Berita Kukar Terkini
Bupati Kukar Edi Damansyah Hadiri HUT PDIP, Usung Tema Indonesia Berkepribadian Dalam Kebudayaan
Kader DPC PDI Perjuangan ( PDIP) Kutai Kartanegara ( Kukar) mengikuti HUT ke-48 partai secara virtual, Minggu, (10/1/2021).
TRIBUNKALTIM.CO,TENGGARONG– Kader DPC PDI Perjuangan ( PDIP) Kutai Kartanegara ( Kukar) mengikuti HUT ke-48 partai secara virtual, Minggu, (10/1/2021).
HUT ke-48 PDIP dipimpin langsung Megawati Soekarno Putri secara virtual.
Temanya ialah Indonesia Berkepribadian dalam Kebudayaan.
Baca juga: UPDATE Virus Corona di Balikpapan, Grafik Kasus Mulai Meroket, 6 Balita Ikut Terpapar Covid-19
Baca juga: Jalan Km 11 Balikpapan-Samarinda Kaltim Sudah Selesai, Masuk Rencana Beautifikasi
Baca juga: Pelaku Pembacokan Pria Paruh Baya Idap Skizofrenia, Merasa Dikucilkan Hingga Picu Aksi Brutal
Selain Edi Damansyah yang saat ini menjabat sebagai Bupati Kukar, seluruh tokoh kader, baik di eksekutif dan legislatif juga menggelar dan menghadiri HUT ke-48 PDIP secara virtual.
Salah satunya, Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun.
Bendahara DPD PDIP Kaltim tersebut memberi tanggapan tentang hal yang sempat ramai di media sosial.
Baca juga: Harga Sembako di Balikpapan, Komoditi Cabai Rawit Naik, Tembus Rp 100 Ribu per Kilogram
Baca juga: Syarat Antigen Berlaku 2 Hari, Fasilitas Tes Rapid Antigen Diharapkan Ada Juga di Pelabuhan
Mengenai pembubaran partai PDIP, setelah beberapa kadernya ditangkap KPK.
Samsun mengatakan, selama 32 tahun setelah reformasi, PDIP selalu menjadi oposisi pemerintah. Sehingga menurutnya, tidak memiliki pengalaman yang cukup.
“PDIP baru dua periode ini sekitar 10 tahun belakangan baru masuk ke pemerintahan, sehingga bisa dibilang posisinya masih polos,” kata Samsun.
Baca juga: Lengkap, Hasil Survei Elektabilitas Parpol Terbaru, PDIP Merosot Gerindra Terjun Bebas, Didekati PSI
Baca juga: PDIP Pecat Mantan Wakil Ketua DPC Partai Besutan Megawati di Surabaya, Ini Alasannya
Baca juga: Megawati dan PDIP Siapkan Sosok Pengganti Mensos Juliari, Nama Risma dan Djarot Menguat Bantu Jokowi
Dia melanjutkan, kalau dinobatkan sebagai partai terkorup tidak sepenuhnya benar. Karena bisa jadi partai lain ada yang korup, cuma tidak tertangkap.
Dia menambahkan di PDIP sendiri, Ketua Umum Megawati Soekarno Putri sudah berulang kali mengingatkan, siapa yang tidak pro rakyat, siapa yang tetap melakukan tindakan korupsi, silahkan keluar dari PDI Perjuangan.
“Itu hanya oknum saja, karena tidak semua kader yang ada itu taat dan patuh pada instruksi Ketua Umum,” kata Samsun.
Baca juga: Di Mata Najwa! Munarman Beber Habib Rizieq Dikuntit Drone, Politisi PDIP Bongkar Rekam Jejak FPI
Baca juga: Antisipasi Adanya Gugatan Terkait Hasil Pilkada Bontang 2020, PDIP Siapkan Tim Khusus
Baca juga: Penghitungan Formulir C1 PDIP Rampung, Paslon Basri Rase-Najirah Menang di Pilkada Bontang
Samsun menambahkan, siapapun kader PDIP yang melakukan korupsi silahkan menanggung akibatnya, penegak hukum silahkan menjalankan tugasnya, partai tidak akan menghalangi ataupun melindungi kader.
“KPK berdiri pada saat ibu ketua umum jadi presiden, tujuannya untuk membersihkan para koruptor termasuk kader PDI Perjuangan,” pungkas Samsun.
(TRIBUNKALTIM.CO/SAPRI MAULANA)