalan dengan baik pula.

Prioritaskan Keselamatan Siswa

Pemerintah telah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama ( SKB ) tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 di masa pandemi Corona atau covid-19.

SKB ini ditandatangi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri yang diumumkan pada Jumat (20/11/2020).

"Terkait penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi yang perlu kita ingat bersama, adalah keselamatan siswa adalah yang utama dan harus terus dimonitor," kata Juru Bicara Satgas Penanganan covid-19 Prof Wiku Adisasmito dalam konferensi pers virtual di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, (24/11/2020).

Isi SKB tersebut menjelaskan kewenangan pemerintah daerah, kantor wilayah, kantor Kementerian Agama untuk menentukan pemberian izin pembelajaran tatap muka di sekolah-sekolah dibawah kewenangannya masing-masing mulai semester genap di bulan Januari tahun 2021.

Untuk sekolah atau institusi pendidikan, sebelum diperbolehkan membuka kegiatan belajar mengajar harus memenuhi daftar periksa.

Yaitu, ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan seperti toilet bersih dan layak, sarana cuci tangan pakai sabun pakai air mengalir atau hand sanitizer dan desinfektan.

Juga harus mampu mengakses mengakses fasilitas pelayanan kesehatan, kesiapan menerapkan wajib masker, memilki alat pengukur suhu badan atau thermogun.

Dan satuan pendidikan harus memiliki pemetaan seluruh elemen sekolah yang mencakup kondisi kesehatan atau riwayat komorbid, risiko perjalanan pulang pergi termasuk akses transportasi yang aman, serta riwayat perjalanan dari daerah dan zona risiko tinggi dan kontak erat, serta pemeriksaan rentang isolasi mandiri yang harus diselesaikan pada kasus positif covid-19.

Kemudian persetujuan Komite Sekolah atau perwakilan orang tua atau wali.

"Kegiatan belajar mengajar tatap muka yang akan dimulai tahun depan, tidak berarti kegiatan belajar mengajar akan berlangsung seperti sediakala secara instan. Perlu diingat, instansi pendidikan dapat menjadi salah satu klaster penularan covid-19 apabila tidak berpedoman pada protokol kesehatan," kata Wiku.

Ia meminta pihak sekolah maupun tenaga pengajar dan peserta didik, untuk tidak pernah lalai dengan protokol kesehatan.

Terus disiplin dalam menjaga jarak, salah satunya dengan pembuatan jadwal masuk, pembatasan kapasitas kelas, meniadakan kegiatan sekolah yang berpotensi menimbulkan kerumunan, disiplin memakai masker dan tidak pernah lupa untuk mencuci tangan baik sebelum dan sesudah berkegiatan.

"Hal ini adalah prinsip yang harus diutamakan," pesan Wiku.

Pada intinya Wiku menekankan, seluruh upaya yang sedang dilakukan saat ini adalah adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat produktif aman covid-19, yang dilakukan secara prinsip bertahap.

Tahapannya, dari prakondisi, timing , prioritas, koordinasi pusat dan daerah, dan monitoring evaluasi.

Sebelum implementasi kegiatan belajar tatap muka dilakukan, perlu adanya simulasi terlebih dahulu. Menurut Wiku, masih ada siswa waktu sekitar 1,5 bulan lagi yang dapat menjadi momentum berlatih.

Semua simulasi serta pembukaan yang bertahap ini akan berhasil dilaksanakan jika sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan lintas kementerian/lembaga terjalin dengan baik.

"Mari kita menyongsong matahari yang bersinar di tahun 2021, untuk kehidupan yang produktif dan aman covid-19," pungkas Wiku.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pembelajaran Tatap Muka Harus Utamakan Keselamatan Siswa, https://www.tribunnews.com/corona/2020/11/25/pembelajaran-tatap-muka-harus-utamakan-keselamatan-siswa?page=all

(TribunKaltim.co/Dini)

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved