Rabu, 15 April 2026

Natal 2020 di Kutim

Jaga Keselamatan Bersama, Ibadah Natal di Kutim Melalui Live Streaming

ara jemaat Pelita Kasih di GPIB Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur melangsungkan ibadah Natal 2020 melalui live streaming

Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/DINI ANGGITA SUMANTRI
Nensy Uli Pakpahan Pendeta Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB) Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur.TRIBUNKALTIM.CO/DINI ANGGITA SUMANTRI 

TRIBUNKALTIM.CO,SANGATTA-Para jemaat Pelita Kasih di Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB) Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur melangsungkan ibadah Natal 2020 melalui live streaming, Jumat (25/12/20)

Para jemaat tidak ada yang hadir ke gereja dalam ibadah Natal tahun ini.

Pemerintah telah mengimbau ibadah Natal dilakukan dengan sistem pembatasan kapasitas yang hadir 50 persen dan dengan sistem daring sebab berlangsung di masa pandemi covid-19.

Baca juga: Gubernur Isran Noor Tegaskan Tolak Warga yang Ingin ke Kaltim Tanpa Miliki Rapid Test Antigen

Baca juga: Jembatan Sebulu Ambruk, Bupati Kukar Edi Damansyah Perintahkan Bangun Jembatan Alternatif

Baca juga: 8 Tersangka Kasus Pilkada Kutim Ditangkap, Motif Menambah Suara Paslon Saat 9 Desember

Nensy Uli Pakpahan, Pendeta Gereja Protestan ini, akhirnya memilih ibadah Natal hanya dilakukan dengan live streaming.

"Kita secara live streaming, karena bukan hanya jemaat saja disini ada simpatisan juga. Pemerintah juga mengimbau Ibadah Natal di gereja tahun ini dibatasi paling tidak separuh dari kapasitas," kata Nensy

Hal itu tentu dilakukan untuk menjaga keselamatan bersama di tengah pandemi covid-19

"Sulit kalau mau membatasi, sedangkan hari biasa saja sering kewalahan kami, apalagi hari raya gini. Akhirnya kita putuskan ajalah live streaming, lebih aman. Menjaga umat juga tetap sehat dan kita juga menjaga tetap sehat," ujar Nensy.

Baca juga: PESAN NATAL 2020, Immanuel: Allah Beserta Kita Membuktikan KebaikanNYA

Baca juga: Remisi Khusus Natal Bagi 11 Orang WBP Berkelakuan Baik di Rutan Samarinda

Belasan petugas gereja hadir untuk melancarkan proses ibadah Natal tersebut.

"Disini cuma yang bertugas aja. Ada yang pegang multimedianya, majelisnya, pendetanya, dan yang ngisi pujian mungkin belasan tadi. Kalau semua jemaat di rumah," kata Nensy

Protokol kesehatan selalu diberlakukan untuk hari biasa maupun saat ibadah Natal terkhusus petugas yang hadir.

"Ya, protokol kesehatan itu selalu diterapkan kursi yang diberi jarak ada tanda silangnya, selalu memakai masker, ada sabun dan tempat pencuci tangan. Lalu tim medis yang selalu siaga. Hari biasa, hari ini juga pasti diterapkan," ungkap Nensy

Baca juga: Mengenang Riyanto, Anggota Banser yang Meninggal Dunia saat Amankan Misa Malam Natal, Sosok Patriot

Baca juga: Rayakan Natal Via Live Streaming di Balikpapan, Tak Kurangi Khidmat, Eratkan Tali Keluarga

Nensy pun menambahkan harapannya pada Natal tahun 2020 ini.

"Saya berharap semoga pandemi cepat berakhir, karena cukup membuat kita tidak nyaman. Apalagi dalam perayaan-perayaan seperti ini, kita mau berkunjung ke rumah keluarga dibatasi mau buat perayaan juga dibatasi," ucapnya.

TRIBUNKALTIM.CO/Dini

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved