Breaking News:

Bidik Usaha Sarang Burung Walet di Kaltim dan Kaltara, DJP Himpun Rp 870 Juta Kurang dari Sebulan

Kantor Wilayah Direktorat Jendral Pajak Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kanwil DJP Kaltimtara) telah menyampaikan permintaan data.

TRIBUNKALTIM.CO/HERIANI
Kepala Kanwil DJP Kaltimtara, Samon Jaya, Selasa (22/12/2020). 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kantor Wilayah Direktorat Jendral Pajak Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kanwil DJP Kaltimtara) telah menyampaikan permintaan data, keterangan serta imbauan.

Baik melalui panggilan telepon, maupun kunjungan kepada 175 Wajib Pajak yang bergerak di sektor usaha sarang burung walet.

"Hasilnya, terdapat beberapa pengusaha sarang burung walet yang secara voluntary compliance berkunjung ke kantor pajak untuk melakukan diskusi terkait pajak atas usahanya," ujar Kepala Kanwil DJP Kaltimtara, Samon Jaya, Selasa (22/12/2020).

Bahkan, sebagian Wajib Pajak tersebut telah melakukan pembayaran pajak setelah pembetulan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT).

Baca juga: DJP Kaltimtara Kejar Potensi Pajak Usaha Sarang Burung Walet, Tahun Lalu Hasilkan Rp 1,8 Triliun

Baca juga: Penerimaan Pajak Kecil, DJP Kaltimra Kejar Pemain Besar Sarang Burung Walet

Baca juga: NEWS VIDEO 7 Orang Bobol 3 Sarang Burung Walet Milik Warga PPU Berhasil Diringkus Polisi

Tercatat dalam kurun waktu sejak dilakukan keterangan pers pada tanggal 20 November 2020 hingga saat ini, telah dihimpun pembayaran pajak dari usaha sarang burung walet sebesar Rp870.663.719.

Jumlah tersebut masih jauh dari data potensi perpajakan sektor usaha sarang burung walet yang dimiliki oleh Kanwil DJP Kaltimtara yakni sebesar Rp6.566.915.493.

"Atas hal ini, kami akan melakukan upaya yang lebih lanjut pasca persuasi," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, DJP Kaltimra semakin serius mengejar potensi pajak dari sarang walet.

Sebab, kegiatan usaha ini dinilai memiliki potensi cukup besar, mencapai Rp 37 miliar.

Baca juga: DJP Kaltimtara Tindak Tegas Oknum Tidak Bayar Pajak yang Rugikan Negara Hingga Rp 2,9 Miliar

Baca juga: Awal September, DJP Kaltimtara Layani Tatap Muka, Ambil Antrian Secara Daring

Baca juga: Penyelidikan Dilangsungkan 2016, Persuasif Dilakukan Kanwil DJP Kaltimtara Menghindari Proses Pidana

Jumlah transaksi dan transfer walet yang telah diolah pihaknya mengalami kenaikan tiap tahunnya.

Pada 2019, jumlah transaksi mencapai 181 ton, naik 34 ton dari tahun sebelumnya yakni 147 ton.

Jika diasumsikan dengan harga flat, sarang walet Rp 10 juta per kilogram, maka omzetnya mencapai Rp 1,81 triliun pada 2019, dan Rp 1,47 triliun pada 2018.

Baca juga: Soal Kunjungan KPK, Kepala Kanwil DJP Kaltimtara Sebut Respon Beliau Bagus

Baca juga: Awal September, DJP Kaltimtara Layani Tatap Muka, Ambil Antrian Secara Daring

Baca juga: DJP Kaltimtara Tambah Sepuluh Perusahaan Pemungut PPN Produk Digital Luar Negeri

"Dengan omzet sebesar itu, potensi pajak dari sektor usaha burung walet mencapai Rp 37 miliar. Tapi sejauh ini penerimaan dari sarang walet ini sangat kecil," urainya.

"Tidak sampai 1 persen mungkin. Dari data kami saja di Kaltim dan Kaltara tidak lebih 10 wajib pajak yang menyetor. Sedangkan transaksi yang dicatat mencapai belasan ribu," tandasnya.

(Tribunkaltim.co/Heriani)

Penulis: Heriani AM
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved