Ibu Kota Negara
Pandemi Covid-19 Belum Berakhir, Gubernur Kaltim Isran Noor Optimis, Ibu Kota Negara Tetap Jalan
Sudah setahun lebih, Kalimantan Timur ditunjuk menjadi Ibu Kota Negara ( IKN ) baru Indonesia.
Penulis: Jino Prayudi Kartono | Editor: Budi Susilo
Sehingga jika tidak disiapkan dari sekarang pasokan suplai pangan di Kalimantan Timur tidak tercukupi.
"Saya berharap kepada pemerintah, masyarakat bekerjasama untuk pembangunan di Kalimantan Timur," ujarnya.
Karena Kalimantan Timur sudah ditunjuk jadi Ibu Kota Negara.
Artinya secara maksimal Kita mempersiapkan diri denga beberapa hal.
Baca juga: Sigit Wibowo: Pemindahan IKN di Kaltim Tidak Boleh Kesampingkan Masyarakat Adat
Baca juga: Legislator Golkar Dukung Balikpapan jadi Ibu Kota Negara
Baca juga: Ibu Kota Negara Pindah, Fahri Sarankan Pemerintah Komunikasi dengan Anies Baswedan
Baca juga: Ditaksir Sejak Era Sukarno hingga Jokowi, Mengapa Palangkaraya Jadi Primadona Calon Ibu Kota Negara?
"Seperti infrastruktur, pertanian dalam arti luas. Karena pasti nanti Akan kedatangan penduduk," ucapnya.
Selain pasokan pangan, ketersediaan air bersih juga harus diperhatikan bagi wilayah IKN dan sekitarnya.
Sebab jangan sampai dengan adanya IKN ketersediaan air bersih untuk 10 Kabupaten/Kota menipis.
Baca juga: Kalimantan Timur Siap Jadi Ibu Kota Negara
Baca juga: Megawati Dukung Kalimantan Tengah Jadi Ibu Kota Negara
Baca juga: Butuh Waktu 15 Tahun untuk Proses Pemindahan Ibu Kota Negara
"Termasuk air bersih semua lah Kita siapkan. Pasti pemerintah pusat turun tangan yang pasti infrastruktur dasar pasti disiapkan," ucap Sigit Wibowo.
Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk terus mentaati protokol kesehatan. Jangan sampai setiap harinya, kasus Covid-19 di Kaltim selalu meningkat.
"Terkait ulang tahun 64 saya harapnbisa kordinasi dengan baik. Kita tetap bekerja dengan aturan protokol kesehatan," kata Sigit Wibowo.
Ibu Kota Negara Bawa Angin Segar Investasi
Berita sebelumnya di TribunKaltim.co. Pada tahun 2021, sektor jasa di Provinsi Kalimantan Timur diproyeksi mengalami meningkat.
Terkhusus untuk sektor perhotelan, restoran dan hiburan.
Sektor dinilai akan menjadi primadona dalam penerimaan pajak di Kota Balikpapan.
Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Balikpapan Haemusri Umar mengatakan kepada Tribunkaltim.co.
Baca juga: PHM Kembangkan Inovasi Selama Pandemi covid-19, Sukses Jaga Keekonomian Sumur Pengembangan
Baca juga: Presdir PT Nam Air Optimistis Layanan Penerbangan di Kubar Beri Dampak Positif Peningkatan Ekonomi
Baca juga: Transformasi Digital untuk Pemulihan Ekonomi, E-commerce Punya Peran Penting
Baca juga: Kasus Corona Melonjak, Ruang ICU Covid di Semua RS Balikpapan Penuh, Rencana Siapkan Tenda Darurat