Virus Corona di Balikpapan
UPDATE Virus Corona di Balikpapan, Grafik Kasus Mulai Meroket, 6 Balita Ikut Terpapar Covid-19
Angka kasus harian terkonfirmasi positif di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur kembali meroket hari ini.
Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Angka kasus harian terkonfirmasi positif di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur kembali meroket pada Jumat (8/1/2021).
Satgas covid-19 Kota Balikpapan mencatat terjadi 129 penambahan kasus terkonfirmasi positif covid-19 baru.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty, menyebut, angka ini untuk sementara merupakan kasus harian tertinggi.
Adapun kasus positif covid-19 kali ini, diantaranya turut memapar beberapa bayi lima tahun (balita).
Baca juga: Harga Sembako di Balikpapan, Komoditi Cabai Rawit Naik, Tembus Rp 100 Ribu per Kilogram
Baca juga: Program Vaksinasi Covid-19 Dipercaya jadi Solusi Kebangkitan Ekonomi Balikpapan
Baca juga: UPDATE Virus Corona di Bontang, Grafik Covid-19 Naik, 5 Kelurahan Masuk Zona Merah
Baca juga: Kecelakaan di Balikpapan, Motor Tabrak Orang yang Menyeberang Jalan, Korban tak Bawa Identitas
"Enam balita hari ikut terpapar. Kebanyakan merupakan hasil tracing," ujar wanita yang kerap disapa Dio itu.
Sebagai informasi, dalam tiga hari terakhir Kota Minyak terus mencatakan kasus di atas angka 100 pasien covid-19.
Namu, jumlah tersebut rupanya masih belum menampung semuanya. Dinas Kesehatn Kota Balikpapan mengaku terkendala jumlah tenaga Surveylance.
"Saat ini cuma 8 orang aja tenaga kita. Makanya kelelahan kasihan. Ini aja kami maksimalkan sampai jam 3 siang," ungkapnya.
Baca juga: UPDATE Virus Corona di Kaltara, Nihil Meninggal Dunia, Akumulasi Positif Covid-19 Capai 4.694 Kasus
Baca juga: Izin Penggunaan Darurat Vaksin Corona Diterbitkan BPOM, Sebelum Jokowi Divaksin, 13 Januari 2021
Baca juga: Bupati Nunukan Asmin Laura Bakal Berikan Vaksin Sinovac ke Perusahaan Terdampak, Ini Alasannya
Baca juga: Dinas Kesehatan Nunukan Beber 3 Hal Penting dalam Juknis Penerima Vaksin Sinovac
Tenaga Surveylance merupakan orang yang melakukan pencatatan data pasien positif mengacu pada Aplikasi Allrecord Nasional (NAR).
Mereka setiap harinya bertugas menginput data ketika hasil lab swab keluar.
Baca juga: Capres dari PSI, Giring Ganesha Test PCR Swab Positif Corona, Begini Kondisi Istri dan anaknya
Baca juga: Pandemi Covid-19 Picu PHK Karyawan, Kasus Peradilan Hubungan Industrial Meningkat di Samarinda
Melakukan survey untuk mencocokkan data, seperti gejala, kontak erat hingga kondisi rumah.
Dio menjelaskan, pelaksanaan survey data pasien covid-19 memang membutuhkan waktu yang panjang.
Satu pasien saja bisa memakan waktu cukup lama dan banyak menemui kendala. Salah satunya ialah sulit dihubungi dan ketidakterbukaan.
Baca juga: NEWS VIDEO 13 Januari 2021 Presiden Jokowi akan Disuntik Vaksin Sinovac Covid-19
Baca juga: Dinkes Kutai Timur Siapkan Tenaga Kesehatan Sembari Menunggu Vaksin Sinovac Covid-19 Tiba di Kutim
Kadang mereka tidak mau terbuka, ditanya gejalanya dijawab tidak ada.
"Ada juga yang nggak ada nomor HP nya jadi kami teruskan lagi ke Puskesmas," imbuhnya.
Berikut data terbaru kasus covid-19 di Balikpapan:
Kasus Baru : 129 positif
- 38 Suspek
- 43 OTG
- 44 riwayat tracing
- 1 tracing tempat kerja
- 3 riwayat pelaku perjalanan
Pasien Sembuh : 99 selesai isolasi
- 3 pasien dari RSPB
- 6 pasien dari RS Siloam
- 10 pasien dari RSKD
- 18 pasien dari RSPB
- 62 selesai isolasi mandiri
Pasien Meninggal : 4 kasus
-Pasien Laki-Laki (BPN 5756), berusia 63 tahun meninggal dunia pada 6 Januari 2021 pukul 09.34 di RSUD Beriman.
- Pasien Perempuan (BPN 6637), berusia 74 tahun meninggal dunia pada 7 Januari 2021 pukul 06.10 di RS Restu Ibu.
