Breaking News:

Tegas di Reuni 212, Eks Panglima TNI Bela Habib Rizieq, Bos KAMI Soroti Hukum Tebang Pilih Indonesia

Tegas di reuni 212, Eks Panglima TNI bela Habib Rizieq Shihab, Bos KAMI soroti hukum tebang pilih di Indonesia

Editor: Rafan Arif Dwinanto
Kolase Tribun Kaltim
Habib Rizieq Shihab dan Gatot Nurmantyo 

TRIBUNKALTIM.CO - Tegas di reuni 212, Eks Panglima TNI bela Habib Rizieq Shihab, Bos KAMI soroti hukum tebang pilih di Indonesia.

Ketua Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia ( KAMI) Gatot Nurmantyo turut angkat suara membela Habib Rizieq Shihab di acara reuni 212.

Eks Panglima TNI ini mendukung Imam Besar Front Pembela Islam ( FPI) dan menyebut hukum di Indonesia kini tebang pilih.

Diketahui, Habib Rizieq Shihab dipanggil Polda Metro Jaya dan Polda Jabar atas kerumunan yang terjadi sepulang dirinya kembali dari Arab Saudi.

Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Gatot Nurmantyo menyebut penegakkan hukum di Indonesia sudah tebang pilih, tanpa mengedepankan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Gatot Nurmantyo saat acara Reuni 212 bertema Dialog Nasional 100 Ulama dan Tokoh secara virtual, Jakarta, Rabu (2/12/2020).

Baca juga: Capello Bocorkan Alarm Bahaya AC Milan di Putaran 2 Serie A dari Inter & Juve, Jadwal Liga Italia

Baca juga: Bahas Habib Rizieq di Reuni 212, Amien Rais Tegaskan Beda dengan Jusuf Kalla, Singgung Sosok Berani

Baca juga: Diskusi Revolusi Ahlak, Akhirnya Habib Rizieq Minta Maaf, Batalkan Semua Acara Sampai Covid-19 Usai

Baca juga: Ke Karni Ilyas di ILC, Ali Ngabalin Bocorkan Obrolannya dengan Edhy Prabowo Saat Baru Dibekuk KPK

"Apa yang terjadi belakangan ini tentang pemeriksaan Habib Rizieq Shihab. Kalau memang negara ini adil dan beradap, maka semua yang perkumpulan diperiksa semuanya," kata Gatot.

Menurut Gatot, para pemegang kekuasaan saat ini telah melakukan penyimpangan.

Padahal pemerintah hanya sebagai penerima mandat dari rakyat dan rakyat menjadi pemilik kedaulatan tertinggi.

"Jadi Revolusi Ahlak ini sangat penting, karena sudah parah, berubah keburukan menjadi kebaikan," ujar mantan Panglima TNI itu.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved