Breaking News:

302 Ekstasi di Samarinda Disita

Pelaku yang Diamankan Berperan Jadi Kurir Ekstasi di Samarinda, Dua Pelaku Lain Masih Buron

Penangkapan Muhammad Lutfi (25), pelaku pembawa pil ekstasi yang diduga akan diedarkan pada malam pergantian tahun di Samarinda

Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO.
PEREDARAN PIL EKSTASI- Kapolsek Sungai Pinang Kompol Rengga Puspo  Saputro bersama tim reskrim memperlihatkan barang bukti peredaran 302 butir pil ekstasi, sepeda motor, uang 100.000 hanpdhone dan sejumlah barang bukti yang berhasil diungkap dari seorang tersangka pria  pada hari libur natal, di Mapolsek Sungai Pinang, Jalan D.I Panjaitan, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (27/12/2020).TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Penangkapan Muhammad Lutfi (25), pelaku pembawa pil ekstasi yang diduga akan diedarkan pada malam pergantian tahun, diungkap jajaran Polsek Sungai Pinang, Kota Samarinda

Peran pelaku Lutfi yang diketahui tinggal di Perum Graha Indah Kilometer 5, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur ini, diungkapkan Kapolsek Sungai Pinang AKP Rengga Puspo Saputro pada press rilis hari ini (27/12/2020) yakni sebagai kurir.

Dalam pemeriksaan, pelaku mengaku bahwa disuruh oleh dua pelaku berinisial IP dan HR yang saat ini masuk dalam radar pengejaran jajaran kepolisian.

Baca juga: Masuk Kalimantan Timur Harus Tunjukkan Tes Antigen atau PCR, Bagaimana jika ke Balikpapan?

Baca juga: Kasus Corona Masih Melonjak Tinggi, Satgas Covid-19 Balikpapan Beber Penyebab Tren Kasus Meningkat

Baca juga: Murah, Alasan Penumpang Lakukan Rapid Test Antigen Covid-19 di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan

"Perannya sebagai kurir, kalau upahnya belum diungkap, belum tahu. Kami hanya mengamankan uang Rp 100 ribu. Lantaran orang yang menyuruh ini masih kami kejar (DPO)," tegas AKP Rengga Puspo Saputro.

Berbagai indikasi diungkap, termasuk rencaran peredaran "pil setan" di kawasan Kota Tepian.

Terlabih pada pergantian tahun 2020 nantinya.

Pelaku juga memanfaatkan personel kepolisian yang berfokus pada pengaman Natal di pos-pos pantau Operasi Lilin Mahakam 2020.

Baca juga: Tangani Dua Ribu Kilometer Jalan, BPJN Kaltim Beber Alasan Penanganan Terkesan Lamban

Baca juga: Lambang Partai Berubah, Parpol Siapkan 8 Kader Terbaik Jadi Ketua DPD PKS Balikpapan Lewat Musda

"Kalau indikasinya itu (diedarkan malam tahun baru) sangat memungkinkan, karena melihat kondisinya barang masuk saat Natal dan dimanfaatkan saat anggota tengah fokus pengamanan ibadah natal di gereja-gereja," ungkap AKP Rengga Puspo Saputro.

Dugaan asal barang sendiri, saat disinggung AKP Rengga Puspo Saputro membeberkan bahwa berasal dari luar Kota Samarinda.

Lantaran tempat transaksi yang notabene jalur poros yang mengarah ke Kota Bontang.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved