Pangdam VI Mulawarman Harap Desa Sinergi Hijau Kukar Bisa Lebih Maju Lagi
Pangdam VI Mulawarman, Mayjen TNI Heri Wiranto optimistis saat meninjau pengembangan kawasan Cadangan Pangan strategis Nasional Desa Sinergi Hijau.
Penulis: Nevrianto | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO,TENGGARONG-Pangdam VI Mulawarman, Mayjen TNI Heri Wiranto optimistis pengembangan kawasan Cadangan Pangan strategis Nasional Desa Sinergi Hijau.
Ia memeriksa kesiapan personel dan Perlengkapan Satgas Pamtas RI-PNG YONIF 611/ Awang Long di Markas YONIF 611 /Awang Long Jalan Soekarno Hatta KM 2, 5 Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rabu (16/12/2020) sore.
"Saya optimis kondisi Desa Sinergi Hijau dibangun dengan PT Bumi Hijau Pangan bakal panen memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Kutai Kartanegara, bahkan tak menutup kemungkinan juga bisa membantu kebutuhan masyarakat di Kaltim.
Hari ini masih tahap awal berjalan 37 persen, rencananya lahan pertanian bisa diintegrasikan dengan perikanan, perkebunan dilihat potensinya di kahan seluas 460 hektar dengan pengerjaan awal 3 hektar kemudian selanjutnya 100 hektar hingga mencapai 460 hektar,"ujarnya didampingi Danrem 091/ASN Brigjen TNI Cahyo Suryo Putro dan sejumlah Forkopimda Kabupaten Kutai Kartanegara.
Baca juga: Cek Kesiapan Yonif 611/Awang Long, Pangdam VI/Mulawarman Nyatakan Siap Operasi
Baca juga: Peringati Hari Juang TNI AD, Pangdam VI Mulawarman Ajak Prajurit Bantu Rakyat Hadapi Pandemi Corona
Baca juga: Bukan Hanya Fadil Imran, Pria Ini Berani Ancam Pangdam Jaya dan Idham Azis, Polisi Bongkar Motifnya
Di bawah langsung kendali Dandim 0906/tenggarong, kemudian program Desa Sinergi Hijau tercipta dari kondisi pandemi global 2019, karena sampai dengan hari ini angka dunia mencapai 72 juta lebih terjangkit covid 19.
Di indonesia sebanyak 600 000 terjangkit.Indonesia bersyukur , negara kita jauh lebih sedikit dan terus berupaya menangani pandemi.
Karena negara Amerika kini paling banyak terpapar angkanya mencapai 12 juta lebih.
Kemudian di India sampai 9 juta lebih, Brazil angka keterpaparannya juga lebih besar dari Indonesia begitupula pandemi di Negara Italia dan Prancis," ungkapnya.
Meskipun angka terpapar sebanyak 600.000 masih bisa dikedalikan karena ada keyakinan keterpaparannya bisa bersama sama seluruh rakyat dan semua pihak di wilayah NKRI kendalikan.
"Dari Pemerintah pusat, Pemerintah Daerah, Kodam VI /Mulawarman, Danrem 091/ASN, Kapolda Kaltim sampai Bhabin kamtibmas yang penting kita selalu jaga terus pelaksanaan protokol kesehatan,' ujarnya.
Karena itu yang bisa merubah pola kehidupan masyarakat.
Dengan 3 M menerapkan disiplin kesehatan memakai masker, cuci tangan, jaga jarak, hindari kerumunan.
Pemerintah pusat dan daerah terus berupaya karena sampai hari ini belum pasti memastikan kapan covid 19 berakhir.
Untuk itu, wilayah mulai dari jajaran Sekretaris Daerah, Bupati, dan Dandim, Kapolres mencegah jangan sampai terpapar banyak.
Baca juga: Pangdam VI Mulawarman Kunjungi Pos Komando Utama Satgas Pamtas Yonif Raider 200/Bhakti Negara
Baca juga: Sekdaprov Kaltin dan Pangdam VI Mulawarman Minta PNS dan TNI Netral di Pilkada
Baca juga: Luncurkan Tim Pemburu Covid-19 Bersama Kapolda Metro, Pangdam Jaya: Jangan Takut Tegakkan Hukum
Kabupaten Kukar pernah fluktuatif jumlah keterpaparan Cocid 19, dan pernah masuk kelompok yang memberikan angka covid19 disamping ,Kabupaten Berau, Bontang,Sangatta, Balikpapan, Samarinda.
Sekarang sudah mulai gelombang kedua covid 19.Untuk itu, ia meminta untuk menjaga kesehatan masing masing, bila pandemi panjang maka ekonomi masyarkat .ekonomi minus 5 mudah mydahan bisa beranjak naik.
(TribunKaltim.co/Nevrianto Hardi Prasetyo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/melepas-bibit-ikan.jpg)