-Pasien Perempuan (BPN 6062), berusia 70 tahun meninggal dunia pada 7 Januari 2021 pukul 08.10 di RSPB.
-Pasien Laki-Laki (BPN 5616), berusia 65 tahun meninggal dunia pada 7 Januari 2021 pukul 19.40 di RST.
Total Akumulatif : 6.708 kasus
Pasien Dirawat : 291
Pasien Isolasi Mandiri: 792
Pasien Sembuh : 5335
Pasien meninggal dunia: 290
Waspada Virus Corona Varian Baru
Muncul varian baru Corona, Menristek minta waspadai, fakta bukti penularan di Indonesia belum ada.
Menteri Riset dan Teknologi/ Kepala Badan Riset Nasional (Menristek/BRIN) Bambang Brodjonegoro meminta masyarakat mewaspadai varian baru virus Corona yang ditemukan di Inggris.
Menurutnya, kewaspadaan perlu ditingkatkan untuk mencegah tingginya penularan, akibat varian baru virus covid-19 atau Corona ini.
"Kita harus sangat waspada dengan peningkatan kasus positif dan juga infeksi yang tinggi kita harus menjaga varian ini tdk sampa ikut membuat keadaan makin berat," ujar Bambang yang disiarkan channel Youtube BNPB, Kamis (24/12/2020).
Baca juga: UPDATE Virus Corona di Kutai Barat, Jelang Natal 2020, Pasien Covid-19 Meninggal Dunia 8 Orang
Baca juga: Pendeta GPIB Maranatha Tanjung Selor: Jemaat Harus Kuat, Yakin Pandemi Corona akan Kita Lewati
Baca juga: UPDATE Virus Corona di Balikpapan, BI Beri Hibah Mobil Operasional Vaksinasi Covid-19
Bambang mengungkapkan saat ini belum ada penelitian yang menunjukan varian baru virus Corona ini telah muncul di Indonesia.
"Tetapi saat ini kita simpulkan belum ada bukti yang membuktikan varian ini sudah ada di Indonesia, belum ada bukti," tutur Bambang.
Meski begitu, Bambang meminta seluruh pihak untuk mewaspadai varian baru dari virus Corona ini. Terlebih, menurutnya, fasilitas penelitian molekuler yang dimiliki oleh Indonesia tidak secanggih di Inggris.
Dirinya mengatakan saat ini pemerintah masih mendalami jenis baru varian baru virus Corona ini.
"Meskipun belum ada bukti bahwa varian ini meningkatkan keparahan penyakit, namun bukan berarti itu pasti seperti itu, karena ini masih butuh informasi dan penelitian lebih lanjut," ucap Bambang.
Baca juga: Jenis Baru Virus Corona Muncul di Inggris, Menyebar Lebih Cepat, Bagaimana Gejalanya
Baca juga: Dokter di Jepang Ingatkan Tahun Baru Jangan ke Luar Rumah, Virus Corona tak Mengenal Tutup Tahun
Baca juga: Pasien Dirawat Akibat Corona Melonjak, Ruang Isolasi Covid-19 di Balikpapan Nyaris Penuh
Selain itu, dua negara tetangga Indonesia, yakni Singapura dan Australia. Sehingga Bambang meminta masyarakat tetap waspada terhadap varian baru virus Corona ini.
"Kalau kita lihat ada dua negara tetangga kita yang kedatangan virus ini. Pertama Australia kemudian baru saja Singapura. Kasusnya satu orang, tapi itu artinya kita mesti berhati-hati karena kasusnya semakin dekat dengan kita," pungkas Bambang.
10 Cara Pencegahan Virus Corona
1. Menjaga kesehatan dan kebugaran agar stamina tubuh tetap prima dan sistem kekebalan tubuh meningkat.
2. Mencuci tangan dengan benar secara teratur menggunakan air dan sabun atau hand-rub berbasis alkohol.
3. Saat batuk dan bersin, tutup hidung dan mulut Anda menggunakan tisu atau lengan atas bagian dalam (bukan dengan telapak tangan).
4. Hindari kontak dengan orang lain atau bepergian ke tempat umum.
5. Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut (segitiga wajah).
6. Gunakan masker secara benar hingga menutupi mulut dan hidung ketika Anda sakit atau berada di tempat umum.

7. Buang tisu dan masker yang sudah digunakan ke tempat sampah secara benar, lalu cucilah tangan Anda.
8. Mununda perjalanan ke daerah atau negara di mana virus ini ditemukan.
9. Hindari berpergian ke luar rumah saat Anda merasa kurang sehat.
10. Selalu pantau perkembangan penyakit covid-19 dari sumber resmi dan akurat.
Catatan Redaksi:
Bersama-kita lawan virus Corona.
Tribunnews.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.
Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).
( TribunKaltim.co/Miftah Aulia )